Kajian Islam (Kalam ulama). Sayyid Mandur selaku pengurus Ikatan Sufi Mesir memberi keterangan mengenai pendirian tarekat baru oleh Mufti Negara Mesir periode sebelumnya, Syaikh Ali Jum’ah, yang menggunakan nama Syadzuliyah Aliyah Muhammadiyah. Menurut beliau, tarekat ini bermanhaj dengan manhaj sufi syadzili. Apalagi secara khusus, Syaikh Ali Jum’ah adalah salah satu murid Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim, pendiri pusat studi sufi Al-‘Asyirah Al-Muhammadiyah Asy-Syadzuliyah (Kekeluargaan Tarekat Muhammadiyah Syadzuliyah).

Baca Juga : Kajian Kifayatul Atqiya’ #02: Keutamaan Menulis Sholawat

Sayyid Mandur menuturkan kepada Harian Dustur (salah satu kantor berita Mesir) bahwa tarekat baru ini dinamai setelah melalui musyawarah bersama para masyayikh tarekat Ikatan Sufi Mesir. Sebagaimana diketahui, pusat tarekat ini berada di daerah 6 Oktober samping Masjid Fadhil, masjid yang didirikan oleh Syaikh Ali Jum’ah. Masjid ini juga berfungsi seperti raudhah atau sahah (pusat pendidikan sufi) yang dikhususkan untuk tarekat Syadzuliyah Aliyah.

Penanggung jawab Ikatan Sufi juga menuturkan kepada Harian Dustur bahwa semua masyayikh tarekat sufi sudah mengetahui adanya tarekat baru ini. Beliau mempersilakan Syaikh Ali Jum’ah untuk segera mengurus berkas pendiriannya di Majelis A’la Ikatan Sufi. Beliau juga berkata bahwa kehadiran tarekat baru ini sudah disetujui dan disrestui oleh para masyayikh sufi.

Penanggung jawab Ikatan Sufi menambahkan bahwa para masyayikh sufi memiliki kecintaan dan pengakuan yang kuat kepada Dr. Ali Jum’ah. Hal ini dapat dilihat dari besarnya dukungan mereka kepada beliau pasca aksi teror yang dilancarkan oleh kelompok teroris Ikhwanul Muslimin kepada beliau sekitar tanggal 30 Juni lalu dan usaha beliau di media massa dalam membuktikan kerusakan pola pikir ekstrimisme yang banyak dikembangkan oleh kaum salafi.

Persetujuan para masyayikh sufi terhadap tarekat baru ini menunjukkan bahwa jumlah tarekat sufi di negeri Mesir bertambah satu menjadi 77 tarekat. Jumlah pengikut tarekat baru ini diperkirakan mencapai 300.000 murid berkewarganegaraan Mesir dan 100.000 berkewarganegaraan asing.

Di pihak lain, Dr. Alauddin Abul Azaim, anggota Majelis A’la Ikatan Sufi, mengaku gembira dengan kehadiran tarekat baru ini. Beliau mengungkapkan bahwa tarekat baru ini menjadi tambahan kekuatan yang besar bagi Ikatan Sufi dan penyebaran Islam moderat. Abul Azaim juga menuturkan bahwa pendirian tarekat baru oleh Dr. Ali Jum’ah ini benar-benar untuk pengembangan sufi dan tarekat, apalagi selama ini sang mantan mufti negara dikenal aktif menyampaikan pembelaannya terhadap sufi dan tarekat dari pemahaman yang menyimpang dan tuduhan orang-orang ekstrimis. Beliau juga melihat bahwa dengan masuknya Dr. Ali Jum’ah ke Ikatan Sufi memperkuat usaha persatuan para sufi. Beliau memandang bahwa tarekat-tarekat sufi memang membutuhkan ulama mulia semisal beliau, apalagi masa-masa seperti ini.

Menurut informasi yang diterima Harian Dustur dari asisten Dr. Ali Jum’ah, tareka ini baru akan diumumkan secara resmi selepas pengurusan seluruh persyaratan resmi pendaftaran. Awalnya nama yang diusulkan adalah Aliyah Syadzuliyah, hanya saja Majelis A’la sempat menolak nama tersebut kemudian diganti dengan nama Syadzuliyah Aliyah. Pusat perwakilan tarekat juga akan segera didirikan diberbagai tempat di Mesir, untuk sekarang sudah adalah di Kairo, Iskandariyah, Syarqiyah, Gharbiyah, dan Aswan.

@adhlialqarni 
____________
Note: Disarikan dari berbagai sumber.

Baca Juga : Kajian Kifayatul Atqiya’ #06: Pengertian dan Kedudukan Taqwa dalam Tasawwuf