shalawat
via pendidik.co

kalamulama.com – Shalawat dan Rahasianya (The Secret Of Sholawat)

THE SECRET OF SHALAWAT

oleh: Ustadz Yazid Kalam

APA ITU SHOLAWAT

Kata shalawat dalam Bahasa Indonesia adalah kata serapan dari Bahasa Arab

Dalam Bahasa Arab, shalawat adalah bentuk jamak dari shalat

صلى يصلى – صلاة صلوات

Makna Bahasa dari kata shalat adalah do’a

Dalam Bahasa Indonesia, kata shalat dan shalawat dipergunakan secara berbeda. Kata Shalat dipergunakan untuk menunjukkan ibadah yang berupa ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang khusus yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan disertai niat. Kata shalawat dipergunakan untuk menunjukkan rangkaian kata yang berupa “do’a” bagi Baginda Muhammad saw.

Dalam berbahasa Arab, kedua makna itu biasanya bisa dibedakan dengan adanya harf jar ‘ala setelahnya. Bermakna shalat biasanya tanpa ada ‘ala. Bermakna shalawat ada ‘ala setelahnya.

PERINTAH SHALAWAT

Shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad saw “dilakukan” Allah dan Malaikat. Kaum mukminin diperintahkan Allah untuk bershalawat dan salam kepada Baginda nabi Muhammad saw.

إِنَّ اللهَ وَمَلٰئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚيٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzaab: 56)

mahar nikah nabi adam via bincangsyariah.com

Dari berbagai variasi tafsir yang ada, kecenderungan mayoritas memaknakan bahwa :

  1. Shalawat dari Allah adalah pujian, rahmat dan ridha-Nya
  2. Shalawat dari Malaikat Allah adalah do’a dan istigfar
  3. Shalawat dari kaum mukminin adalah do’a dan ta’zhim

Di antaranya bisa kita lihat di berbagai tafsir seperti Al-Futuuhaatul Ilaahiyyah da tafsir Ibnu Katsir.

Dengan adanya perintah Allah tersebut, maka hukum dari shalawat adalah masyru’iyyah. Secara mendasar perintah berada pada kisaran fardhu dan Sunnah dengan aneka rincian pendapat di antara para ulama.

Allah pun memaparkan dalam ayat-ayat lain bahwa Allah bershalawat kepada hamba-hamba-Nya, selain kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Di antara ayat Al-Quran yang memaparkan itu adalah :

هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَ مَلٰئِكَتُهُۥ

“Dia yang bershalawat (mencurahkan rahmat) kepada kalian dan (bershalawat pula kepada kalian) Malaikat-Nya….. (QS Al-Ahzab : 43)

Salamnya disampaikan pada surat Al-baqarah ayat 157.

أُولٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ وَ أُولٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

“Merekalah itulah yang mendapuatkan curahan shalawat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang mendapatkan petunjuk” (QS Al-Baqarah : 157)

Kelanjutan ayat (56) perintah shalawat di al-ahzab adalah ayat yang berisi ancaman bagi mereka yang menyakiti Baginda Nabi Muhammad saw (ayat 57) dan yang menyakiti kaum mukminin dengan sebab sesuatu yang sebenarnya tidak mereka perbuatan (58)

KEUTAMAAN SHALAWAT

kalamulama.com- 41 KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT. Fadhilah dan faedah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW : 1. Melaksanakan perintah Allah untuk bersholawat kepada nabi.
(Foto: @via twitter.com)

Bershalawat memiliki banyak keutamaan, di antaranya :

  1. Dari sahabat Abu Hurairah ra, bahwasanya Baginda Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Siapapun yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim)

  1. Dari sahabat Anas bin Malik ra, bahwasanya Baginda Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Siapapun yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. An-Nasai).

  1. Dari sahabat Abu Ad-Darda ra, bahwasanya Baginda Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapapun yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabrani).

  1. Dari sahabat Anas bin Malik ra, bahwasanya Baginda Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ

“Setiap doa terhijab hingga ia bershalawat kepada Nabi.” (HR. Ad-Dailami).

