NAsihat Habib Umar

kalamulama.com – Nasihat dan Wasiat Habib Umar bin Hafidz Di Monas 23 September 2019

Tiada yang lebih indah dari mendengar nama kekasih hati yang akan kita jumpai.
Al-Habib Umar bin Hafidz yang menghiasi malam itu di Monas, seakan bintang yang menyinari gelapnya malam.
Tiada yang lebih istimewa dibanding mendengar tutur katanya.
Secara lemah lembut beliau mulai menasehati kita…

1. Perkumpulan di malam ini adalah perkumpulan atas izin Allah. Allah memang telah memilih nama-nama hambanya yang akan mendatangi majelis di malam ini. Bahkan, jika ada seseorang yang merangkak teratih-atih untuk mengikuti sebuah majelis, tapi Allah tidak mengizinkannyam maka jelas ia tidak akan sampai di majelis tersebut.

2. Seorang hamba akan menghadapi 2 pilihan, Surga & Neraka. Dan pilihan itu mulai ditentukan semenjak kita di dunia ini. Seseorang yang memilih Surga, otomatis ia memiliki jiwa & ruh yang menginginkan kebaikan. Ia akan senang berkumpul bersama para sholihin. Ia akan memilih mendatangi majelis-majelis, dibanding menghabiskan waktunya dengan hp-nya. Maka dengan siapa kita berkumpul di dunia, dengan mereka pula kita akan berkumpul di akhirat.

Sedangkan seseorang yang memilih Neraka, ia memiliki jiwa & ruh yang enggan dalam kebaikan. Hawa nafsunya yang selalu menggiringnya ke maksiat. Bisikan setan yang mengajaknya mengikuti kebiasaan orang fasik. Dengan bangganya berani melantunkan lagu-lagu yang diharamkan, membuka auratnya, & menentang syariat Allah. Maka tidak diragukan lagi, neraka telah menanti kedatangannya.

3. Bersungguh-sungguhlah dalam mendekatkan diri kepada Allah. Baik ruh maupun jasadmu.

قال الله هذا يوم ينفع الصادقين صدقهم لهم جنّات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا رضي الله عنهم و رضوا عنه ذلك الفوز العظيم

“Allah berfirman, ‘Ini adalah suatu hari di mana kebenaran para shadiqin (orang-orang yang benar) bermanfaat bagi mereka. Mereka mendapatkan surga dan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.’”

4. Persiapkan matamu untuk memandang wajah para Anbiya’ & sholihin. Jagalah matamu dari segala hal yang diharamkan-Nya.
“Aku ingin kita berkumpul bersama di sana (akhirat) nanti, maka persiapkan diri kalian…” Ujar al-Habib Umar.

Jangan memandang saudara muslimmu dengan pandangan remeh. Dan jangan memandang dunia dengan pandangan mengagungkan. Karena tidak ada yang lebih pantas diagungkan, dibanding syiar-syiar Allah: Ka’bah, Alquran, sholat, dll.

5. Sambunglah tali kedekatan kalian dengan Alquran. Jangan acuhkan Alquran. Jangan biarkan Alquran terpupuk oleh debu karena tak pernah dibuka.

6. Jagalah anggota tubuh kita dari bermaksiat kepada-Nya. Yang awalnya lisan kita mahir menggunjing, jadikan lisan kita mahir berdzikir. Mata, telinga, hidung, perut, kemaluan, & kaki, jangan biarkan mereka tergelincir ke neraka karena kita yang tak menjaganya.

7. Sebarkanlah nasihat kepada siapapun yang kau temui. Bahkan kepada orang non muslim sekalipun. Mungkin, karena 2 kata, 3 kata yang keluar dari mulut kita, menjadi sebab ia mendapat hidayah untuk masuk islam.

Dikutip dari FP Pondok Habib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here