[VIDEO] adalah sebuah tanaman yang disebut “Semak Duri Berapi” (The Burning Bush) atau dalam bahasa ilmiah disebut Euonymus alatus. Tanaman ini diyakini oleh penduduk setempat dan juga umat Kristiani sebagai keturunan asli “Semak Duri Berapi” dimana dahulu Nabi Musa berbicara langsung dengan Allohu SWT.

[Untuk penjelasan semak duri berapi, silahkan baca pada keterangan video youtube terlampir]. wAllohu a’lam.

=================================
Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Bani Israil adalah kaum yang amat disayang dan diperhatikan oleh baginda Nabi Musa ‘alaihishsholaatu wassalam. Sebagai umat Nabi Musa, telah banyak nikmat Alloh yang datang pada mereka, salah satu diantaranya berupa ‘makanan dari langit’ yang disebut ‘manna wa salwa’.

Selain itu, banyak juga para Nabi dan Rosul yang diutus untuk membimbing mereka (bani Israil). Akan tetapi mereka tidak banyak bersyukur, membangkang, bahkan sampai pada tahap membunuh para Nabi.

Lalu bagaimanakah dengan Umat Nabiyuna Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam?

Dalam kitab “Sabilul Iddikar Wal I’tibar” yang membahas misteri umur manusia karya al-Imam al-Habib Abdulloh bin Alwi al-Haddad (semoga Alloh senantiasa merahmati beliau), pada halaman 22-26 dikisahkan ‘dialog’ yang terjadi antara Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Allohu Subhanahu Wa Ta’ala sebagai berikut..

Berkata Wahab bin Munabbih (rohimahulloh): “Ketika Musa membaca lauh-lauh (papan bertulis/Taurat), terlihat olehnya sifat-sifat kelebihan umat Muhammad SAW,

Lalu beliau berkata, ‘Ya Tuhanku siapakah gerangan umat yang dirahmati seperti yang kudapati dalam lauh-lauh ini?’

Maka berfirman Alloh Ta’ala: “Itulah umat Muhammad. Mereka rela dengan rezeki sedikit yang Aku berikan kepadanya, sehingga AKU pun rela dengan amalan yang sedikit dari mereka. Akan AKU masukkan mereka kedalam surga dengan kesaksian Laa ilaaha illalloh! ”

Berkata Musa a.s. : ‘Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya laksana bulan purnama. Jadikanlah mereka itu umatku ya Alloh!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu adalah umat Muhammad. AKU bangkitkan mereka pada hari kiamat dengan wajah bersinar dan bercahaya disebabkan bekas-bekas wudhu dan sujud mereka’.

Berkata Musa a.s.: ‘Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berkain Selendang di pundak dan bersenjatakan pedang di bahu masing-masing. Mereka itu orang-orang yang senantiasa bertawakkal dan dadanya penuh keyakinan. Mereka menyerukan nama Alloh di hadapan tiap-tiap rumah Alloh untuk berjihad diatas kebenaran, sehingga akhirnya merekapun membunuh Dajjal. Jadikanlah mereka itu umatku!’.

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘ Tidak! mereka itu umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang bersholat lima kali sehari semalam, sehingga terbukalah pintu-pintu langit dan turunlah rahmat bagi mereka. Jadikanlah mereka itu umatku, ya Alloh!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu adalah umat Muhammad’

Berkata Musa a.s. : ‘Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berpuasa di bulan romadhon untuk-Mu, lalu Engkau mengampuni segala kesalahan mereka sebelum itu. Jadikanlah mereka itu umatku!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu umat Muhammad’

Berkata Musa a.s. : ‘Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang mengunjungi Baitul Harom (Ka’bah) karena-Mu, tiada keperluan lain kecuali itu. Mereka hanya meratap dan menangisi diri sendiri serta mengumandangkan suara takbir membesarkan nama-Mu. Jadikanlah mereka umatku!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu umat Muhammad.’

Musa berkata lagi: ‘Apakah ganjaran mereka atas perbuatan itu?’

Jawab Alloh: ‘AKU akan menambahkan bagi mereka maghfiroh (ampunan) dan akan AKU izinkan mereka memberi syafa’at (pertolongan) kepada siapa saja yang datang sesudah mereka.’

Berkata Musa a.s. : ‘Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang memohon ampun atas dosa-dosanya. Mereka menyuapkan suatu makanan ke dalam mulutnya. Belum sampai makanan itu kedalam perutnya, dosa-dosa itu telah diampunkan oleh Alloh. Mereka menyuapkan makanan itu dengan menyebut nama-Mu dan mengakhirinya dengan mengucapkan syukur dan memuji-Mu. Jadikanlah mereka itu umatku!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu adalah umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila bercita-cita untuk melaksanakan suatu kebajikan, kemudian tidak dilaksanakannya, maka akan dicatatkan satu kebajikan. Tetapi bila dilaksanakan kebajikannya itu, dicatatkan baginya sepuluh kali lipat dari kebaikan itu hingga menjadi tujuh ratus kali lipat pahalanya. Jadikanlah mereka umatku!’

