KalamUlama.com - SIKAP KITA KEPADA ORANG YANG MENGEJEK AGAMA ALLAH - Pada suatu hari Abu Mahdzurah mengolok-olok adzan ketika dikumandangkan di Makkah, maka Rasulullah meminta para sahabat untuk memanggil Abu Mahdzurah.

KalamUlama.com – SIKAP KITA KEPADA ORANG YANG MENGEJEK AGAMA ALLAH – Pada suatu hari Abu Mahdzurah mengolok-olok adzan ketika dikumandangkan di Makkah, maka Rasulullah meminta para sahabat untuk memanggil Abu Mahdzurah.

Di bawalah Abu Mahdzurah kepada Rasulullah dalam keadaan takut karena mengolok-olok syariat agama Allah. Kemudian Rasulullah meminta para sahabat untuk menjelaskan, apa yang tejadi pada Abu Mahdzurah ? Para sahabat serentak menjawab bahwa Abu Mahdzurah telah menggolok-olok adzan.

Abu Mahdzurah kelihatan ketakutan, tapi oleh Rasulullah dia diminta untuk mengumandangkan Adzan dan menjadi Muadzin di Makkah.

Setelah itu Abu Mahdzurah berkata, “Demi Allah sebelum ini tidak ada orang yang paling aku benci selain Nabi Muhammad, tapi setelah bertemu dan berbincang dengan beliau ini tidak ada orang yang paling aku cintai selain Nabi Muhammad”.

Lihatlah, seandainya kejadian mengejek / mengolok-olok syariat agama Allah itu tejadi di zaman sekarang ini apa yang akan dilakukan kepada orang seperti itu ? Bisa jadi orang itu akan dibunuh. Tetapi Rasulullah tidak mencontohkan seperti itu.

— Disampaikan oleh Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, diterjemahkan oleh Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan dan Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid, Malang, 2 Desember 2019 —

Oleh : Imron Rosyadi

Baca Juga : Habib Ali Al Jufri Berkisah Tentang Pertemuannya dengan Seorang Atheis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here