Oleh: al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri Apabila bertemu dengan bulan Romadhon, Rosululloh SAW berdo'a,

kalamulama.com – Oleh: al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri
Apabila bertemu dengan bulan Romadhon, Rosululloh SAW berdo’a, “Ya Alloh, selamatkanlah kami untuk Romadhon dan selamatkanlah Romadhon untuk kami”

Riwayat lain: “Selamatkan Romadhon dari kami..”
Kalimat ini sangat agung maknanya. “Selamatkan Romadhon dari kami”. Yaitu jangan biarkan kami berbuat jahat dan merusak kemuliaan bulan Romadhon. Jangan biarkan kami berbuat dosa dan kurang beradab terhadap kemuliaan bulan romadhon. Inilah cara Rosululloh SAW ketika bertemu malam Romadhon.

Aku kagum dengan orang yang berkata, “Segala puji bagi Alloh karena telah membawa kita memasuki bulan Romadhon”

Aku juga kagum dengan orang yang berkata, “Aku akan tekun membaca al-quran dan menghidupkan malam hari dengan ibadah.” Serta juga tentang jalinan persaudaraan (silaturrahim).

Benar. Namun diantara kelalaian kita adalah, kita hanya menghubungkan silaturrahim hanya di dalam bulan Romadhon saja. (Padahal) diantara sebab yang menghalangi kita mendapat pengampunan Alloh di dalam bulan Romadhon adalah orang yang memutuskan silaturrahim.

Riwayat dari hadits Rosululloh SAW, bahwasanya Alloh mengampuni bagi siapa yang berpuasa di bulan Romadhon dengan keimanan dan meminta keridhoan Alloh ta’la, terkecuali 4 orang. Diantaranya:

1. Peminum arak (semoga Alloh menjauhkan diriku dan kalian darinya)
2. Orang yang mendurhakai ibu bapaknya, yaitu dia yang mendurhakai ibu dan bapaknya yang telah berusia lanjut. Terlalu banyak permintaan dan keinginan kepada ibu bapak, serta berbicara kasar dan marah kepada keduanya.
Berhati-hatilah, orang yang mendurhakai ibu bapak tidak akan diampuni dosa-dosanya sehingga ia berbuat baik kepada keduanya. Sekalipun dia berpuasa dan sholat. Utamakan juga ibu bapak.3. Orang yang memutus silaturrahim (semoga Alloh menjauhkan kita dari sifat ini)
Orang yang memutuskan silaturrahim, Alloh ta’ala mengancam mereka dengan laknat. Rosululloh SAW bersabda dengan firman Alloh ta’ala:”Wahai Rohim (ikatan persaudaraan), tidakkah engkau suka Aku memberikan kamu nama dengan nama-KU? Aku ar-Rohman (yang Maha Pengasih) dan kamu ar-Rohim. Apakah kamu rela kalau Aku ‘menyambung’ orang yang menyambungkanmu (mendapat belas kasih Allohu SWT) dan ‘memutuskan’ orang yang memutuskanmu (tidak mendapat belas kasih Allohu SWT)?”

Maka disini tidak ada alasan untuk memutuskan silaturrahim sekalipun ada saudara atau keluarga yang berkelakuan jahat. Kalau ada saudara kita yang memulai memutus silaturrahim, jangan kita memutuskan juga silaturrahimnya.

Rosululloh SAW bersabda,”Bukanlah orang yang menyambung silaturahim itu yang membalas kebaikan, yaitu jika dia menghubungkan silaturrahim dengan kamu, kamu menghubungkannya. Jika dia memutuskan, kamu juga memutuskannya.”

4. al-Musyahin (orang yang merasa dendam, bermusuhan, dan bertengkar terhadap sesama)
Yaitu orang yang dalam hatinya terdapat rasa dendam permusuhan yang sampai pada tahap tidak bertegur sapa seperti sabda Nabi SAW.

al-Mushoromah maknanya yang memutuskan hubungan. Antara kita dengan orang lain ada masalah hingga sampai ke tahap tidak ingin bersalam dengannya. Kita tidak ingin melihatnya. Sekalipun ada keluarganya meninggal, kita tidak ingin menziarahinya.

Perkara seperti ini, aku berbicara untuk diriku dan juga Anda semua. Jika ada seseorang itu menyakiti kita dengan sesuatu, jangan jadikan perkara tersebut sampai ke tahap yang membuat kita tidak mendapat pengampunan Alloh.

