Oleh   : Hamzah Alfarisi
Assalamu alaikum,
Pembaca yang dimulyakan
oleh Allah. “Menikah” bukan sekedar atas rasa suka sama suka, namun menikah
perlu dipertimbangkan empat aspek yang disabdakan oleh Rasululah SAW.

عن أبي هريرة رضي الله عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (تنكح المرأة
للأربع : لمالها ,ولجمالها, ولدينها , فاظفر بذات الدين تر بت يداك ) متفق عليه مع
بقية السبعة.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : “Seorang perempuan
dinikahi karena empat perkara, karena (1) hartanya, (2) kedudukannya, (3)
kecantikannya, (atau) (4) agamanya. Pilihlah yang bergama, maka kamu akan
beruntung, (jika tidak semoga kamu) menjadi miskin.
Dengan adanya ungkapan di atas seolah Rasulullah
benar-benar memotivasi seseorang untuk memilih pasangan hidupnya dengan selalu
meninjau agama sebelum yang lainnya. Jika seorang lelaki memilih wanita karena
empat aspek di atas, begitu pula semestinya seorang wanita ketika memilih
lelaki, hendaknya agama selalu dijadikan hal utama yang perlu ditinjau.

Pembaca yang dirahmati Allah, setelah tahu bagaimana
cara memilih wanita yang sesuai rekomendasi Rasulullah, maka sudah selayaknya kita
mengetahui tujuan menikahi wanita tersebut. Mari kita bahas bersama.
Pertanyaan : Apakah tujuan menikahi wanita sholehah?
Jawab :
Tujuan menikahi wanita sholehah yaitu
untuk (1) membentengi dari godaan syaiton,
(2) menjaga agamanya dan (3) sempurna bagi suami untuk menjauhi hal-hal yang tidak halal. Kemudian tujuan yang
lain yaitu (4) untuk  menolong menjauhi
perkara yang hina, agar mendapat anak darinya anak yang sholeh yang
mendoakannya, dan agar dicintai oleh Allah karena wanita sholehah itu sebagi
alat untuk mewujudkan tujuan agama ini.
Seperti perkataan Imam Ghozali dalam kitab Ihya ulumiddin
juz 2 halaman 163; “ Barangsiapa menikahi wanita sholehah supaya membentengi
dari godaan syaiton, menjaga agamanya atau supaya mendapat anak sholeh yang
mendoakannya dari wanita tersebut dan mencintai suami karena dia sebagi alat
untuk mewujudkan tujuan agaman ini maka orang tersebut dicintai oleh Allah”.
Dalam kitab “asyaratun nisa’” imam Nasai juz 1 halaman
104 : “Perkawinan itu menyempurnakan seorang muslim menjauhi perkara yang tidak
halal, menolong untuk menjauhi perkara yang hina, dan menjaganya dari was-was
setan.”

قال صلى الله عليه وسلم : (إن المرأة تقبل في صورة الشيطان وتدبر في صورة
شيطان (أي أن الشيطان يزينها لمن يراها ويغريه بها) فإذا رأى أحدكم من امرأة (يعني
: أجنبية ) مايعجبه فليأت أهله فإن ذلك يرد ما في نفسه) مسلم

Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya wanita itu
menghadap bentuk setan, dan membelakangi bentuk setan, (maksutnya ;
sesungguhnya setan itu menghiasi wanita bagi orang yang melihatnya dan setan
akan menempel padanya sebab wanita tersebut) maka ketika salah satu dari kalian
semua melihat wanita (ajnabiyyah = bukan mahram) maka datangilah keluarganya,
sesungghnya itu mengembalikan  apa yang
ada dalam dirinya.) HR. Muslim.