Kajian Islam (Kalam ulama). Laki-laki sholeh bagi istrinya

Segala puji milik Allah yang telah menciptakan lelaki baik untuk lelaki baik dan lelaki pezina untuk perempuan pezina. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad  SAW yang telah mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi lelaki sholeh dan perempuan sholehah.

Firman Allah dalam Surat An-Nur ayat 3 :

. الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik. dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min”

(Baca juga : Keutamaan Laki-Laki atas Perempuan)

Ayat tersebut kalau di-mafhum mukholafah bisa bermakna laki-laki sholeh mengawaini perempuan sholehah, artinya memang lelaki sholeh untuk perempuan sholehah. Tak hanya perempuan sholehah yang perlu diketahui namun lelaki sholeh pun begitu.

Laki-laki sholeh selalu memenuhi tanggungan dan hak-hak istrinya. Diantara hak-hak istri yaitu memberikannya makan, nafkah, pakaian, memenuhi hajatnya, dan menolong agamanya. Seperti disebutkan dalam tafsir “al-Baghawi” juz 2 halaman 183.

Sedangkan dalam syarah Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujainihalaman 3 :

“(Fashal pertama) menjelaskan (tentang hak-hak istri) yang wajib dipenuhi (atas suami) yaitu (1) bagus dalam pergaulan (istri), (2) pemberian biaya hidup dan mahar, (3) pembagian giliran (kalau kebetulan poligami), (4) pengajaran apa-apa yang diperlukan dari fardhu dan sunnah ibadah walaupun tidak sunnah muakkad, (5) perkara yang berhubungan dengan haid, dan (6) wajibnya mentaatinya (suami) dalam hal selain maksiat.”

As-Syankithi al-Hanbali dalam kitabnya “Zadul mustaqni’” halaman 11 berkata :

“Lebih utama bagi suami bersikap ramah. Wajib bagi suami bertaqwa kepada Allah terkhusus jika memiliki istri yang sholehah. Dalam istri sholehah terdapat kebaikan. Wajib pula bagi suami menolong istrinya dalam urusan agamanya (istri) dengan membaguskan dunianya (istri)”

عن معاوية القشيري قال قلت يارسول الله, ماحق زوجة أحدنا عليه, قال : (أن تطعمها إذا طعمت, وتكسوها إذا اكتسيت) أو(اكتسبت) (ولا تضرب الوجه, ولا تقبح, ولا تهجر إلا فى البيت) رواه أبو داود (٢١٤٢)

“Dari Muawiyah al-Qusyairy berkata : Saya berkata wahai Rasulullah, apakah hak istri salah satu dari kita bagi suami ?, Rasul menjawab : kamu memberinya makan ketika kamu makan, memakaikan pakaian ketika kamu berpakaian atau ketika kamu memperoleh harta. Janganlah kamu memukul wajah, mencela, dan berpisah (dengannya tapi tidak mencerainya) kecuali di dalam rumah” HR. Abu Dawud no. 2142

Oleh : Hamzah Alfarisi