Dia menyakitimu dalam masalah keuangan,
dia menyakitimu dengan kata-kata,
dia telah membuat kamu tertimpa musibah,
dia telah membuat kamu kehilangan pekerjaan,
dia menghancurkan perniagaanmu,

Itu semua adalah kedzholiman dan kesalahan yang besar. Dia akan diperhitungkan Alloh nanti, dan diperhitungkan juga hak kamu. Tidak ada keraguan pada itu semua.
Namun jangan jadikan perkara yang menyakiti kita itu sampai ke tahap; dengan sebab dia menyakiti kita, menjadikan kita tidak mendapat pengampuan Alloh di bulan Romadhon. Inilah diantara persiapan yang sangat baik ketika bertemu bulan Romadhon. Kita jauhkan dan tinggalkan 4 perkara tersebut.

Juga dengan datangnya bulan Romadhon, kita jauhkan sebab-sebab yang membuat manusia jatuh ke lembah maksiat. Dalam hadits diriwayatkan dari al-Baihaqi, “Sesungguhnya Alloh ta’ala memperhatikan hamba-Nya pada malam pertama dari bulan Romadhon”
Sehingga Salafus sholeh menamakan malam itu dengan “Lailatin nadzhroh” (malam pandangan rahmat Alloh). Rosululloh SAW bersabda, “Jika sekiranya pada malam pertama dari bulan Romadhon itu Alloh memperhatikan hamba-Nya, siapa yang mendapat perhatian Alloh Ta’ala niscaya ia tidak akan disiksa selama-lamanya”
Oleh sebab itu, apabila seseorang merasa akan bertemu malam pertama atau malam seterusnya di bulan romadhon, maka sudah sepatutnya bersiap-siap mulai dari sekarang untuk mendapat pandangan Alloh ini.

Alloh ‘Azza wa Jalla apabila melihat kita, Alloh tidak melihat pakaian kita, Alloh juga tidak melihat penampilan kita, tetapi Dia melihat pada hati dan amalan kita.
Maka sebab itu, mulai dari sekaranglah bersihkan hati kita, maafkan setiap yang menyakiti kita, mohonkan ampunan Alloh untuknya.
Jika hati kita amat berat untuk menerimanya, ingatlah di hari kiamat nanti, kita akan datang kepada Alloh dengan keadaan salah dan berdosa, sedangkan kita mengharapkan Alloh agar mengampuni dosa kita.

Alloh memerintahkan kita untuk memaafkan orang lain. Alloh berfirman, “tidak sukakah kamu, Alloh mengampunkan dosa-dosa kamu?” Barangsiapa yang ingin diampuni dosa-dosanya oleh Alloh, maka seharusnya dia bersungguh-sungguh memaafkan orang lain.
Ada formulasi obat dari Nabi Muhammad SAW bagi siapa yang susah untuk memaafkan orang lain, yakni dengan mendo’akan orang yang menyakiti kita. Do’akan dia, tapi berdo’alah dengan jujur.
Jangan berdo’a seperti orang mencela, “Ya Tuhan, berilah dia hidayah!”, “Taubatkanlah dia!”
Jangan seperti itu , Anda seperti mencela dalam bentuk doa. Do’akan dia dengan penuh kejujuran.

“Ya Robb, berkahilah perjalanannya”
“Wahai Tuhan, berikanlah hidayah padaku dan juga dia”
“Ya Alloh, ampunilah kesalahanku dan juga dia”
“Ya Alloh, muliakanlah dia”
“Ya Alloh, tinggikanlah derajat (keimanan)nya”
“Ya Alloh, kembalikanlah dia kepada-Mu sebagai hamba terbaik”

Lihat, kalau kita do’akan kebaikan untuknya dan Alloh menerima do’a kita, maka perbuatan jahatnya akan dapat diselamatkan di masa yang akan datang. Sehingga orang lain pun akan terselamat juga dari kejahatannya.
Sebagian mereka mungkin ada yang berkata, “tak usahlah berdo’a untuknya, tidak ada manfaat berdo’a untuk dia. Semoga Alloh habiskan dia!”

Janganlah seperti itu, apakah Anda meyakini bahwasanya Alloh ta’ala lebih berkuasa membinasakan daripada memberi hidayah-Nya?! Apakah Alloh lebih berkuasa membinasakan sesuatu daripada memberi hidayah-Nya?!

Maha Suci Alloh! Dia Maha Mulia, rahmat kasih sayang-Nya melebihi kemurkaan-Nya.
wAllohu a’lam bishshowaab.

Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here