Kajian Islam (Kalam Ulama). One Day One Hadits #21 : Bepergian adalah Sebagian dari Siksa

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب العمرة باب السفر قطعة من العذاب 
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: *«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ»* (رواه البخاري) 

Artinya:
Dari Abu Hurairah (w. 59 H) radhiyallu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW. bersabda: *“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” H.R. Bukhari (w. 256 H)

Baca Juga : One Day One Hadits #20 : Berdampingan Dengan Non Muslim

Istifadah:
Bagi sebagian orang, bepergian adalah satu aktivitas biasa. Bepergian dianggap sebagai bagian dari rutinitas dalam hidupnya.

Imam Ibnu Hajar al Asqalani (w. 852 H) dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa Safar itu dikatakan bagian dari adab atau siksa dilihat dari dua sisi:

  1. Safar yang di dalamnya ada kesulitan. Kita akan sulit makan, sulit minum, tidur berbaring dan seterusnya.
  2. Kita akan meninggalkan orang-orang yang kita cintai.

Maka Rasulullah SAW. memerintahkan kita agar segera kembali kepada keluarga kita setelah pulang dari bepergian dan hendaklah kita pasrahkan dan serahkan semua kepada Allah SWT.

Kamis, 10 Rabi’ul Akhir 1439 H/ 28 Desember 2017 M

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]