Oleh: Habib Ahmad bin Alwi
Baraqbah.

Suatu ketika Habib Ali Al-Jufri mengisi kajian umum di sebuah masjid, tiba-tiba
ada seorang memotong kajian Habib Ali dan mengatakan, “Yaa Syeikh .. yaa syeikh..
Saya punya pertanyaan”, ujarnya dengan penuh tergesa-gesa.
“Baik nanti di akhir kajian akan kita buka sesi tanya jawab”. Lalu Habib Ali
Al-Jufri melanjutkan kajian hingga sampai pada sesi tanya jawab.
“Yaa Syeikh .. yaa syeikh.. soal yang saya ingin tanyakan, apa hukum tawassul?”
Habib Ali mengiyakan akan menjawab soal yang
disampaikan orang tersebut. “Baik aku akan menjawab soalmu dengan dua syarat,
yang pertama jangan kau potong penjelasanku, yang kedua jangan kau angkat
suaramu, kita sedang berada di masjid, hormati rumah Allah. Jika ada yang
melanggar, akan aku hentikan sesi tanya jawab dan akan kita tutup kajian kita.”
ujar Habib Ali Al-Jufri dengan penuh kelembutan dan santun.
Setelah terjadi kesepakatan Habib Ali menjawab
pertanyaan yang diajukan penanya dan mengeluarkan dalil-dalil yang telah ia
kuasai baik dari Al-Qur’an dan Al-Hadits serta kitab-kitab turats ulama salaf.
Ketika para hadirin menyimak penjelasan Habib Ali, terdengar suara kegaduhan
dari sang penanya dan beberapa teman-teman terdekat, tidak menerima penjelasan
yang disampaikan Habib Ali.
”Baik sesuai kesepakatan kita, akan saya hentikan
penjelasan saya dan saya tutup majelis ini” ujar Habib Ali seraya tersenyum
melangkah keluar masjid.
Ketika sampai dipintu luar masjid seorang kakek yang
sudah sepuh menghampiri Habib Ali dan langsung memeluknya. “Sungguh tepat
tindakan yang kau perbuat wahai Syeikh, beberapa hari yang lalu ada banyak
polisi dengan menggunakan sepatu masuk ke masjid ini guna memisahkan perdebatan
yang berujung pertikaian antar dua kelompok yang bersebrangan pendapat”. Ketika
melihat kedatangan polisi menggunakan sepatu ke masjid, kedua kelompok yang
bertikai bereaksi “Kalian tidak sopan!! tidak menghormati masjid rumah Allah!!
masjid ini tempat suci lepaslah sepatu mu” hardik kedua kelompok yang bertikai
kepada polisi. Dengan cerdas para polisi menjawab “Kalianlah yang tidak
memiliki adab!! berdebat dan bertikai di rumah Allah!! jika kalian tidak
bertikai di masjid niscaya kami akan masuk masjid dengan melepas sepatu yang
kami kenakan”
Peristiwa diatas menggambarkan seorang Habib Ali
Al-Jufri yang terdidik dengan ilmu disertai dengan adab yang sempurna sehingga
mampu menguasai hawa nafsu sehingga tidak terpancing kepada perdebatan panjang
yang berakibat pertikaian. Hafizakallah yaa sayyidiy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here