kiai Sahal
via nu online

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani, Santri Kiai Sahal Mahfudh dan Dosen IPMAFA Kajen Pati.

Akhul Ilmi hayyun khalidun ba’da mautihi,

Waaushaluhu tahta at turaabi ramiimun,

Wadzul jahli mayyitun wa huwa yamsyi ala al-tsara, yadzunnu minal ahyaai wa huwa ‘adiimu

Orang berilmu hidup abadi, meskipun tulang belulangnya di bawah debu hancur,

Orang bodoh hakikatnya meninggal meskipun ia berjalan di atas bumi, ia menganggap hidup, sedangkan ia tidak ada.

(“Ta’limul Muta’allim karya Syekh Zarnuji”)

kalamulama.com -Kiai Sahal Mahfudh, ulama besar yang selalu dikenang bangsa, karena kedalaman ilmu, keluhuran Budi, dan dedikasinya untuk umat dan bangsa. Beliau wafat hari Jum’at, 24 Januari 2014 dini hari, hari suci yg menurut banyak riwayat siapa yang meninggal pada hari Jumat menjadi indikator Husnul khatimah, terhindar siksa, dan berada di sisi Allah, amiin.

Legacy yang ditinggalkan Kiai Sahal luar biasa, baik intelektual maupun sosial. Fiqh sosial lahir sebagai media dinamisasi fiqh tekstual menjadi kontekstual berbasis maqasidus Syariah. Karya intelektual berbahasa Arab dan Indonesia Kiai Sahal dikaji di dalam dan luar negeri. Thariqatul HusulAl Bayanul Mulamma’ dan Anwarul Bashair dalam bidang Ushul fiqh dan qawaid fiqh menjadi master piece Kiai Sahal yang akan dikaji sepanjang masa.

Politik Kebangsaan

Sisi yang jarang dikaji dari Kiai Sahal adalah politik kebangsaannya. Kiai Sahal adalah Rais Aam NU 1999-2014, sosok pemimpin politik kebangsaan. Pengaruhnya melintasi batas batas geografis dan lintas sektoral. Beliau disegani warga NU yang beragam (tradisional, moderat, liberal) karena penguasaannya yang mendalam terhadap kitab kuning, wawasannya yang luas, dan perilakunya yang santun, disegani ormas Islam yang beragam (Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, Mathaliul Anwar, dll) karena moderasi dan keseimbangannya dalam pemikiran dan gerakan, dan disegani semua partai politik karena konsistensinya memegang khittah perjuangan.

Kiai Sahal memposisikan diri berada di tengah semua kepentingan, tidak mau ditarik tarik kepentingan politik praktis.

Seorang Sufi Humul

Kehebatan Kiai Sahal di atas tidak lepas dari laku sufinya. Kiai Sahal memang pakar bidang fiqh dan ushul fiqh, namun perilaku kesehariannya mencerminkan nilai nilai kesufian yang tinggi. Zuhud, wirai, ikhlas, sabar, dan istiqamah menjadi perilaku keseharian Kiai Sahal. Beliau sosok sufi besar pada jamannya. Ini jarang diketahui publik.

Pengaruh keluarga besar Bani Salam (Kiai Abdussalam, Kiai Mahfudh Salam, Kiai Abdullah Zen Salam), guru-guru Kiai Sahal (Kiai Muhammadun APIK Kajen, Kiai Muhajir Bendo Kediri, Kiai Zubair Dahlan Sarang, Kiai Yasin bin Isa Al Fadani), dan dari keluarga Jombang (Kiai Bisri Syansuri, Kiai Fatah Hasyim) sangat melekat pada Kiai Sahal.

Lihat saja, ketika bulan Ramadlan, kitab yang dibaca Kiai Sahal selain fiqh-ushul juga kitab tasawuf, khususnya karya Imam Ghazali. Bahkan, dalam pengajian harian, kitab Al Hikam karya Ibnu Athaillah As Sakandari juga dibaca Kiai Sahal. Beliau tidak hanya membaca, tapi juga mengamalkannya dalam keseharian menjadi laku hidup yang melekat dalam hati dan organ tubuh.

Semoga kita bisa mengkaji ilmu dan meneladani perjuangan Kiai Sahal, Amiin ya Rabbal Alamiin

Ila ruuhi syaikhina wa murabbi ruuhina KH MA Sahal Mahfudh wa liwaalidaihi wa masyayikhihi, Al -Faatihah …. Amiin Yaa Rabbal Alamiin

 

sumber: bangkitmedia.com dengan judul “Seorang Sufi Besar Pada Jamannya, Sisi Lain Kiai Sahal Mahfudh Yang Jarang Diketahui”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here