Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #7

Oleh : KH. Salim Azhar*

Ketika berita cinta Zulaikha pada Yusuf telah masyhur, maka berkatalah para wanita di kota Mesir :

ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفۡسِهِۦۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٣٠

“Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk mencintainya. Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu sangat mendalam, sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata”, ( Yusuf : 30 ).

Ketika Zulaikha mendengar ucapan para wanita kota itu ia mengundang mereka agar datang ke rumahnya, maka datanglah istri-istri para mentri dan para ajudan. Kemudian ia tempatkan mereka pada permadani yang indah, Ia sediakan untuk mereka masing-masing, buah limau dan pisau, Ia sediakan pula untuk mereka masing-masing, mangkok berisi madu.
Lalu ia katakan kepada mereka : “Jika nanti seorang pemuda Ibrani lewat di hadapan kalian, Hendaklah kiranya kalian kupas buah itu dan kalian makan buah itu dengan madu,
Mereka menjawab : “Oky, Setuju”. Lalu Zulaikha menemui Yusuf di dalam ruangannya,
Dan ia mengatakana : “Jika engkau menentangku dalam segala yang aku minta, maka hal itu tidak pantas bagimu sebagai seorang hamba. Aku ingin menghiasmu dengan pakaian yang amat indah dan memperlihatkan kamu pada para wanita undanganku.
Jangan membantah, Turuti aku. Maka Yusuf menjawab : “Kerjakan apa yang engkau mau”, Maka Zulaikha menghiasi Yusuf dengan pakaian sutra dan meletakkan mahkota yang bermata emas dan berlian pada Yusuf sehingga Yusuf tampak semakin gagah dan gantheng.
Wajahnya cemerlang bagaikan wildan dan bidadari surga, lalu Zulaikha menyuruhnya agar ia menemui para wanita.

Subhanalloh,
Ketika mereka memandang Yusuf , mereka terbelalak sambil mengupas buah yang telah tersedia bersama madu. Mereka tak terasa bahwa mereka mengiris jari-jari mereka, dan berkata :

حَٰشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٞ كَرِيمٞ ٣١

“Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”. ( Yusuf : 31 ),

Yusuf memberitahu para wanita tersebut lalu masuk ke dalam, maka Zulaikha menemui mereka dan berkata :

فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِي لُمۡتُنَّنِي فِيهِۖ وَلَقَدۡ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ فَٱسۡتَعۡصَمَۖ وَلَئِن لَّمۡ يَفۡعَلۡ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسۡجَنَنَّ وَلَيَكُونٗا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ٣٢

“Itulah dia orang yang kalian cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia agar mencintai aku, akan tetapi dia menolak. Dan sungguh jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan niscaya sungguh dia akan dipenjarakan, dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina” ( Yusuf : 32 )

Ketika para wanita itu telah pulang ke rumah masing-masing dengan jari-jari yang terluka karna tersayat pisau. Wajah Yusuf selalu membayang di pelupuk mata mereka tidak kuat menahan rindu kepada Yusuf. Mereka ingin selalu datang ke rumah Zulaikha agar bisa bertemu dengan Yusuf.
Ucapan mereka setiap saat adalah : “Yusuf …. Yusuf …. Yusuf”, sehingga banyak yang dihajar oleh suaminya. Namun mereka tak peduli dengan pukulan para suami, bayangan Yusuf menghilangkan sakitnya dihajar itu. Subhanalloh,
(Bersambung …)

Baca kisah sebelumnya Kisah Nabi Yusuf (Derita Berakhir Bahagia) #6

*Pengasuh PP. Sunan Sendhang, Paciran, Lamongan