Kajian Islam (Kalam ulama). Proporsional dalam memenuhi hak

Secara global hak dibagi menjadi dua yaitu (1) Haqqul Allah dan (2) Haqqul adamy. Haqullah (hak Allah) adalah hal-hak yang berhubungan dengan Allah. Sedangkan haqqul adamy (hak-hak anak adam) adalah hak-hak yang berhubungan dengan sesama manusia, seperti tetangga, istri, orang tua dan lain sebagainya.

Sebagai seorang suami tentu haruslah tahu hak-hak yang harus dipenuhi bagi istrinya. Jangan sampai terlalu sibuk dengan ibadah namun hak-hak istri dan keluarganya terabaikan.  Lebih-lebih hak bagi dirinya sendiri terabaikan akhirnya hak-hak yang lain ikut terbengkalai. Hal itu jangan sampai terjadi. Semua harus dibagi secara proporsional. Untuk membuktikan bahwa semua hak harus dipenuhi secara proporsional, perhatikan hadist berikut.

Disebutkan dalam kitab “Husnul Asyroh” karya Fuad bin Abdul aziz juz 1 halaman 12 :  Kami sebutkan kisah Abu Darda’ kemudian hadist Nabi SAW untuk Amr bin Ash. Kedua kisah ini mengandung peringatan.

(Baca juga : Laki-laki Sholeh bagi Istrinya)

Dari Abu Juhaifah berkata : Nabi SAW mempersaudarakan sahabat Salman dan Sahabat Abu Darda’. Suatu ketika Salman mengunjungi Abu Darda’, dia melihat Ummu Dar’da itu dermawan. Kemudian Salman bertanya padanya : “Apa perlumu?”  Ummu Darda’ menjawab : “Saudaramu Abu Darda’ tidak butuh dunia. Lalu datang Abu Darda’ membuat makanan. Salman berkata : “Makanlah” Abu Darda’ menjawab : “ aku puasa”. Pada tengah malam Abu Darda’ berdiri (sholat) kemudian Salman berkata : “tidurlah” lalu Abu Darda’ tidur. Dia bangkit lagi (sholat) lalu Salman berkata : “tidurlah”. Ketika di akhir malam Salman berkata : “Bangunlah sekarang”. Kemudian keduanya sholat. Setelah itu Salman berkata : “ Sungguh bagi Tuhanmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu ada hak, maka berikanlah setiap hak dari masing-masing. Datang Rasulullah bertutur demikian kepada Abu Darda’. Nabi SAW berkata : “ Salman itu benar” HR. Bukhori no. 1968

Sahabat Abu Darda’ tidak menyibukan dirinya dengan selau beribadah kepada Allah. Dia lelaki yang selalu puasa dan sebagian besar malam untuk sholat dan dia mengurangi hak keluarganya. Namun yang demikian dilarang karena Abi Darda’ mengabaikan hak istrinya.

Kisah serupa terjadi pada Abdullah bin Amr bin Ash : Sungguh dia puasa pada siang hari, dan berdiri (sholat) pada malam hari. Maka Nabi SAW mencegahnya dari hal demikian. Karena itu melemahkan hak istrinya. 

قال صلى الله عليه وسلم لعبد الله بن عمرو بن العاص : يا عبد الله ألم أخبر أنك تصوم النهار, وتقوم اليل, قلت بلى يارسول الله. قال فلا تفعل, صم وأفطر, وقم ونم, فإن لجسدك عليك حقا, وإن لعينك عليك حقا, وإن لزوجك. رواه البخاري ٥١٩٩

“ Nabi SAW berkata kepada Abdullah bin Amr bin Ash : Wahai Abdallah Apakah akau tidak mengabarkan bahwa sesungguhnya kamu berpuasa di siang hari, dan berdiri (Sholat) di malam hari. Saya berkata : Iya (mengabarkan) Ya Rasulullah. Lalu Nabi berkata : Maka jangan lakukan, puasalah dan berbukalah, berdirilah dan tidurlah, sungguh bagi dirimu ada hak, bagi matamu ada hak, dan bagi istrimu ada hak.” HR. Bukhori no. 5199

Oleh : Hamzah Alfarisi