Oleh : Muhammad Azka

Al-Imam al-Hafizh Ibnul Jauzi al-Hanbali (wafat 597 H) mengungkapkan:

“Banyak dari sahabat kami yang mengatakan bahwa tempatnya akal adalah hati. Pendapat ini diriwayatkan dari Imam asy-Syafi’i rodliyallahu ‘anhu. Dalil pendapat ini adalah firman Allah:

فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا

“Lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka bisa menggunakan akal (memahami)” (Al-Hajj ayat 46), dan juga firman Allah:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati” (Qof ayat 37)

Mereka berkata: “Yang dimaksud dalam ayat itu adalah bagi orang yang mempunyai akal. Diungkapkan dengan kata “hati” sebagai ganti dari akal, karena hati adalah tempat akal.”

Al-Fadhl bin Ziyad mengutip dari Imam Ahmad rodliyallahu ‘anhu bahwasannya tempatnya akal adalah otak. Para Ash-hab (pengikut) Imam Abu Hanifah rodliyallahu ‘anhu memilih pendapat ini.” (Dzammul Hawa li Ibnil Jauzi, halaman 24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here