kalamulama.com- TIDAK MENGIKUTI SHOLAT JUMAT KARENA VIRUS CORONA Pada tulisan ini akan dibahas mengenai apakah virus corona bisa dijadikan alasan untuk tidak mengikuti sholat jumat dan menggantinya dengan shalat dzuhur. APAKAH VIRUS CORONA BISA DIJADIKAN ALASAN TIDAK MENGIKUTI SHOLAT JUMAT??? Sholat Jumat memiliki syarat harus dilakukan secara berjamaah, oleh karena itu jumhur ulama memberlakukan syarat dan ketentuan yang ada pada sholat berjamaah berlaku juga pada sholat jumat, begitu juga udzur atau penghalang seseorang yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakannya. Melalui kitab

kalamulama.com– TIDAK MENGIKUTI SHOLAT JUMAT KARENA VIRUS CORONA

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai apakah virus corona bisa dijadikan alasan untuk tidak mengikuti sholat jumat dan menggantinya dengan shalat dzuhur.

APAKAH VIRUS CORONA BISA DIJADIKAN ALASAN TIDAK MENGIKUTI SHOLAT JUM’AT???

Sholat Jumat memiliki syarat harus dilakukan secara berjamaah, oleh karena itu jumhur ulama memberlakukan syarat dan ketentuan yang ada pada sholat berjamaah berlaku juga pada sholat jumat, begitu juga udzur atau penghalang seseorang yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakannya.

Melalui kitab “AL-MANHAJ AL-QAWWIM” Imam Ibnu Hajar al-Haitamy membahas dalam satu bab yaitu “Udzur-udzur sholat Jumat dan Jamaah”. Udzur merupakan sebuah keringanan atau kemurahan untuk meninggalkan suatu perbuatan, sehingga pelakunya tidak memperoleh kemakruhan, andai yang ditinggalkan suatu yang sunah, dan tidak memperoleh dosa andai yang ditinggal suatu kewajiban.

Dalam ungkapan lain bahwa tidak ada kewajiban sholat Jum’at bagi orang yang memperoleh keringanan tidak melaksanakan sholat berjamaah. Rukkhsah yang berlaku dalam Sholat berjamaah maka berlaku pula pada sholat Jum’at. Demikian pendapat Imam Syamsuddin Muhammad bin Muhammad Al-Khatib al-Syarbiny tertuang pada kitab Mughni al-Muhtaj Syarah kitab Minhaj al-Thalibin karya Syekh al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawy.

Termasuk udzur yaitu adanya ketakutan terhadap sesuatu yang harus dijaga, diantaranya khawatir akan keselamatan jiwanya, hartanya, atau hal lain yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagaimana dipaparkan oleh SYEKH SULAIMAN dalam kitab AL-BUJAIRAMY ‘ALA AL-KHATIB.

Ketakutan akan tertular virus Corona termasuk dalam kekhawatiran keselamatan jiwa dan raganya.

Seseorang yang berada dalam wilayah yang ditetapkan pandemi virus Corona maka dirinya wajib menjaga dirinya agar selamat dari virus tersebut.

Oleh karena itu seseorang boleh tidak mengikuti shalat Jum’at dengan alasan menjaga keselamatan jiwanya. Dan dia wajib melaksanakan sholat dzuhur.

APAKAH BOLEH MELAKSANAKAN SHOLAT DZUHUR SEBAGAI PENGGANTI SHOLAT JUM’AT DIKARENAKAN MENJAGA DIRI DARI VIRUS CORONA??? .

Kekhwatiran akan keselamatan jiwa dari tertular virus Corona merupakan udzur yang mengggugurkan kewajiban seseorang untuk tidak melakukan sholat Jumat dan berjamaah.

Karena tidak melaksanakan Sholat Jum’at, apakah harus diqadha sholat Jum’atnya pada lain waktu, atau cukup dengan melaksanakan sholat Dzuhur?

Syekh Syamsudin Muhammad bin Muhammad al-Khatib al-Syarbiny menjelaskan melalui kitab Mughni al-Muhtaj (I/537) bahwa orang yang tidak wajib melaksanakan shalat Jumat, jika sholat Dzuhurnya sah, maka andai dia sholat Jum’at pun juga sah, tetapi cukup baginya dengan melaksanakan shalat Jum’at.

Akan tetapi, mereka yang tidak wajib sholat Jum’at jika tetap melaksanakannya tentu itu lebih utama baginya, melebihi keutamaan orang berkewajiban melaksanakan sholat Jum’at.

Syekh Ibrahim menganjurkan orang yang tidak wajib sholat Jumat agar melaksanakan sholat Dzuhur secara berjamaah dan tanpa bersembunyi, kecuali jika dia menyembunyikan udzurnya, maka sebaiknya dia bersholat Dzuhur secara sembunyi pula.

Bagi mereka yang meyakini jika udzurnya tidak akan hilang hingga waktu sholat Dzuhur berakhir, maka baiknya melaksanakan sholat Dzuhur pada awal waktu demi memperoleh keutamaannya. (Hasyiyah al-Bajury ll/145)

Sumber: IG Fiqih 4 Madzhab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here