Riba Yang Bukan Riba

Riba Yang Bukan Riba

oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Maksudnya apa nih? Memangnya ada riba yang bukan riba? Bukannya kalau riba ya riba dan haram?

KalamUlama – Ada dua kata riba di judul ini. Riba pertama adalah riba yang lagi banyak dibicarakan orang, viral, ngetrend dan eforia. Bahkan jadi semacam gerakan anti riba. Riba kedua adalah riba dalam pengertian para fuqaha, ahli syariah dan hukum ekonomi syariah.

Dan seringkali keduanya tidak singkron. Di level awam yang lagi demam anti riba, sekarang ini apa-apa dibilang riba. E-money riba, cicilan riba, kredit riba, jual-beli riba, titip uang riba, menabung riba, investasi riba, hadiah riba, undian riba.

Kesrempet Bajaj di gang sempit pun sopir Bajajnya diteriakin,”Woy, supir Bajaj, riba luh”. Sopir Bajajnya garuk-garuk kepala sambil bengong.

Salah seorang jamaah ibu-ibu kemarin ada yang tanya ke saya, curhat urusan suaminya yang mau kawin lagi diam-diam,”Ustadz, berarti suami saya itu melakukan riba, ya?”. Saya bingung, kenapa riba?. Ibu itu menjawab sambil mengepalkan tangan,”Kan istrinya bertambah. Riba itukan bertambah”. Walah, riba kok sampai kesitu-situ ya.

* * *

1. Pembayaran Secara Cicilan Kredit Tidak Selalu Riba

Jual-beli itu ada yang pembayarannya tunai dan ada yang ditangguhkan. Apakah gara-gara harga yang ditawarkan berbeda antara tunai dan ditangguhkan terus langsung jadi riba?

Jawabannya tidak juga. Kenali dulu riba itu apa, baru berfatwa. Yang jadi riba itu kalau kita beli sesuatu dengan pembayaran yang ditangguhkan, alias dicicil atau dikredit. Lalu giliran kudu bayar, kita minta ditangguhkan lagi dengan konsekuensi harganya jadi naik. Itu baru riba.

Sedangkan menawarkan suatu barang dengan dua harga, itu mah bukan riba. Kan di pembeli ditawarkan salah satu dari dua opsi. Lalu keduanya sepakat dengan salah satu opsi, misalnya bayarnya ditangguhkan alias dicicil, dengan menyepakati suatu harga, yang beda dengan harga tunai. Jelas halal dan sah-sah saja.

2. Investasi Tidak Selalu Riba

Berinvestasi itu bisa riba tapi bisa juga tidak. Kenali dulu dimana titik ribanya, baru berfawa.

Kalau saya investasi di bisnis milik A senilai 100 juta, lalu disepakati tiap bulan A kudu kasih saya uang 1 juta atau 1% dari uang investasi saya, maka ini jelas riba.

Tapi kalau akadnya diubah menjadi tiap bulan, saya dan A sepakat membagi keuntungan usaha. Berapa pun dari keuntungan itu dan bukan dari nilai investasi saya, saya dapat 10% misalnya, jelas ini bukan riba. Ini namanya bagi hasil.

3. Pembiayaan Tidak Selalu Riba

Kalau saya pinjam uang kepada A 15 juta untuk beli motor, lalu tiap bulan saya kudu membayar cicilan atas hutang uang saya plus bunganya, jelas ini riba.

Tapi kalau saya minta A beli motor seharga 15 juta, lalu minta dia jual motor itu ke saya seharga 20 juta, jelas ini bukan riba. Ini namanya jual-beli dimana dia untung 5 juta. Dan itu halal sebagaimana firman Allah :

وأحل الله البيع وحرم الربا

Dan Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah : 275)

So, pelajari lebih dalam ilmu fiqih muamalah, biar bisa bedakan mana riba mana bukan riba, biar tidak keliru dalam memvonis riba. Juga agar kita tidak mengharamkan apa-apa yang Allah halalkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Maidah : 87

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here