KH Munawwir

kalamulama.com– Ulama Nusantara : Sanad Keilmuan Al-Qur’an KH Muhammad Munawwir. Jejaring ulama dan pesantren di nusantara memiliki mata rantai atau sanad keilmuan yang sambung menyambung antara satu guru dengan guru yang lain. Jika diturut, sambungan ilmu tersebut bermuara pada Rasulullah Saw. Sanad keilmuan seperti inilah yang senantiasa dipertahankan oleh Islam ahlussunnah wal jama’ah untuk menjaga kemurnian Islam dan meraih keberkahan ilmu.

Sanad keilmuan yang muttashil atau bersambung kepada Rasulullah Saw bisa kita lacak pada ulama-ulama di nusantara, seperti pada pribadi KH. Muhammad Munawwir, Pendiri Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. KH Muhammad Munawwir sejak anak-anak belajar Al-Qur’an di Bangkalan, di pesantren yang diasuh oleh KH Maksum. Selain belajar Al-Qur’an, ia juga belajar ilmu-ilmu keislaman lainnya dari para kiai, seperti KH Abdullah dari Kanggotan Bantul, KH Kholil dari Bangkalan Madura, KH Sholih dari Darat Semarang, dan KH Abdur Rahman dari Watucongol Muntilan Magelang. Pada tahun 1888 KH M. Munawwir meneruskan belajar ke Mekkah dan menetap disana selama 16 tahun. Dari Mekkah KH M. Munawwir melanjutkan belajar ke Madinah.

Setelah 21 tahun bermukim di kedua kota suci itu, dan memperoleh ijazah mengajar tahfiz Al-Qur’an, ia kembali ke Yogyakarta pada tahun 1911. Selama di Mekah dan Madinah ia memperdalam Al-Qur’an, tafsir, dan qiraat sab‘ah dari beberapa guru, antara lain Syekh Abdullah Sanqara, Syekh Syarbini, Syekh Muqri, Syekh Ibrahim Huzaimi, Syekh Manshur, Syekh Abd. Syakur, dan Syekh Musthafa. Hafalan Al-Qur’an yang ia kuasai saat belajar di kedua kota suci tersebut lengkap dengan qiraat sab‘ahnya, sehingga KH M. Munawwir terkenal dengan alim Jawa yang berhasil menguasai qiraat sab‘ah. Salah satunya adalah qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh.

Berikut inilah Sanad Qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh KH. M. Munawwir, yang silsilahnya sampai kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu dari:

  1. Syaikh Abdulkarim bin Umar al-Badri ad-Dimyathi, dari
  2. Syaikh Isma’il, dari
  3. Syaikh Ahmad ar-Rasyidi, dari
  4. Syaikh Mushthafa bin Abdurrahman al-Azmiri, dari
  5. Syaikh Hijaziy, dari
  6. Syaikh Ali bin Sulaiman al-Manshuriy, dari
  7. Syaikh Sulthan al-Muzahiy, dari
  8. Syaikh Saifuddin bin ‘Athaillah al-Fadhaliy, dari
  9. Syaikh Tahazah al-Yamani, dari
  10. Syaikh Namruddin ath-Thablawiy, dari
  11. Syaikh Zakariyya al-Anshari, dari
  12. Syaikh Ahmad al-Asyuthi, dari
  13. Syaikh Muhammad ibn al-Jazariy, dari
  14. Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Khaliq al-Mishri asy-Syafi’i, dari
  15. Al-Imam Abi al-Hasan bin asy-Syuja’ bin Salim bin Ali bin Musa al-‘Abbasi al-Mishri, dari
  16. Al-Imam Abi Qasim asy-Syathibi, dari
  17. Al-Imam Abi al-Hasan bin Huzail, dari
  18. Ibnu Dawud Sulaiman bin Najjah, dari
  19. Al-Hafidz Abi ‘Amr ad-Daniy, dari
  20. Abi al-Hasan ath-Thahir, dari
  21. Syaikh Abi al-‘Abbas al-Asynawiy, dari
  22. ‘Ubaid ibnu ash-Shabbagh, dari
  23. Al-Imam Hafsh, dari
  24. Al-Imam ‘Ashim, dari
  25. Abdurrahman as-Salma, dari
  26. Sadatina Utsman bin ‘Affan, ‘Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, ‘Ali bin Abi Thalib, dari
  27. Rasulullah Muhammad Saw. dari
  28. Robbul ‘Alamin Allah Swt. dengan perantaraan Malaikat Jibril As

Setelah KH M. Munawwir kembali ke Yogyakarta, ia mendirikan majelis pengajian, dan merintis berdirinya Pondok Pesantren Krapyak. Selama kurang lebih 33 tahun menjadi pengasuh PP. Krapyak, KH M. Munawwir mewariskan ilmu kepada para muridnya, dan kelak tidak sedikit di antara mereka yang mendirikan pondok pesantren Al-Qur’an.

Diantara para muridnya itu adalah KH Arwani Amin Kudus, KH Badawi Kaliwungu Semarang, K. Zuhdi Nganjuk Kertosono, KH Umar Mangkuyudan Solo, KH Umar Kempek Cirebon, KH Nor/Munawwir Tegalarum Kertosono, KH Muntaha Kalibeber Wonosobo, KH Murtadlo Buntet Cirebon, KH M. Ma‘shum Gedongan Cirebon, KH Abu Amar Kroya, KH Suhaimi Benda Bumiayu, KH Syatibi Kiangkong Kutoarjo, KH Anshor Pepedang Bumiayu, KH Hasbullah Wonokromo Yogyakarta, dan KH Muhyiddin Jejeran Yogyakarta. (An)

(sumber: Facebook Pon. Pes. Al-Munawwir Krapyak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here