Oleh : Hamzah Alfarisi

Seorang muslim untuk mendapatkan kehidupan yang barokah hendaknya di dalam beramal harus memenuhi tiga hal pokok :

1. Niat beramal harus benar
2. Cara beramal harus benar,
3. Akibat, dampak, dan pengaruh dari amalnya harus benar,

Jika ketiga hal tersebut terpenuhi maka akan membawa keberkahan. Namun apabila salah satu tidak ada lebih baik ditinggalkan semata mencari ridho-Nya.

Berbicara tentang niat, merupakan sesuatu yang pokok dalam kehidupan beragama. Perkara yang dapat membedakan antara perbuatan ibadah dan bukan ibadah adalah niat, oleh karena itu niat adalah hal pertama yang harus dipikirkan sebelum melakukan perbuatan apapun, apalagi menikah. Tentunya dalam pernikahan harus disertai dengan niat yang baik sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bahas niat dalam pernikahan.

Apakah niat dalam melaksanakan pernikahan?

Dalam melaksanakan pernikahan hendaknya seorang muslim berniat : (1) mengikuti sunnah Rasul, (2) memperbanyak ummat nabi Muhammad SAW, (3) memberikan perlindungan yang baik kepada istri, (4) menjaga agama Islam, dan (5) mengharap anak sholeh yang mendoakannya.

Seperti disebutkan dalam kitab “fawaid al-nikah” halaman 32-33 : “ Sebaiknya bagi suami dalam melakukan pernikahan berniat, mengikuti sunnah rasul, memperbanyak ummat nabi Muhammad SAW, memberikan perlindungan yang baik kepada istri, menjaga agama Islam, dan mengaharap anak sholeh yang mendoakannya.” Hal ini didasarkan pada hadist Rasulullah tentang pernikahan,


عن أبي هريرة رضي الله عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (تنكح المرأة للأربع : لمالها ,ولجمالها, ولدينها , فاظفر بذات الدين تر بت يداك ) متفق عليه مع بقية السبعة.

Artinya : Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena (1) hartanya, (2) kedudukannya, (3) kecantikannya, (atau) (4) agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kamu akan beruntung, (jika tidak semoga kamu) menjadi miskin.

لا تنكح الإمرأة لجمالها فلعل جمالها يرديها ولا لمالها مالها فلعل يطغيها

Artinya : “Seorang perempuan tidak dinikahi karena kecantikannya, barangkali kecantikannya akan merusaknya, dan tidak pula hartanya barangkali hartanya membuatnya lalim.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here