Pertanyaan :

Pengasuh Pondok Sunan Drajad pernah menjelaskan bahwa salat sunah Rawatib Qabliyah Dzuhur 4 rakaat boleh dilakukan dengan 1 kali salam. Berarkah?

Jawaban :

Benar, sebagian ulama memang membolehkan. Hal ini berawal dari hadis bahwa Nabi pernah melakukan salat sunah 4 rakaat setelah salat Jumat. Dari hadis ini Syaikh asy-Syaukani berkata dalam Nail al-Authar 3/334:

ﻭﻗﺪ اﺧﺘﻠﻒ ﻓﻲ اﻷﺭﺑﻊ اﻟﺮﻛﻌﺎﺕ ﻫﻞ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺘﺼﻠﺔ ﺑﺘﺴﻠﻴﻢ ﻓﻲ ﺁﺧﺮﻫﺎ ﺃﻭ ﻳﻔﺼﻞ ﺑﻴﻦ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺑﺘﺴﻠﻴﻢ؟

Ulama beda pendapat mengenai salat sunah 4 rakaat, apakah disambung dengan 1 salam di akhir atau dipisah 2 rakaat salam?

ﻓﺬﻫﺐ ﺇﻟﻰ اﻷﻭﻝ: ﺃﻫﻞ اﻟﺮﺃﻱ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﺑﻦ ﺭاﻫﻮﻳﻪ ﻭﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ.

Pendapat pertama disampaikan oleh ulama ahli ra’yu (pendapat) dan Ishaq bin Rahuwaih. Ini adalah dzahir hadis Abu Hurairah.

ﻭﺫﻫﺐ ﺇﻟﻰ اﻟﺜﺎﻧﻲ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭاﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ اﻟﻌﺮاﻗﻲ، ﻭاﺳﺘﺪﻟﻮا ﺑﻘﻮﻟﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -: «ﺻﻼﺓ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻣﺜﻨﻰ ﻣﺜﻨﻰ» ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﻭﻗﺪ ﺗﻘﺪﻡ.

Pendapat kedua disampaikan oleh al-Syafii dan mayoritas ulama, seperti yang dikatakan oleh al-Iraqi. Para ulama menggunakan dalil sabda Nabi shalla Allhu alaihi wa sallama: “Salat sunah di siang hari adalah 2 rakaat – 2 rakaat” (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Intaha Qaulu asy-Syaukani.

Setelah saya coba mencari tambahan referensi, maka saya temukan riwayat lain yang membolehkan, yaitu:

ﻗﻠﺖ: “ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻛﻴﻒ ﺻﻼﺓ اﻟﻠﻴﻞ؟ ” ﻗﺎﻝ: “ﻣﺜﻨﻰ ﻣﺜﻨﻰ،” ﻗﻠﺖ: “ﻛﻴﻒ ﺻﻼﺓ اﻟﻨﻬﺎﺭ؟ ” ﻗﺎﻝ: “ﺃﺭﺑﻌﺎ ﺃﺭﺑﻌﺎ،”

Saya (Ali) bertanya: “Wahai utusan Allah, bagaimana salat sunah malam?” Nabi menjawab: “2 rakaat – 2 rakaat”. Saya berkata: “Bagaimana dengan salat sunah siang?” Nabi menjawab: “4 rakaat – 4 rakaat”

Syaikh Muttaqi al-Hindi berkata:

“ﻋﺐ ﻭﺳﻨﺪﻩ ﺣﺴﻦ”

“Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, sanadnya hasan” (Kanz al-Ummal )

Ustadz Ma’ruf Khozin, anggota PW LBM NU Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here