اللهم صل وسلم وبارك عليه

Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَاحَبِيْبَ الرَّحْمٰنِ
Kemudian malaikat itu berkata: Wahai kekasih Yang Maha kasih

لَوْ عَلِمْتَ مَا يُرَادُ بِكَ مِنَ الْخَيْرِ

seandainya engkau mengetahui kehendak Alloh dan kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadamu

لَعَرَفْتَ قَدْرَ مَنْزِلَتِكَ عَلٰى  الْغَيْرِ

tentu engkau mengetahui betapa ketinggian kedudukanmu melebihi yang lain

وَازْدَدْتَ فَرَحًا وَسُرُوْرًا

dan semakin bertambah gembira dan bersukacita

وَبَهْجَةً وَّنُوْرًا

serta indah dan bercahaya.

يَامُحَمَّدُ أَبْشِـرْ فَقَدْ نُشِــرَتْ فِي الْكَآئِنَاتِ أَعْلاَمُ عُلُوْمِكَ

Wahai Muhammad, bergembiralah! Karena sesungguhnya teIah diberitakan di alam raya ini panji-panji ilmu pengetahuanmu.

وَتَبَاشَرَتِ الْمَخْلُوْقَاتُ بِقُدُوْمِكَ

Dan semua makhluk menyambut gembira akan kehadiranmu

وَلَمْ يَبْقَ شَيْئٌ مِمَّا خَلَقَ اللهُ تَعَالٰى إِلاَّجَآءَ لِأَمْرِكَ طَائِعًا

dan tidak tertinggal seorangpun dari makhluk Alloh kecuali tunduk dan patuh kepadamu

وَلِمَقَالَتِكَ سَامِعًا

serta mendengarkan sabda-sabdamu.

فَسَيَأتِيْكَ الْبَعِيْرُ

Akan datang kepadamu unta

بِذِمَامِكَ يَسْتَجِيْرُ

yang mohon keselamatan dengan kehormatan

وَالضَّبُّ وَالْغَزَالَةُ

dan binatang DHOB (biawak padang pasir) dan kijang

يَشْهَدَانِ لَكَ بِالرِّسَالَةِ

keduanya menyaksikan kerosulanmu.

وَالشَّجَرُ وَالْقَمَرُ وَالذِّيْبُ

Pohon, rembulan dan serigala

يَنْطِقُوْنَ بِنُبُوَّتِكَ عَنْ قَرِيْبٍ

semuanya menuturkan akan kenabianmu pada waktu yang dekat.

وَمَرْكَبُكَ الْبُرَاقُ

Kendaraanmu Buroq

اِلٰى جَمَالِكَ مُشْتَاقٌ

keindahanmu selalu dirindukan

وَجِبْرِيْلُ شَاوُوْشُ مَمْلَكَتِكَ قَدْ أَعْلَنَ بِذِكْرِكَ فِي الْأٰفَاقِ

dan Malaikat jibril yang akan memimpin kerajaanmu, telah mengumandangkan sebutan namamu di seluruh penjuru dunia.

وَالْقَمَرُ مَأْمُوْرٌ لَكَ بِالْإِنْشِقَاقِ

Dan rembulan mengikuti perintahmu sebagai mukjizat menjadi terbelah dua.

وَكُلُّ مَنْ فِي الْكَوْنِ مُتَشَوِّقٌ لِظُهُوْرِكَ

Dan setiap orang di alam raya ini merindukan akan kelahiranmu

مُنْتَظِرٌ لِإِشْرَاقِ نُوْرِكَ

menantikan kecemerlangan cahayamu.

 

 

Keterangan:

Seluruh alam menyambut gembira atas kehadiran Rosululloh Shollalohu ‘Alaihi Wasallam, tak terkecuali hewan dan juga tumbuhan, mereka mengenal Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, mereka pun tunduk dan hormat pada dakwah Sayyidina Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Termasuk pula diantaranya seekor DHOB (biawak padang pasir) yang pernah menyatakan diri beriman kepada Alloh dan taat kepada Rosul-Nya.

Dhob dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Uromastyx aegyptia, tergolong dalam keluarga kadal dan termasuk hewan herbivora. Amat jauh berbeda dengan biawak yang lazim di Indonesia, beberapa Ulama mengemukakan bahwa hukum biawak haram dimakan.  Sedangkan Dhob boleh (halal) dimakan.

