اللهم صل وسلم وبارك عليهYa Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)


أَحْضِرُوْا قُلُوْبَكُمْ يَامَعْشَرَ ذَوِي الْأَلْبَابِ

Hadirkanlah hati kalian, wahai golongan orang yang berakal.

حَتَّى أَجْلُوَلَكُمْ عَرَآئِسَ مَعَانِي أَجَلِّ الْأَحْبَابِ

sehingga aku nyatakan kepadamu bagaikan pengantin yang menjadi kekasih agung

اَلْمَخْصُوْصِ بِأَشْرَفِ الْأَلْقَابِ

yang telah dikhususkan dengan gelar nama yang termulia.


اَلرَّاقِيْ إِلٰى حَضْــرَةِ الْمَلَكِ الْوَهَّابِ

Yang pernah naik menghadap Raja Yang Maha Pemberi.

حَتَّى نَظَرَ إِلٰى جَمَالِهٖ بِلاَ سِتْرٍ وَّلاَ حِجَابٍ

Sehingga dapat melihat keindahan-Nya tanpa tutup dan tanpa tirai.

فَلَمَّا اٰنَ أَوَانُ ظُهُوْرِ شَمْسِ الرِّسَالَةِ

Tatkala tiba saat lahirnya sinar kerosulan.

فِيْ سَمَآءِ الْجَلاَلَةِ

di langit keagungan.


خَرَجَ بِهِ مَرْسُوْمُ الْجَلِيْلِ لِنَقِيْبِ الْمَمْلَكَةِ جِبْرِيْلَ

Keluarlah Malaikat jibril dengan membawa nur untuk membuka kerajaan dunia.

يَاجِبْرِيْلُ نَادِ فِيْ سَآئِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ

Wahai jibril, serukan kepada seluruh makhluk

مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ وَالسَّمٰوَاتِ بِالتَّهَانِيْ وَالْبِشَارَاتِ

penghuni bumi dan langit, agar menyambutnya dengan rasa riang dan gembira.

فَإِنَّ النُّوْرَ الْمَصُوْنَ وَالسِّـرَّ الْمَكْنُوْنَ اَلَّذِيْ أَوْجَدْتُهٗ قَبْلَ وُجُوْدِ اْلأَشْيَآءِ وَإِبْدَاعِ الْأَرْضِ وَالسَّمَآءِ

Karena sesungguhnya nur yang terpelihara dan rahasia yang tersimpan yang Aku ciptakan sebelum wujudnya sesuatu. Dan sebelum terciptanya bumi dan langit-langit.

أَنْقُلُهٗ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ إِلٰى بَطْنِ أُمِّهٖ مَسْــرُوْرًا

Pada malam ini Aku pindahkan nur itu ke dalam perut ibunya dengan merasa kegembiraan.

أَمْلاَءُ بِهِ الْكَوْنَ نُوْرًا وَاَكْفُلُهٗ يَتِيْمًا وَأُطَهِّرُهٗ وَأَهْلَ بَيْتِهٖ تَطْهِيْرًا

Aku penuhi seluruh alam dengan cahayanya. Aku pelihara di dalam keadaan yatim-piatu dan Aku sucikan dia beserta para keluarganya dengan kesucian yang sungguh.

اللهم صل وسلم وبارك عليه

Ya Alloh tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

Keterangan :

Manakala Sayyidatuna Aminah Binti Wahab mengandung Baginda Nabi Muhammad SAW. Seketika itu pula terjadilah berbagai macam keajaiban-keajaiban dunia yang menggemparkan jagad. Segala peristiwa tersebut, bukan hanya di daratan dan lautan saja. Bahkan di alam malakut lebih dahsyat dan menakjubkan. Konkritnya adalah pada malam Jumu’ah bulan Rajab, detik itulah momen yang paling bersejarah bagi seluruh umat manusia. Saat itulah terjadi perpindahan Nur Agung Baginda Nabi Muhammad SAW dari Sayyiduna Abdullah ke dalam kandungan Sayyidatuna Aminah.Maka, pada malam itulah datang perintah dari Alloh SWT kepada malaikat Ridlwan agar membuka seluruh pintu surga dan Alloh SWT perintahkan kepada malaikat-Nya untuk mengumandangkan seruan telah tiba saat datangnya Nabi Akhir zaman Baginda Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang diterangkan oleh Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani di kitabnya Hujjatulloh ‘Alal-‘Alamin hal 226 dan 223;


قال الشيخ يوسف بن إسماعيل النبهاني في حجة الله على العالمين ص 226 :


قال سهل بن عبد الله التستري لما أراد الله تعالى خلق محمد صلى الله عليه وسلم في بطن أمه آمنة ليلة رجب وكانت ليلة الجمعة أمر الله تعالى في تلك الليلة رضوان خازن الجنان أن يفتح الفردوس وينادي مناد في السموات والأرض ألا إن النور المخزون المكنون الذي يكون منه النبي الهادي في هذه الليلة يستقر في بطن أمه الذي يتم خلقه ويخرج للناس بشيرا ونذيرا.

