Oleh: KH. Salim Azhar (Pengasuh PP. Sunan Sendhang, Paciran, Lamongan)
Wahbu bin Manbah menuturkan:
Yusuf diam dalam penjara selama 6 tahun,
Yaitu sebanyak bilangan huruf ” اُذُكُرْنِيْ ” ا – ذ – ك – ر – ن – ي ,
Rosululloh Muhammad SAW bersabda:
“Kasihan saudaraku Yusuf, andai tidak mengatakan ” اُذُكُرْنِيْ ” ,
Niscaya ia tak kan diam dalam penjara selama 6 tahun”,
( Tuhan tidak rela manusia setingkat Yusuf mengadu pada orang ),

Wahbu bin Manbah menuturkan:
Setelah beberapa tahun Yusuf diam dalam penjara,
Malaikat Jibril datang dan memberi kabar gembira:
“Wahai Yusuf, telah dekat kegembiraan dari Alloh”,
Yaitu Raja Royyan bermimpi dan tak seorang pun dapat menta’birkan,
Dan itu adalah sebab keluarmu dari penjara,

Beberapa hari kemudian Raja Royyan bermimpi:
Sepertinya air sungai Nil meresap dalam tanah,
Lalu muncul 7 sapi yang gemuk – gemuk,
Setelah itu muncul 7 sapi yang kurus – kurus,
Sapi yang kurus itu makan sapi yang gemuk,

Setelah itu muncul 7 tangkai gandum yang hijau,
Lalu muncul pula 7 tangkai gandum yang menguning,
7 tangkai yang menguning itu menempel pada 7 tangkai yang hijau,
Maka yang hijau jadi kuning dan kering,

Maka beliau bangun dari tidur dengan ketakutan,
Beliau memerintah agar didatangkan para penta’bir mimpi,
Beliau menceritakan mimpi tersebut kepada mereka,
Ketika mereka mendengarnya maka mereka mengatakan :

أَضۡغَٰثُ أَحۡلَٰمٖۖ وَمَا نَحۡنُ بِتَأۡوِيلِ ٱلۡأَحۡلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ ٤٤

“(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong,
dan kami sekali-kali tidak tahu menta´birkan mimpi itu”
( Yusuf : 44 ),

Pada malam harinya sang Raja tidur tidak bermimpi apa-apa,
Pagi harinya beliau sedih sebab lupa dengan mimpi yang kemarin,
Maka beliau memerintah agar para penta’bir mimpi dihadlirkan,

Setelah mereka berkumpul, sang Raja bertanya :
“Adakah kalian ingat ? Apa yang aku mimpikan kemarin ?
Mereka menjawab :
“Kami semua telah lupa, Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong”,
Sang Raja marah lalu memerintah agar para penta’bir mimpi dipecat,
Maka mereka dihapus dari daftar pegawai dan tidak digaji lagi,

Syahdan,
Orang yang bertugas sebagai pembuat minuman Raja datang,
Ia ingat akan pesan Yusuf ketika ia akan keluar dari penjara,
Maka ia bersimpuh dan sujud di hadapan Raja seraya berkata :
“Apakah Tuan mengizinkan kami untuk menta’birkan mimpi Tuan ?”,

Sang Raja berkata :
“Hai orang ini, Semua penta’bir mimpi tidak mampu menta’birkan,
Apakah engkau bisa untuk menta’birkan mimpiku ?”,

Pembuat minuman itu menjawab :
“Sungguh dalam penjara ada anak muda dari anak-anak Ya’qub,
Ia lebih mengerti dengan ta’bir mimpi Paduka Tuan Raja”,

Maka Sang Raja memerintahkannya agar ia datang ke penjara,
Ia lalu bergegas datang ke penjara untuk menemui Yusuf,

Setelah bertemu dengan Yusuf, ia mencium kepala Yusuf,
Ia mohon maaf dan mengatakan :
“Maafkan daku wahai Tuan Yusuf, kami lupa pada anda sekian lama,
Baru hari ini kami ingat anda, saat para penta’bir mimpi telah lemah,

Wahai Tuan Yusuf,
Raja bermimpi yang para penta’bir tidak mampu menta’birkannya,
Kemudian Raja lupa akan apa yang dilihat dalam mimpi tersebut,
Apakah gerangan mimpi tersebut ?”,

Yusuf menjawab : “Raja itu bermimpi,
Sepertinya air sungai Nil meresap dalam tanah,
Lalu muncul 7 sapi yang gemuk – gemuk,
Setelah itu muncul 7 sapi yang kurus – kurus,
Sapi yang kurus itu makan sapi yang gemuk,

Setelah itu muncul 7 tangkai gandum yang hijau,
Lalu muncul pula 7 tangkai gandum yang menguning,
7 tangkai yang menguning itu menempel pada 7 tangkai yang hijau,
Maka yang hijau jadi kuning dan kering”,

Tukang pembuat minuman itu lalu pulang dan memberitahu Raja
Bukan main kagum sang Raja,
Maka beliau memerintahkan agar Yusuf didatangakan ke hadapannya,

وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦۖ

Raja berkata : “Bawalah dia kepadaku”. ( Yusuf : 50 )

Sang Raja mengirim kuda dan pakaian serta mahkota,
Beliau memerintahkan para ajudan dan mentri-mentri,
Mereka diperintah untuk menjemput Yusuf dari penjara,

Ketika mereka telah datang dan hendak mengeluarka Yusuf,
Yusuf tidak mau keluar dan ia berkata :
“Aku tidak keluar sebelum persoalanku dan para wanita itu jelas,
Kembalilah kalian kepada Raja dan tanyakan :
Bagaimana kabar para wanita yang melukai jari-jari mereka”

Al Qur’an menuturkan :

فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسۡ‍َٔلۡهُ
مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ
إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ ٥٠

Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf:
“Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya,
Bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya
Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka”
( Yusuf : 50 )
Bersambung ……………………………