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu adalah umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila mereka berniat melakukan suatu kejahatan, kemudian tidak dilakukannya, maka tidaklah dicatat baginya suatu dosa. Akan tetapi jika diteruskan cita-citanya itu dengan mengerjakan satu kejahatan, barulah dicatatkan baginya satu dosa. Jadikanlah mereka itu umatku!’.

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat, mereka itu sebaik-baik manusia. Mereka menyuruh berbuat baik dan melarang perbuatan jahat, jadikanlah mereka itu umatku!’.

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang dibangkitkan pada hari kiamat dalam tiga golongan. Satu golongan akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab. Satu golongan lagi akan dihisab dengan hisab yang ringan saja. Dan golongan terakhir disucikan dari segala dosanya, lalu mereka pun masuk ke dalam surga. Jadikanlah mereka itu umatku!’.

Berfirman Alloh Ta’ala: ‘Mereka itu umat Muhammad.’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! Engkau telah menganugerahkan segala kebaikan kepada Muhammad beserta umatnya, maka jadikanlah aku sebagai umatnya!’.

Berfirman Alloh Ta’ala: “Wahai Musa, sesungguhnya AKU telah memilihmu diantara manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku, maka terimalah apa yang akan AKU berikan kepadamu dan hendaklah engkau menjadi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S al-A’rof:144)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rosululloh SAW pada suatu hari bertanya kepada sahabat-sahabatnya: “Apa pendapat kalian mengenai Firman Alloh berikut ini:

“Dan tidaklah engkau berada dekat bukit Thur (Shina) ketika Kami menyeru …” (Q.S. al-Qoshosh: 46)

Sahabat menjawab: ‘Alloh dan Rosul-Nya sajalah yang lebih mengetahui.’

Maka bersabda baginda Nabi (SAW): “Ketika Alloh berbicara dengan Musa a.s, maka Musa berkata: “Ya Tuhanku, adakah Engkau telah menciptakan seorang makhluk yang lebih mulia di sisi-Mu daripada aku? Engkau telah memilihku diantara banyak manusia dan Engkau berkata kepadaku di gunung Thur Shina.”

Alloh berfirman: ‘Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasanya Muhammad itu lebih mulia di sisi-Ku daripada semua makhluk-Ku? Sudah Kuteliti semua kalbu hamba-Ku, maka tidak AKU dapati satu kalbu pun yang lebih merendah daripada kalbumu. Oleh karena itu AKU memilihmu diantara sekalian manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku. Maka hendaklah engkau mati dalam keadaan mengesakan AKU (bertauhid) dan juga dalam mencintai Muhammad (saw)’

Berkata Musa a.s. : ‘Ya Tuhanku! adakah di muka bumi ini suatu kaum yang lebih mulia di sisi-Mu daripada kaumku? Engkau telah melindungi kaumku dengan awan kemawan. Engkau turunkan Manna dan Salwa dari langit untuk makanan mereka.’

Alloh berfirman: ‘Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasanya kelebihan umat Muhammad atas semua umat yang lain laksana kelebihan-Ku atas sekalian makhluk-Ku?’

Berkata Musa a.s.: ‘ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk melihat mereka (umat Nabi Muhammad)!’

Alloh berfirman: ‘Engkau tidak akan dapat melihat mereka. Tetapi jika engkau ingin mendengar suara mereka, dapatlah AKU memperdengarkannya padamu.’

Berkata Musa: ‘Baiklah, aku mau.’

Berfiman Allohu SWT: ”Wahai umat Muhammad!’

Maka sekalian umat Muhammad menyahut bersama-sama dengan suara yang lantang: ‘Labbaikallohumma Labbaik!’ (kami datang kepada-Mu ya Alloh, kami datang), padahal saat itu mereka masih berada dalam tulang sulbi ayah-ayah mereka.”

=================================
SUBHANALLOH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLOHU ALLOHU AKBAR 🙂

ALANGKAH BAHAGIA DAN BANGGANYA MENJADI UMMAT NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM 🙂

ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIHI WA SHOHBIHI AJMA’IIN. AAMIIN 🙂 <3

=================================
Ahmad Ulul Azmi [RBBT, 12 Shofar al-Khoir atau 12 Nopember 2016 | 13:35 UTC+7]