Kisah Malaikat Maut Menampakkan Wujudnya Kepada Nabi Sulaiman

(Kalam ulama) – Syaikh Abdurrahim Bin Ahmad Al-Qadli di dalam kitab Daqaiqul Akhbar tatkala menjelaskan ayat Allah SWT:

قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” (QS. Ali Imran: 154)

Baca Juga : Kisah Datangnya Para Nabi Kepada Siti Aminah Saat Mengandung Nabi Muhammad

Beliau mengisahkan suatu hikayat sebagai berikut:

Konon, malaikat maut sering kali menampakkan wujudnya sebagai seorang lelaki dan mengunjungi Nabi Sulaiman –’alaihissalam– di istananya. Suatu hari saat dikunjungi, Nabi Sulaiman sedang berada dalam sebuah majelis pertemuan dan bercakap-cakap dengan pemuda yang berada di sampingnya.

Selama kehadirannya, malaikat maut senantiasa melirik tajam ke arah pemuda tersebut. Hal ini membuat perasaan pemuda itu tidak enak dan gelisah. Takut jikalau malaikat maut akan berbuat sesuatu padanya. Akhirnya selepas majelis, sang pemuda berkata kepada Nabi Sulaiman: Wahai Nabi Allah, sudilah kiranya engkau perintahkan angin untuk menerbangkanku ke Negeri Cina.

Nabi Sulaiman pun mengabulkan permohonan pemuda itu. Angin pun mematuhi perintah Nabi Sulaiman tersebut.

Selang beberapa hari, malaikat maut kembali mengunjungi Nabi Sulaiman. Saat itu Nabi Sulaiman penasaran, mengapa malaikat maut melihat tajam kepada pemuda yang berada di sampingnya kemarin.

Malaikat maut pun menjawab: Hari itu aku diperintahkan mencabut nyawa pemuda itu di Negeri Cina, akan tetapi aku heran mengapa ia masih berada di sampingmu. Oleh karena itu aku menatapnya tajam.

Nabi Sulaiman pun lantas bercerita bahwa selepas pertemuan itu sang pemuda meminta diterbangkan ke Negeri Cina. Malaikat maut pun lantas menyahut: Pantas saja, setelah waktu itu aku menjumpainya di Negeri Cina dan mencabut nyawanya di sana!

Baca Juga : Kisah Teladan Sufy : “Anjing ini lebih mulia dariku”

Bogor, 6 Februari 2018
Ustadz @adhlialqarni