Oleh : Muhammad Azka

Al-Imam al-Hafizh Ibnul Jauzi
al-Hanbali (wafat 597 H) memberikan keterangan tentangnya:

“Para ahli berbeda pendapat
tentang apa itu akal dg perbedaan yg banyak. Sebagian orang mengatakan: “akal
adalah bentuk dari pengetahuan yg bersifat dloruri (selalu dibutuhkan).”
Kelompok lain mengatakan: “akal adalah suatu dorongan yg dibarengi dg
pemerolehan pengetahuan.”
Kelompok lain mengatakan: “akal adalah kekuatan yg dapat membandingkan
antar berbagai hakikat sesuatu yg diketahui.”
Kelompok lain mengatakan: “akal adalah sesuatu yg sederhana.”
Kelompok lain mengatakan: “akal adalah bagian tubuh yg bening dan
transparan.”
Al-Harits al-Muhasibi (wafat 243 H) mengatakan: “akal adalah cahaya.”
Abu Hasan at-Tamimi juga mengatakan hal yg serupa. Ia termasuk sahabat kami
(ulama Hanabilah).
Ibrohim al-Harbi (wafat 285 H) meriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal
bahwasannya ia berkata: “akal adalah sebuah dorongan.” Al-Harits
al-Muhasibi juga meriwayatkan hal senada.” (Dzammul Hawa li Ibnil Jauzi,
halaman 23)