PSK 100 DINAR

Oleh : Muhammad Azka
Al-Mu’tamir bin Sulaiman berkata: “aku mendengar Abu Ka’ab bercerita tentang kecantikan, ia bercerita: “ada seorang wanita yang berprofesi sebagai PSK yang kecantikannya adalah sepertiga dari kecantikan seluruh wanita yang ada di muka bumi ini dan tidak mungkin bisa menikmati dirinya kecuali dengan 100 dinar.

Suatu saat ada seorang laki-laki yang taat beribadah sedang melihat wanita tersebut dan ternyata ia terpesona. Kemudian laki-laki tersebut beranjak pergi untuk bekerja keras mengumpulkan uang dan akhirnya mampu mengumpulkan 100 dinar.

Laki-laki tersebut berkata kepada PSK: “sungguh dirimu telah membuatku tergila-gila. Lalu aku bekerja keras hingga aku berhasil mengumpulkan 100 dinar.” PSK menjawab: “bayarkan uangnya ke bendahara sampai ia menerima pembayaran.” Laki-laki tersebut melaksanakannya. Kemudian PSK bertanya: “apakah kau sudah membayarkannya?”, “sudah”, jawab laki-laki tersebut. PSK melanjutkan: “kalau begitu, masuklah kamu.” Ternyata PSK tersebut benar-benar cantik luar biasa dan berperawakan sangat molek. Kamar dan kasurnya terbuat dari emas. Lalu PSK mengajak: “ayo ke sini.” Ketika laki-laki tersebut sudah berada pada posisi layaknya hubungan suami isri, tiba-tiba ia teringat keberadaannya di sisi Tuhannya. Laki-laki tersebut spontan menggigil dan nafsunya langsung tidak berfungsi. Setelah itu, laki-laki tersebut berkata: “tinggalkan aku. Aku akan keluar dari sini dan biarlah 100 dinar menjadi milikmu.” PSK bertanya: “apa yang terjadi denganmu? Kau telah melihat kemolekanku. Aku telah membuatmu terpesona hingga kau bekerja keras dan kau berhasil mendapatkan 100 dinar dan sekarang kau mampu berbuat sesuatu yang kiranya hendak kau perbuat.” Laki-laki tersebut menjawab: “Aku takut kepada Allah. Aku takut kedudukanku di sisi Allah.” PSK menjawab: “Jika kau benar begitu, asal tahu saja, aku menghendaki kau menjadi suamiku.” Laki-laki tersebut menjawab: “biarkan aku keluar dari tempat ini.” PSK menimpali: “tidak, jika kau mau berjanji bahwa kau sudi menjadi suamiku.” “Tidak mau, bahkan sampai aku keluar dari sini, aku tetap tidak mau”, jawab laki-laki tersebut dengan tegas. PSK berkata: “baiklah, kau boleh keluar dari sini. Tapi jika suatu saat aku datang padamu, maka kau harus menikahiku.” “Baiklah”, jawabnya. Lalu laki-laki tersebut keluar dengan menutup mukanya dengan bajunya dan kembali ke daerahnya.

Suatu saat, PSK tersebut ingin pergi menemui laki-laki tersebut di daerahnya. Dengan penuh penyesalan terhadap dunia yang selama ini ia jalani, akhirnya ia sampai di tempat laki-laki yang dicari. Wanita tersebut (sekarang sudah tidak disebut PSK lagi) bertanya-tanya kepada penduduk setempat siapa nama dan dimana rumah laki-laki pujaannya itu. Akhirnya ia diberitahu. Lalu ada seseorang yang berkata kepada laki-laki itu: “ratu kecantikan telah datang mencarimu.” Namun, ketika melihat sang ratu kecantikan, laki-laki tersebut sangat tercengang dan meninggal dunia tiba-tiba.

Laki-laki tersebut jatuh tepat di kedua tangan wanita itu. Wanita itu berkata: “aduh, aku terlambat untuk memilikinya. Adakah ia mempunyai saudara laki-laki ?” Ada yang menjawab: “ada, tapi ia seorang yang faqir.” Lalu wanita tersebut mendatangi saudara laki-lakinya dan berkata padanya: “sungguh aku meminta kau menikahiku karena kecintaanku terhadap saudaramu.” Lalu mereka menikah dan dikaruniai 7 orang anak.

Sumber: Dzammul Hawa karya al-Hafizh Ibnul Jauzi (wafat 597 H), halaman 247 – 248:


Kisah ini juga disebutkan oleh al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab at-Tawwabin, halaman 109 – 110.