kalamulama.com – Bagaimana sebetulnya sejarah pencatatan sejarah Nabi bermula?. Dalam perayaan Maulid Nabi, pembacaan sejarah kehidupan Nabi SAW (Sirah Nabawiyah) sudah pasti dilakukan. Saat ini kitab Sirah Nabawiyah tidak terhitung jumlahnya, begitu banyak ilmuwan muslim yang menulisnya. Bagaimana sebetulnya sejarah pencatatan sejarah Nabi ini bermula? Dalam The Great Episodes of Muhammad SAW, DR Al-Buthy menulis, secara kronologis pencatatan Sirah Nabi dilakukan setelah pencatatan sunnah. Jadi pencatatan sunnah atau hadist, lebih dulu dilakukan bahkan diperintah Nabi SAW saat beliau hidup.

Menurut DR Al-Buthy, diantara orang yang pertama kali menaruh perhatian tentang sirah Nabi SAW adalah Urwah bin Az-Zubair (wafat 92 H), lalu Abban bin Ustman bin Affan (105 H), kemudian Wahb bin Munabbih (110 H), dan Syihab Az-Zuhri (124 H). Sayangnya, karya mereka telah punah. tidak ada bukunya yang tersisa kecuali jejak-jejak yg sebagian dikutip Ath- Thabari, sejarawan muslim terpandang. Konon, sirah Nabi karya Wahb Bin Munabbih, masih tersimpan di Perpustakaan Heidelburg di Jerman. Tapi ini perlu dikonfirmasi.

Mereka adalah generasi pertama yang menulis sirah Nabi. Generasi selanjutnya adalah Muhammad bin Ishaq (wafat 152 H) yang karyanya tentang sirah Nabi SAW diyakini paling terpercaya. Kemudian ada juga Abu Muhammad Abdul Malik (Penulis Sirah Ibn Hisyam). Yang menarik, para penulis sirah Nabi SAW generasi awal ini mengambil sumber-sumber dibatasi pada tiga hal saja, yaitu : pertama, Kitabullah yang merupakan sumber otentik pertama dalam mengenali seluruh sisi kehidupan Nabi SAW. Kedua, kitab-kitab hadist seperti Al Kutub As-Sittah. Sumber ketiga adalah dari periwayat yang menaruh perhatian besar kepada sirah dan kehidupan Nabi SAW. Ketiga sumber inilah yang menjadi dasar pencatatan generasi awal penulis sirah. Karenanya, menurut Al-Buthy karya mereka dipercaya sebab ditulis dengan metodologi yang jelas dan ketat.

‘Sirah Ibnu Ishaq’ yang ditahqiq dan disyarah Ibnu Hisham lalu dinamai olehnya menjadi ‘Sirah Ibnu Hisham’adalah sirah paling representatif yang membahas perjalanan hidup Nabi SAW.
Ibnu Hisyam menghimpunnya dari kitab Al-Maghazi dan As-Siyar karya Ibnu Ishaq. Kelak sirah ini menjadi sirah paling lengkap dan sumber paling awal sejarah Nabi. Tak ada satu buku sirah pun yang ditulis setelahnya kecuali merujuk kepadanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here