kalamulama.com- KH AHMAD ISHOMUDIN PAPARKAN EMPAT FUNGSI BAHTSUL MASAIL NU. Bahtsul Masail Pra munas dan Konbes NU 2020 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat, Ahad (01/03). Acara pembukaan Bahtsul Masail PraMunas dan konbes NU 2020 dihadiri oleh Pengurus Besar NU, Pengurus Wilayah NU se-Jawa dan Lampung, dan Pengurus Lembaga Bahtsul Masail. Acara ini juga dihadiri oleh  Walikota Bogor, pengurus MWC NU se-Kota Bogor dan ribuan nahdliyin meliputi warga NU di sekitar Bogor serta para santri Pesantren Al Falakiyah, Al Falak, dan Al Umm. Dalam sambutannya Rais Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Steering Committee pusat KH. Ahmad Ishomudin menyampaikan bahwa tugas alim ulama NU adalah bagaimana membahasakan bahasa fiqh yang kita fahami ke dalam bahasa undang-undang dan peraturan yang ada saat ini. Upaya untuk membahasakan ilmu fiqih ke dalam nilai-nilai sosial salah satunya adalah melalui bahtsul masail. Salah satu masalah terkini kaum muslimin adalah tak sedikit orang yang mengaku atau dianggap sebagai ustadz atau kyai hanya dari penampilannya misal seperti yang berjenggot dan yang berjuba. Akan tetapi ilmu dalam pemahaman agama tidak begitu dalam. Salah dalam membaca al Quran apalagi menafsirkannya. Memang benar kita harus memahami fitrah manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun pengertian tersebut tidak dapat diterima jika yang melakukan kesalahan adalah seorang ustadz atau kyai yang ditokohkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang dibutuhkannya bahtsul masail. Menurut Gus Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU menuturkan kegiatan Bahtsul Masail secara umum memiliki 4 (empat) fungsi, di antaranya: Fungsi Ilmiah; Bahtsul Masail merupakan wadah ulama dan cedekiawan muslim dalam menyikapi permasalahan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasai. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menentukan hukum suatu masalah memiliki dasar atau hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan. Fungsi Silaturahim; Bahtsul Masail juga memiliki fungsi sebagai ajang silaturahim bagi seluruh elemen NU mulai dari simpatisan, pengurus, maupun tokoh petinggi NU. Fungsi Konsolidasi; Bahtsul Masail berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat dan menyatukan warga Nahdliyin dalam ikatan Nahdliyyah. Seluruh warga Nahdliyin juga dapat berperan dalam perhelatan tahunan NU ini, saling mengenal dan membantu. Fungsi Kaderisasi, Bahtsul Masail menjadi wadah regenerasi ulama muda NU yang cerdas dan berbobot dalam bidang ilmu agama dari berbagai pesantren di penjuru nusantara. Dengan demikian generari muda NU diharapkan dapat menghidupkan eksistensi NU di masa mendatang. Kotributor: Nurul Muhibbah

kalamulama.com– KH AHMAD ISHOMUDIN PAPARKAN EMPAT FUNGSI BAHTSUL MASAIL NU. Bahtsul Masail Pra munas dan Konbes NU 2020 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falakiyah, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat, Ahad (01/03). Acara pembukaan Bahtsul Masail PraMunas dan konbes NU 2020 dihadiri oleh Pengurus Besar NU, Pengurus Wilayah NU se-Jawa dan Lampung, dan Pengurus Lembaga Bahtsul Masail. Acara ini juga dihadiri oleh  Walikota Bogor, pengurus MWC NU se-Kota Bogor dan ribuan nahdliyin meliputi warga NU di sekitar Bogor serta para santri Pesantren Al Falakiyah, Al Falak, dan Al Umm.

Dalam sambutannya Rais Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Steering Committee pusat KH. Ahmad Ishomudin menyampaikan bahwa tugas alim ulama NU adalah bagaimana membahasakan bahasa fiqh yang kita fahami ke dalam bahasa undang-undang dan peraturan yang ada saat ini. Upaya untuk membahasakan ilmu fiqih ke dalam nilai-nilai sosial salah satunya adalah melalui bahtsul masail. Salah satu masalah terkini kaum muslimin adalah tak sedikit orang yang mengaku atau dianggap sebagai ustadz atau kyai hanya dari penampilannya misal seperti yang berjenggot dan yang berjuba. Akan tetapi ilmu dalam pemahaman agama tidak begitu dalam. Salah dalam membaca al Quran apalagi menafsirkannya.

Memang benar kita harus memahami fitrah manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun pengertian tersebut tidak dapat diterima jika yang melakukan kesalahan adalah seorang ustadz atau kyai yang ditokohkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang dibutuhkannya bahtsul masail. Menurut Gus Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU menuturkan kegiatan Bahtsul Masail secara umum memiliki 4 (empat) fungsi, di antaranya:

  1. Fungsi Ilmiah; Bahtsul Masail merupakan wadah ulama dan cedekiawan muslim dalam menyikapi permasalahan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasai. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menentukan hukum suatu masalah memiliki dasar atau hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Fungsi Silaturahim; Bahtsul Masail juga memiliki fungsi sebagai ajang silaturahim bagi seluruh elemen NU mulai dari simpatisan, pengurus, maupun tokoh petinggi NU.
  3. Fungsi Konsolidasi; Bahtsul Masail berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat dan menyatukan warga Nahdliyin dalam ikatan Nahdliyyah. Seluruh warga Nahdliyin juga dapat berperan dalam perhelatan tahunan NU ini, saling mengenal dan membantu.
  4. Fungsi Kaderisasi, Bahtsul Masail menjadi wadah regenerasi ulama muda NU yang cerdas dan berbobot dalam bidang ilmu agama dari berbagai pesantren di penjuru nusantara. Dengan demikian generari muda NU diharapkan dapat menghidupkan eksistensi NU di masa mendatang.

Kotributor: Nurul Muhibbah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here