Menurut cerita orang yang sudah pernah mengkonsumsi Dhob, selain berasa lezat, Dhob dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit.  Akan tetapi selain karena kelezatan dan khasiatnya itu, ternyata Dhob juga pernah menyaksikan kerosulan Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibn Katsir dalam kitab Al-Bidayatu Wan-Nihayah halaman 934 bahwa Imam Baihaqi menceritakan dari Abu Manshur Ahmad bin Ali Ad-Damghoniy dari daerah Namin di Baihaq, dalam sebuah kisah yang disampaikan oleh Sayyidina Umar bin Khoththob Rodhiyallohu ‘anhu:

Suatu hari, Nabi sedang duduk bersama para sahabat. Pada saat itu, lewatlah seorang Arab Badui dari bani Sulaim yang baru pulang dari berburu, di bahunya ada seekor Dhob (Biawak padang pasir) yang ditangkapnya serta berazam untuk membakar hewan tersebut untuk dimakan.

Maka Badui ini keheranan melihat kerumunan orang. Kemudian ia bertanya, “Siapakah gerangan yang dikerumuni itu? ” Maka para Sahabat menjawab, ” Itulah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam”

Ketika ia diberitahu bahwa para Sahabat sedang mengerumuni Nabi Muhammad, maka ia mendekati Nabi, lantas Badui ini berkata sambil menunjuk tangannya ke arah Rosululloh, “Demi tuhan Latta dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada engkau wahai Muhammad! Kalaulah tidak karena aku khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah aku sudah memenggal kepalamu, lalu aku dapat menggembirakan hatiku dan hati semua manusia yang berkulit hitam, putih, merah, dan kaum-kaum selainnya!”

Sayyidina Umar menjadi naik pitam, sangat marah, lalu bangkit dan berkata, “Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”

Lalu Rosululloh berkata kepada sahabatnya, Sayyidina Umar, “Wahai Umar, tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah-lembut itu hampir-hampir diangkat menjadi nabi?”

Rosululloh bertanya kepada Badui ini, “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama Sahabatku!”

“Demi tuhan Latta dan Uzza! Aku takkan beriman kepadamu wahai Muhammad hingga biawak ini beriman kepadamu”  Kata Arab Badui sambil mengeluarkan Dhob itu lalu melemparkannya kehadapan Rosululloh.

Kemudian  Rosululloh memanggil biawak tersebut, “Wahai Dhob, kemarilah! “

Maka Dhob itu menuju kepada Rosululloh sambil berjalan dengan penuh sopan dan tunduk.

“Wahai Dhob, Kepada siapakah engkau beriman?” Tanya Rosululloh.

Kedengaran Dhob itu menjawab dalam Bahasa Arab yang fasih dan difahami oleh semua yang hadir, “Aku beriman kepada Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit, yang di bumi ada kerajaan-Nya, yang di laut ada anugerah jalan-Nya, yang di syurga ada rahmat dan kasih sayang-Nya, dan di neraka ada siksa dan azab-Nya”

Lalu Rosululloh bertanya lagi, “Man Ana (siapa aku)??”

Dhob itu menjawab, “Anta Rosululloh (Anda Utusan Alloh), utusan Tuhan yang memiliki seluruh alam dan Khotamin Nabiyyiin (Nabi Terakhir)! Amatlah beruntung orang yang mendukung perjuangan tuan, dan binasalah orang yang mendustakan tuan!  Tiada Tuhan selain Alloh, dan engkau Muhammad utusan Alloh”

Mendengar kata-kata biawak tersebut, Arab Badui lantas berkata, “Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling aku benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling aku kasihi, lebih aku kasihi daripada bapakku dan diriku sendiri, semoga engkau mengasihi dzhohir & batinku.” Kemudian badui tersebut mengucapkan kalimah syahadat di hadapan semua yang hadir.

wAllohu a’lam bishshowaab.

[VIDEO] tentang DHOB dan perbedaannya dengan biawak silahkan lihat pada tautan berikut ini:

Referensi:

Al-Bidayatu Wan-Nihayah Imam Ibnu Katsir halaman 934

Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi | Kalam Ulama, 15 September 2016