  1. Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, bahwasanya Baginda Rasulullah saw bersabda :

أَوْلَى النَّاسِ بِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

“Manusia yang paling utama bagiku di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak shalawatnya kepadaku (HR. At-Tirmidzi)

  1. Dari ‘Ashim bin “Abdullah beliau berkata, “Aku telah mendengar ‘Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah becerita tentang ayahnya berkata, “Saya telah mendengar Baginda Nabi saw sedang bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ يُصَلِّيْ عَلَيْهِ مَا صَلَّى عَلَيَّ قَلْيُقِلِّ عَبْدٌ مِنْ ذٰلِكَ اَوِ لْيُكْثِرْ

“Siapa yang bershalawat kepadaku maka tidak henti-henti malaikat bershalawat kepadanya sebagaimana ia bershalawat kepadaku, maka silahkan pilihlah mau sedikit atau banyak dari hal itu” (HR Ibnu Majah)

  1. Dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Abbas ra berkata, “Baginda Rasulullah saw bersabda :

مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ أَخْطَأَ طَرِيْقَ الْجَنَّةَ

“Siapapun yang lupa bershalawat kepadaku, maka ia telah menyalahi jalan surga” (HR Ibnu Majah)

  1. Dari sahabat Aus bin Aus ra berkata, “Baginda Rasulullah saw bersabda :

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ فَاِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ

“Sunguguh hari jum’at adalah sebagian dari hari kalian yang paling utama adalah hari jum’ah, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu sebab sungguh shalwat kalian ditunjukkan kepadaku

فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ كَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتَنَا عَلَيْكَ وَ قَدْ أَرَمْتَ قَالَ يَقُوْلُ بَلَيْتَ قَالَ إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami ditunjukkan kepada engkau sedangkan sungguh engkau telah hancur ? Baginda Rasulullah menjawab, “Sungguh Allah mengharamkan kepada bumi jasad para Nabi (HR Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah)

  1. Dari sahabat ‘Ali bin Abu Thalib berkata, “Baginda Rasulullah saw bersabda :

الْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang yang pelit adalah orang yang disebut namaku di dekatnya lalu ia tidak bershalawat kepadaku” (HR At-Tirmidzi)

(Baca Juga : 41 KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT)

Bagaimana Cara Bershalawat?

CARA SHALAWAT DAN SHALAWAT DENGAN LAFADZ SENDIRI

Banyak sekali kisah pengalaman orang yang mengamalkan shalawat nabi dalam hidupnya. Pengalaman orang memang bukan dalil syar’i, tapi cermin pelajaran bagi orang yang lain. Bercermin dengan pengalaman hidup orang diajarkan dalam Islam di antaranya ditunjukkan dengan ayat-ayat Al-Quran yang meriwayatkan pengalaman dan perjalanan hidup para Nabi, orang shalih dan para pendurhaka.

Berikut Beberapa Contoh Kisah Para pengamal Shalawat:

KISAH PARA PENGAMAL SHALAWAT NABI

PENUTUP
Semoga jadi keberkahan dan kemanfaatan bagi kita semua. Menjadi jalan kita lebih cinta kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Menjadi washilah kita lebih kokoh pada amal dalam iman, islam dan ihsan.
Saya tutup dengan riwayat dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Baginda Rasulullah saw menyampaikan, “Hidupku kebaikan bagi kalian. Kalian akan memberitakan dan didiberitakan. Wafatku pun kebaikan bagi kalian. Amal kalian akan dihadapkan kepadaku. Tiap aku melihat yang baik, kupanjatkan puji kepada Allah. Tiap aku melihat yang buruk, aku mohonkan ampun kepada Allah bagi kalian”.
Sungguh Baginda Nabi Muhammad saw amat kasih dan sayang kepada kita.

Anjuran Ulama untuk Memperbanyak Membaca Shalawat 

  1. Imam Ibn Qoyyim :ﺳﺒﺐ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺠﻨﺔ،ﻷﻧﻬﺎ ﺗﺮﻣﻲ ﺑﺼﺎﺣﺒﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺠﻨﺔ،ﻭﺗﺨﻄﺊ ﺑﺘﺎﺭﻛﻬﺎ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻘﻬﺎ.“Sholawat adalah jalan menuju Syurga, karena orang yg bersholawat akan mendapat kan jalan yg benar menuju Syurga, dan sebaliknya orang yg meninggalkan sholawat akan tersesat dari jalan menuju surga”.shalawat
  2. KH M. Zaini Abdul Ghani : Hidup diakhir zaman ini, jalan menuju Allah yang selamat adalah dengan membaca shalawat.
  3. Gus Ali Masyhuri : Orang yang istiqomah dan banyak membaca shalawat bisa dipastikan hidupnya lebih berbahagia dan berkah (Gus Ali Masyhuri Bumi Shalawat)shalawat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here