Oleh: Zuhal Qobily

Memperindah tubuh ataupun wajah secara umum adalah sesuatu yang baik, terkhusus bagi perempuan. Keindahan merupakan hal yang disukai dan ia dianjurkan oleh syariat selama dalam batas koridor jauh dari hal-hal yang haram baik itu dalam prosesnya maupun tujuan.

Operasi kecantikan terbagi menjadi dua macam : pertama operasi untuk mengembalikan bentuk maupun rupa ke keadaan sedia kala karena disebabkan musibah yang menimpa, dan kedua operasi guna mempercantik bentuk maupun rupa dari keadaan sebelumnya yang kurang sempurna.

Adapun operasi bentuk pertama yaitu operasi oleh para dokter kesehatan, maka tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut hukumnya adalah boleh, bahkan kadang bisa naik ke derajat hukum wajib jika darurat. Yaitu semisal operasi penyambungan tulang yang retak atau patah, menjahit luka yang terbuka dan sebagainya. Karena hal tersebut adalah upaya kebaikan dan penyelamatan dari bahaya. Operasi bentuk pertama ini tidak termasuk dalam kategori merubah ciptaan, sebaliknya dia merupakan upaya untuk menghilangkan keburukan akibat musibah yang datang.

Sedangkan operasi bentuk kedua yaitu operasi oleh salon atau dokter kecantikan, hukum asalnya adalah boleh, namun bisa menjadi haram ketika melewati batas-batas yang telah ditentukan. Beberapa contohnya misal :

1. Seseorang yang dilahirkan mempunyai jari lebih dari yang sewajarnya, hukum operasi pemotongannya menurut sebagian ulama yang salah satunya adalah Imam Thobari adalah haram. Karena hal itu termasuk merubah ciptaan Allah dan mengikuti ajakan setan, sebagaimana firman Allah dalam surat an Nisa ayat 119 : ولآمرنهم فليغيرن خلق الله “Dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnya)”. Dengan berlandaskan ayat tersebut mereka bahkan mengharamkan memotong kumis maupun jenggot yang tumbuh pada wajah perempuan, juga gigi yang lebih dari kewajaran.

Namun menurut sebagian ulama yang lain mengoperasi hal-hal di atas hukumnya adalah boleh. Karena jari yang melebihi kewajaran, kumis maupun jenggot yang tumbuh pada wajah perempuan walaupun merupakan ciptaan Allah, dia merupakan keadaan yang ganjil dan masuk dalam ranah pengecualian. Keberadaannya merupakan sebuah keburukan atau bisa dikatakan sebuah kecacatan. Maka dengan demikian mengoperasinya agar lebih baik dan indah merupakan hal yang diperbolehkan, bahkan hukumnya bisa menjadi sunah ketika keberadaannya mengganggu dan membuat tidak nyaman. Dan hal tersebut tidak termasuk dalam koridor merubah ciptaan Allah sebagaimana ayat di atas menjelaskan.

2. Mengencangkan wajah bagi perempuan yang sudah tua agar terlihat lebih muda dan semacamnya. Jika tujuannya adalah untuk menyenangkan suami semata dan mendapatkan izin darinya maka hukumnya adalah boleh. Namun jika niatnya untuk menarik perhatian umum dan sebagainya yang dilarang oleh agama, maka hukumnya adalah tidak boleh. Karena terdapat hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melaknat mutafallijat, yaitu perempuan-perempuan yang mengoperasi gigi-giginya agar tampak terlihat lebih kecil, rapi dan indah agar ia di puji-puji oleh khalayak umum karenanya.

Wallahu A’lam.

____
Sumber : Mausu’ah Ahsanil Kalam fil Fatawa wal Ahkam Syekh Athiyah Shoqr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here