Oleh : KH. Salim Azhar*

Ka’b Al Ahbar mnceritakan bahwa :
Tempat minum yang hilang itu berbentuk piala terbuat dari emas,
Dihias dengan beberapa intan dan yaqut yang mahal harganya,

Ketika mereka hendak pulang kenegeri Kan’an,
Ajudan Raja mengumumkan kehilangan piala tempat minum,
Dan mencurigai para tamu dari Kan’an yang telah dilayani,

Maka ajudan Raja berkata kepada mereka :
“Apakah Raja belum member kebaikan kepada kalian ?
Apakah Raja belum memuliakan kalian ?’,
Mereka menjawab : “Iya, sudah”,

Ajudan Raja berkata kepada mereka :
“Bagaimana kalian tega mengambil piala tempat minum ?,
Piala itu tidak ada semenjak kalian dating kemari,
Tidak ada seorang pun yang masuk dalam ruang tamu selain kalian”,


قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدۡ عَلِمۡتُم مَّا جِئۡنَا لِنُفۡسِدَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا كُنَّا سَٰرِقِينَ ٧٣

Saudara-saudara Yusuf menjawab
“Demi Allah sesungguhnya anda mengetahui bahwa :
Kami dating bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini),
Dan kami bukanlah para pencuri” ( Yusuf : 73 )


قَالُواْ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ إِن كُنتُمۡ كَٰذِبِينَ ٧٤

Para ajudan berkata :
“Apa balasannya kalau kamu betul-betul pendusta?”


قَالُواْ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِي رَحۡلِهِۦ فَهُوَ جَزَٰٓؤُهُۥۚ ٧٥

Para saudara Yusuf menjawab :
“Balasannya, ialah siapa yang ditemukan bahwa :
Barang yang hilang itu ada dalam karungnya,
Maka dia sendirilah balasannya (tebusannya)”.
Yakni dia ditahan di negeri ini selama satu tahun,
( Yusuf : 75 )


كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٧٥

Demikianlah kami memberi pembalasan,
Kepada orang-orang yang zalim.
( Itulah syari’at yang berlaku pada zaman Ya’qub ),
( Yusuf : 75 )

Maka ajudan berkata :
“Kita harus memeriksa karung-karung mereka seluruhnya”,
Mereka lalu mempersiapkan pemerksaan karung-karung,
Lalu mempersilahkan Yusuf untuk memeriksanya,

Yusuf memeriksa seluruh karung saudara-saudaranya,
Ternyata semua tidak ada yang membawa piala tempat minum,
Tinggal karung Bunyamin yang belum diperiksa,

Yusuf berkata :
“Ini anak kecil tidak mungkin mencuri tempat minum”,
Maka saudara-saudaranya berkata :
“Itu harus diperiksa agar Raja tenang dan tidak mencurigai kita”,
Maka Yusuf memeriksanya,
Ternyata piala itu ada pada karung Bunyamin,
Maka Bunyamin menundukkan kepala menampakkan rasa malu,
Dan saudara-saudaranya mencaci makinya,

Mereka mengatakan :
“Wahai anak-anak Rohil ( ibu Yusuf dan Bunyamin ),
Tiada henti-hentinya kami payah tertimpa bencana karna kamu,
Mereka menyambung kata-kata mereka :
“Wahai Tuan Raja, Jika ia mencuri maka pantas saja,
Kakaknya dulu juga mencuri”,
Maka Yusuf merahasiakan perasaanya dan tidak menjawab mereka,

As Sadi menuturkan :
“Para ulama’ ahli sejarah berselisih tentang ucapan mereka,
Kakaknya dulu juga mencuri”,

Ada yang menceritakan bahwa Yusuf dulu pernah mengambil telur,
Telur itu milik bibiknya dan diberikan kepada seorang pengemis,
Ada yang menceritakan bahwa Yusuf dulu pernah mengambil berhala,
Berhala itu milik kakeknya dan dibuang ke dalam sumur,

Ketika piala tersebut ditemukan dalam karung Bunyamin,
Maka Yusuf mengambil piala itu dan memukulnya dengan cambuk,
Lalu menempelkan mulut piala tersebut pada telinganya,
Setelah itu ia bercerita :
“Piala ini member kabar kepadaku dengan berita yang ajaib,
Bahwa : Kalian bersaudara sebanyak 12 orang anak Ya’qub,
Lalu yang satu kalian masukkan dalam sumur,
Lalu kalian jual dengan harga yang murah,

Mendengar cerita Yusuf tersebut, Bunyamin berkata :
“Paduka Tuan Raja, Hendaklah kiranya Tuan bertanya pada piala,
Masih hidupkah Yusuf sekarang ataukah telah meninggal dunia ?”

Maka Yusuf kembali memukul piala tersebut dengan cambuknya,
Lalu menempelkan mulut piala tersebut pada telinganya,
Setelah itu ia bercerita :
“Sungguh Yusuf saat ini masih hidup dan dikaruniai rizqi oleh Alloh”,

Kemudian Yusuf berkata :
“Sekarang pulanglah kalian pada ayah kalian dan tinggalkan anak ini,
Ia ditahan di sini selama satu tahun sesuai dengan syari’at ayah kalian,
Maka mereka berkata :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبٗا شَيۡخٗا كَبِيرٗا فَخُذۡ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓۖ
إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٧٨

“Wahai Yang Mulia, sesungguhnya ia mempunyai ayah,
Beliau sudah lanjut usianya,
Maka ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya,
Sungguh kami melihat tuan termasuk orang-orang yang baik”,
( Yusuf : 78 ),

Yusuf menjawab :


مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأۡخُذَ إِلَّا مَن وَجَدۡنَا مَتَٰعَنَا عِندَهُۥٓ إِنَّآ إِذٗا لَّظَٰلِمُونَ ٧٩

“Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seorang,
Kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya,
Jika kami menahan seorang yang tidak seperti itu,
Maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim”,
( Yusuf : 79 ),

Maka berkatalah saudara yang besar( Syam’un ) :


أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ
وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ
فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ
أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ٨٠

“Tidakkah kalian ketahui,
Bahwa sesungguhnya ayah telah mengambil janji dari kalian,
Dengan nama Allah,
Dan sebelum itu, kalian telah menyia-nyiakan Yusuf,
Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir ini,
Sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali),
Atau Allah memberi keputusan terhadapku.
Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”, ( Yusuf : 80 ),

Syam’un melanjutkan berbicara :


ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ
وَمَا شَهِدۡنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمۡنَا وَمَا كُنَّا لِلۡغَيۡبِ حَٰفِظِينَ ٨١

“Kembalilah kepada ayah kalian dan katakanlah:
Wahai ayah kami !Sesungguhnya anakmu telah mencuri,
Dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui,
Dan sekali-kali kami tidak dapat mengetahui barang yang ghaib”,
( Yusuf : 81 ).

Bersambung…

*Pengasuh PP. Sunan Sendhang, Paciran, Lamongan