Kisah Teladan Sufi : “Anjing ini lebih mulia dariku”

Kalam ulama – Alkisah… ketika itu di musim hujan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’id (Seorang faqih dan Wali Besar di Zamannya) melewati suatu jalan yg becek dan berlumpur. Sa’at itu juga dari kejauhan tampak seekor anjing yang sedang melintas dari arah yang berlawanan.

Syaikh ‘Abdurrahman mencoba menghindari anjing itu dengan menepi ke pinggir jalan. Anehnya ketika anjing itu sudah mendekat, beliau malah berpindah ke jalan yg becek dan membiarkan anjing itu melewati jalan ”bersih” yg ia tempati.

Baca Juga : Ketampanan Baginda Besar Nabi Muhammad SAW

Salah satu muridnya yg menyaksikan kejadian itu lantas mendatanginya, Syaikh ‘abdurrahman tampak sedih dan termenung, si murid lalu bertanya: Ya Syaikh… aku bingung melihat apa yg Syaikh lakukan, mengapa engkau malah berpindah ke jalan yg kotor dan membiarkan anjing itu lewat di jalan yg bersih..???

Beliau lalu menjawab : ”Awalnya… aku memang ingin membiarkan anjing itu lewat di jalan yg kotor, lantas aku berfikir dan mengatakan dalam hati : “bukankah anjing ini lebih mulia dariku? bukankah ia lebih baik dariku? aku punya banyak dosa dan maksiat, sedangkan anjing ini tak punya dosa sama sekali, kalau begitu ia lebih pantas dimuliakan dari pada diriku yg hina ini, skrng aku takut Allah tidak akan mengampuniku krn aku telah merendahkan makhluq-Nya yg lebih mulia dariku”

Hikmah : Mereka para Awliyaa Allah, selalu meyakini bahwa mereka adalah makhluq paling hina yg pernah ada, padahal di sisi Allah mereka begitu mulia dan berharga bagaikan emas dan permata.

Habib ‘Umar bin Hafizh, beliau pernah berkata : ”Ketika engkau mengajar atau berceramah, maka yakinilah bahwa mereka yg ada di hadapanmu lebih baik dan mulia dari dirimu sedangkan engkau hanya orang yg mengharap barokah doa, pandangan, dan syafa’at mereka di akhirat kelak.

Baca juga : Ngaji Bareng Gus Baha’ “Tentang Dosa Mengurangi Timbangan”

Aamiiin.