Home Tags Isra Mi’raj

Tag: Isra Mi’raj

Kalam Ulama – Peristiwa Isra dan Mi’raj penuh dengan pelajaran penting, harus dikaji dan dipelajari serta kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup. Sebab memang untuk tujuan memetik pelajaran, terjadilah perjalanan agung Isra dan Mi’raj tersebut. Karena itu alangkah pentingnya bagi umat islam untuk mengetahui secara terperinci tentang perjalanan agung Isra dan Mi’raj. Sungguh jika seluruh masa dihabiskan hanya untuk membicarakan tentang peristiwa agung Isra dan Mi’raj maka masa akan sirna sedangkan mutiara-mutiara Isra dan Mi’raj tak kunjung habis untuk dipetik.

Bagaimana tidak? siapa yang mampu menceritakan apa yang terjadi disaat perjumpaan Sang Hamba dengan Sang Khaliq di malam itu? Siapa yang mampu menggambarkan tentang kenangan maha indah detik-detik perjumpaan? Semua harapan makhluk terputus untuk merasakan indahnya detik-detik perjumpaan tersebut.

“Martabat yang dibawahnya semua harapan untuk mencapainya terputus Puncak tertinggi yang tidak ada lagi martabat di atasnya.”

Namun setetes dari samudera dan sedikit rintik dari hujan yang deras akan cukup bagi para pecinta untuk merajut cinta dengan sang kekasih agung Nabi Muhammad saw. Karena itu di bulan rajab yang agung ini di banyak tempat dibacakan riwayat kisah dan sejarah perjalanan Isra dan Mi’raj. Di Masjid An-Nur makam kramat Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Atthos pada hari kamis terakhir bulan rajab, lepas shalat maghrib berjamaah, setiap tahunnya adalah contoh dan teladan baik dalam mengkaji riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj. Riwayat kisah dan sejarah Isra dan Mi’raj yang dirangkum oleh Al Imam Al ‘Allamah As Sayyid Zainal ‘Abidin bin Muhammad Al hadi bin Zainal ‘Abidin Al Barzanji yang berjudul An-Nur Al Wahhaj Fi Qisshoti Al Isra wa Al Mi’raaj. Berkata As Sayyid Ja’far bin Ismail Al Barzanji, “Kitab An-Nur Al Wahhaj merangkum banyak hadits-hadits tentang perjalanan Isra dan Mi’raj yang disusun oleh penulisnya dengan bahasa sastra yang sangat indah, yang susunannya semacam kitab-kitab riwayat maulid Nabi saw dengan menjadikannya berfashal-fashal yang di antara kedua fashalnya dihiasi dengan shalawat kepada Baginda Rasulullah saw.”