keajaiban dunia Buya Syakur
via fb Santri Buya Syakur Yasin

Sastra Islam (Kalam Ulama) – Keajaiban Dunia

oleh: Buya Syakur Yasin

Di setiap era dalam peradaban manusia selalu muncul keajaiban

Keajaiban kali ini orang gerah mendengar petuah lebih senang saling bantah.

Tidak perlu menoleh kebelakang, masa lalu telah tersungkur

Tidak perlu mengingat kenangan yang sudah terbang,

Tidak usah engkau tangisi kekasih yang sudah melambaikan tangan.

Bila kafir menang dan fikir kalah,

maka mesjid akan berubah menjadi kuburan massal.

Lalu di atas bangkai umat islam akan di bangun surga.

Kita hidup sekarang di tengah masyarakat yang sangat ajaib

Lebih suka mendengar provokasi dari pada mendengar jeritan rakyat.

Tidak usah meratapi kebaikan hatimu dan praduga baik kepada sesama,

Mereka tidak engkau dapatkan ketika engkau tidak dapatkan orang yang menghargai dirimu di muka bumi ini.

Lihatlah langit disana ada yang menabur kedamaian di dalam hatimu.

Setelah angin kencang pasti turun hujan,

setelah mendung pergi matahari berseri

Aku masih menikmati kebahagiaanku,

sekalipun aku harus tetap menyembunyikan duka di hati

sekalipun sampai batas terakhir,

aku tidak mendapatkan ada sepotong telinga yang bersedia mendengar lagi.

Suasana gaduh dan hiruk pikuk orang saling berseberangan

Menjadi keindahan yang istimewa di hatiku,

ketika telah menjadi kenangan ternyata dapat juga aku lalui dengan selamat.

Kebahagiaan mu palsu, kebahagiaan mu palsu bila hatimu tidak sakit

ketika melihat orang di hina dan di caci maki di hadapanmu.

Kebahagiaan itu adalah kebersamaan bukan sendiri-sendiri,

bila aku menegurmu artinya aku  mencintaimu.

Pemberani itu bukan orang yang tidak memiliki rasa takut,

melainkan punya kemampuan mengatasi persoalan

Sehingga yang di tegur tidak tersinggung dan mau mendengarkan petuah mu.

Bila engkau sudah yakin itu memang benar,

lakukan saja nanti orang lain akan menilainya.

Banyak orang yang bicara tanpa difikirkan dulu,

untuk itu engkau tidak perlu bersusah payah memulung maksud dan tujuan,

dengarkan saja sambil pura-pura tidak mengerti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here