Oleh : Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons),
PhD*
Ada tujuh aturan utama dalam hidup. Yuk kita simak di hari Jum’at ini, siapa tahu ada Khatib Jum’at yang mau bahas ini nanti smile emotikon
Pertama,
berdamailah dengan masa lalu.Mungkin kita pernah kecewa dengan berbagai peristiwa
di masa lalu yang menyesakkan dada, namun hanya dengan berdamai pada masa lalu,
kita bias menatap masa depan. Memaafkan yang sudah berlalu, mensyukuri yang kita jalani hari ini, dan berdoa penuh harap untuk masa depan yang lebih baik.
Kedua, hidup kita akan merana kalau kita terlalu focus pada komentar orang. Selalu ada cacat, cela atau kesalahan kita di mata orang lain. Kita
tidak sempurna.Tapi mereka yang komen macem-macem itu juga tidak sempurna kan? Kita tidak bias mengontrol apa komentar orang lain, yang bias kita control adalah respon kita terhadap komentar mereka. Mari kita jaga control diri dan tetaplah focus pada tujuan hidup kita li i’laikalimatillah.
Ketiga, banyak persoalan
yang hanya bisa selesai seiring dengan berjalannya waktu. Rasulullah diberi wahyu
dan butuh 23 tahun untuk berdakwah, itupun diselingi hijrah. Kita tidak punya wahyu,
dan kita tidak beranihijrah, terus mau menyelesaikan semua persoalan dalam semalam?
Waktu jua yang akan menyembuhkan luka. Percayalah.
Keempat, hidup ini adalah pilihan. Kita mau bahagia atau tidak, kitalah yang akan menentukannya. Kalau kita tidak bias menyelesaikan masalah, maka ubahlah cara pandang kita terhadapm asalah itu. Tidak perlu dilawan, tapi dijalani dan mengalir saja, di situ kita akan temukan kebahagiaan. Bahagia bukan tanpa masalah, tapi bahagia bersama masalah.
Kelima, penyakit yang paling parah adalah kalau kita sudah iri hati dengan hidup orang lain. Dan itu dimulai dengan membandingkan rumput kita dengan rumput orang lain yang seolah lebih hijau. Iblis dilaknat karena sebab membandingkan dirinya dengan Nabi Adam. Berhentilah membanding-bandingkan. Setelah membuat perbandingan biasanya kita akan men-judge hidup orang lain.
Semua orang punya medan pertarungannya masing-masing. Everyone has their own struggle that you know
nothing about
. Respect.Always.Berhenti membandingkan hidup anda dengan yang lain, dan berhentilah menghakimi hidup orang lain. Fokus saja pada hidup anda yang sebenarnya sangat indah itu.
Keenam, berhentilah berpikir terlalu banyak. Satu-satu saja
yang dihadapi, jangan semuanya mau diselesaikan dan dipikirkan jawabannya saat ini.
Terlalu banyak berpikir, hati kita akan tumpul untuk ikut terlibat dalam menemukan
solusi. Dalam hidup ini tidak mengapa kalau kita tidak tau semua jawaban. Pada saatnya
kelak akan terurai semuanya. Kontrol pikiran kita. Buat skala prioritas Dan
jangan khawatir, teruslah berjalan meski hanya dalam angan.
Ketujuh,
tersenyumlah. Mulailah hari-hari dengan optimis. Kalau hidup memberi anda dua-tiga
masalah, anda masih bisa menemukan seribu macam alasan untuk tetap tersenyum. Lihatlah
cerahnya mentari, lihatlah senyuma nak-anak kita, lihatlah kita yang masih bisa
bernafas, dan seterusnya. Ketika agama mengajarkan bahwa tersenyum itu termasuk
ibadah, ini karena banyak orang yang sudah sulit tersenyum, entah karena merasa
dunia sudah rusak atau karena merasa dirinya yang rusak. Perbaik ikerusakan dunia
dan kerusakan hati kita dengan tersenyum, saatini juga.

*RaisSyuriah PCI NahdlatulUlama Australia – New
Zealand danPengajar di Monash Law School

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here