Anda rajin sholat? Tapi tidak perlu merasa sholat anda akan otomatis menghantarkan anda ke surga. Bukankah Kita membaca dalam surah al-Maun tentang orang yang shalat tapi di sisi Allah ia termasuk hamba-hamba yang celaka? Wah ngeri banget tuh…

Anda rajin puasa? Alhamdulillah, tapi mari introspeksi diri jangan-jangan puasa wajib dan sunnah yang anda kerjakan itu cuma sekedar menahan lapar dan dahaga sementara lidah anda terus membicarakan keburukan orang lain dan tangan anda terus menyakiti sesama.

Anda sering mengeluarkan zakat dan bersedekah? Ya amalan anda itu akan memperberat timbangan amal anda kelak. Tapi berhati-hatilah jangan sampai menyebut-nyebut amalan tersebut apalagi mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang yang menerima sedekah karena jika itu anda lakukan maka amalan tersebut akan terhapus seperti air hujan menghapus tanah di atas batu. Bersih tak ada sisanya.

Anda berkali-kali ke tanah suci? wow dahsyat…tentu tidak lupa untuk ambil foto selfie saat di depan ka’bah kan? Nah, hati-hati bisa rusak amal anda kalau hati anda tidak kuat dan ditiup-tiup Syetan untuk pamer dan nampang di sosial media. Lagipula sekarang lagi rame ibadah umrah bareng artis ini dan itu, anda itu sebenarnya mau ibadah atau mau kenal sama artis sih?

Mulutmu harimaumu, kata orang tua dulu. Sekarang mulut anda tidak perlu berkata-kata, tapi jari jemari anda yang berkata-kata, makanya nanti di akherat mulut kita terkunci tapi jari jemarilah yang bicara soalnya jari jemarilah yang update status di facebook atau nge-twit di twitter atau komen yang aneh-aneh dan mencaci maki orang lain, menuduh sana-sini atau menebar fitnah. Jangan sampai kita kelak masuk netaka gara-gara komen kita di sosial media yang menebar fitnah atau menyakiti hati orang lain.

Satu lagi, penyakit yang paling parah dan susah ada obatnya itu adalah penyakit hasud alias dengki. Nah, sosial media sudah menjadi tempat untuk menjamurnya iri hati atau kedengkian karena merasa hidup orang lain lebih indah dari yang kita jalani. Padahal belum tentu kan yang update status atau foto yang hebat-hebat itu memang menikmati kehidupan seperti itu. Jadi, rugi deh kalau anda membiarkan kedengkian tumbuh berkembang biak karena ngiri dengan kehidupan orang lain, terus ngomel, tuduh sana-sini dan cari-cari kesalahan orang lain. Hasud itu seringkali membuat kita jadi sering menghasut orang lain untuk membenci orang lain lho.Yakinlah hidup anda itu juga indah kok, bila anda tahu cara menikmati dan mensyukurinya.

Pendek kata, yuk….kita jaga amal kita masing-masing. Toh masing-masing diri ini yang akan bertanggungjawab di hadapan Allah kelak.

Selamat memulai aktivitas di hari Senin. Semoga Allah terus memenami setiap langkah kita mencari keridhaanNya.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School