اللهم صل وسلم وبارك عليه

Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

فَبَيْنَمَا الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْصِتٌ لِسَمَاعِ تِلْكَ الْأَشْبَاحِ
Pada suatu ketika, kekasih Alloh yaitu Nabi saw sedang penuh perhatian mendengarkan keterangan malaikat

وَوَجْهُهٗ مُتَهَلِّلٌ كَنُوْرِ الصَّبَاحِ

wajahnya nampak berseri-seri bagaikan sinar di pagi hari.

إِذْ أَقْبَلَتْ حَلِيْمَةُ مُعْلِنَةً بِالصِّيَاحِ

Tiba-tiba Halimah menjemputnya dengan memanggil sambil berteriak-teriak

تَقُوْلُ وَاغَرِيْبَاهُ

Wahai anakku yang jauh di sana

فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِغَرِيْبٍ

lalu malaikat menjawabnya: Bukan engkaulah yang jauh

بَلْ أَنْتَ مِنَ اللهِ قَرِيْبٌ

bahkan engkaulah yang dekat dari Alloh

وَأَنْتَ لَهُ صَفِـيٌّ وَحَبِيْبٌ

engkaulah pilihan dan kekasih-Nya.

قَالَتْ حَلِيْمَةُ وَوَاحِدَاهُ

Kata Halimah: Wahai anakku yang sendirian di sana.

فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِوَحِيْدٍ

Malaikat menjawabnya: Hai Muhammad! Bukanlah engkau sendirian

بَلْ أَنْتَ صَاحِبُ التَّأْيِيْدِ

bahkan engkaulah orang yang mempunyai pengokohan.

 وَأَنِيْسُكَ الْحَمِيْدُ الْمَجِيْدُ

Penghiburmu adalah Maha Terpuji, Maha Agung

 وَإِخْوَانُكَ إِخْوَانُكَ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ وَأَهْلِ التَّوْحِيْدِ

dan teman-temanmu adalah saudara-saudaramu yang terdiri dari para malaikat dan orang-orang ahli tauhid.

قَالَتْ حَلِيْمَةُ وَايَتِيْمَاهُ

Kata Halimah: Wahai anak yatimku.

 فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ لِلّٰهِ دَرُّكَ مِنْ يَتِيْمٍ

Lalu malaikat menjawab: Sebaik-baik anak yatim adalah engkau wahai Muhammad.

 فَإِنَّ قَدْرَكَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ

karena sesungguhnya derajatmu di sisi Alloh sangat agung.