Dialog Rasulullah SAW Dengan Malaikat Jibril: (Pada Hakikatnya Kita Sedang Mencari Ketenangan) Oleh: Habib Umar bin HafidzPernah Nabi Muhammad
via detik.com || Foto: iStock

kalamulama.com– Dialog Rasulullah SAW Dengan Malaikat Jibril: (Pada Hakikatnya Kita Sedang Mencari Ketenangan)

Oleh: Habib Umar bin Hafidz

Pernah Nabi Muhammad saw bertanya kepada malaikat Jibril as. : “Apakah engkah pernah tertawa wahai Jibril??? ”

Malaikat Jibril menjawab :“ Ya ”

Nabi Muhammad saw bertanya lagi,:“ Kapan ? ”

Berkata malaikat Jibril:“ Ketika manusia mencari sesuatu didunia sedangkan sesuatu itu tidak ada di dunia. Sejak manusia mulai diciptakan sampai wafatnya, ia mencari sesuatu yang tidak pernah diciptakan didunia.”

Nabi Muhammad saw merasa heran dan bertanya :”Apakah sesuatu yang dicari manusia sedangkan hal tersebut tidak pernah diciptakan didunia..?!”

قال جبرائيل: الراحه.

Berkata malaikat Jibril; “ KETENANGAN

Sesungguhnya Allah tidak menciptakan ketenangan di dunia tetapi Allah menciptakannya di akhirat”.

Contohnya, Anak kecil berkata : “Andai aku sudah dewasa.?”

Pemuda berkata :”Andai saja aku kembali kecil”

Orang tua berkata : “Andai saja masa muda kembali lagi”

Orang yang telah menikah berkata : “Andai saja aku kembali pada masa lajang (jomblo)”

Dan orang yang lajang (jomblo) berkata : “Andai saja aku telah menikah”(Andai saja aku laku)

Orang yang tidak memiliki anak berkata : “Andai saja aku punya anak walau hanya satu anak saja”

Orang yang memiliki banyak anak berkata : “Andai aku tidak memiliki banyak anak”

Orang yang telah menikah dengan satu perempuan meng-inginkan : “Andai aku bisa menikah lagi”

Andai.. Andai.. Andai..

Semua andai-andai diatas dalam rangka memburu dan mencari Ketenangan. Akan tetapi tidak ada yang namanya ketenangan didunia ini. Maka wajib bagi kita untuk merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah tentukan untuk kita. Kita wajib bersyukur atas hal tersebut, dan perlu diketahui, sesungguhnya ketenangan ada didalam ibadah kepadaNya serta taat kepadaNya.

Sebagai jembatan kita dalam menapaki perjalanan untuk mendapatkan makna KETENANGAN hakiki yaitu di akhirat. Menangislah atas (kekurangan) dirimu.

فمن ترك قراءة القرآن ثلاثة أيام منْ غير عذر سمىى هاجرا

Maka barangsiapa yang meninggalkan membaca al-qur’an tiga hari tanpa udzur dialah yang dikatakan orang menjauh dari ketenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here