Yang artinya kurang lebih;

“Bahwa sesungguhnya manakala Alloh SWT menghendaki untuk mewujudkan Baginda Nabi Muhammad SAW dalam kandungan ibundanya pada malam Jumu’ah bulan Rajab, maka Alloh SWT perintahkan kepada malaikat Ridlwan (penjaga surga) agar membuka seluruh pintu surga dan berkumandanglah seruan di langit dan di bumi;

……….(Wahai seluruh makhluk, perhatikanlah oleh kalian semua)..Sesungguhnya Nur Agung Baginda Nabi Muhammad SAW sekarang telah berada dalam kandungan ibundanya. Kelak, Beliaulah yang akan muncul sebagai Nabi yang membawa petunjuk dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan kepada umat manusia”.

Seketika itu juga seluruh binatang yang ada di laut, di daratan, dan di angkasa saling memberi kabar gembira kepada temannya masing-masing. Yang di barat lari ke timur, yang di timur lari ke barat, yang di utara lari ke selatan dan yang di selatan lari ke utara untuk saling membawa berita gembira. Yang lebih menakjubkan lagi adalah binatang-binatang yang ada di sekitar Makkah, seperti kuda, onta, rusa dan lain sebagainya bisa mengucapkan dengan bahasa arab yang fasih, sehingga orang-orang pada masa itu sangat takjub melihat peristiwa langka tersebut. Perkataan hewan-hewan tersebut adalah ;

 

حمل برسول الله صلى الله عليه وسلم ورب الكعبة وهو أمان الدنيا وسراج أهلها

“Sungguh demi Alloh SWT Dzat yang menguasai Ka’bah, saat ini Baginda Rosululloh SAW telah berada dalam kandungan ibundanya. Beliaulah yang kelak akan membawa kedamaian di muka bumi ini dan Beliaulah yang akan menerangi umat dengan ajaran-ajarannya…”

Dan saat itu pula, serentak seluruh singgasana para penguasa, raja, dan kaisar sedunia, semuanya jatuh dan terjungkal ke bawah, sehingga para penguasa tersebut tercekat kebingungan, diam seribu bahasa dan tidak bisa berkata apa-apa seharian penuh. Begitu pula seluruh patung-patung sedunia terjungkal jatuh berantakan. Para dukun-dukun seketika lenyap ilmu mereka, tak bisa menebak/ meramal sesuatu dengan benar. Dan dari bulan ke bulan senantiasa terdengar seruan malaikat yang berkumandang di langit dan di bumi untuk memberi berita gembira kepada seluruh makhluk-makhluk Alloh SWT……….

أن أبشروا فقد آن لإبي القاسم أن يخرج إلى الأرض ميمونا مباركا

…….Berbahagialah kalian semua wahai seluruh makhluk Alloh SWT…Sungguh Baginda Nabi Muhammad SAW sebentar lagi akan datang ke dunia untuk membawa keberkahan dan Rahmat dari Alloh SWT bagi semesta alam…..

Dan sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan dalam kitabnya As-Siroh An-Nabawiyyah juz 1 hal 45 bahwa pada masa dikandungnya Baginda Nabi Muhammad SAW oleh ibundanya adalah masa keemasan bagi suku Quraisy saat itu.

Sebelumnya mereka dalam masa paceklik dan kesulitan bahan makanan yang luar biasa. Namun begitu Baginda Nabi Muhammad SAW sudah berada dalam kandungan ibundanya, seketika kondisi perekonomian berubah total 180 derajat.

Rakyat Quraisy mengalami kemakmuran dan kemudahan yang menakjubkan. Mega-mega putih yang berarak-arakan dan menurunkan rintik-rintik air hujan yang membawa kesuburan, angin sepoi-sepoi basah yang membawa kesejukan, dan lukisan cahaya kilat yang berkilauan menyinari dan menghiasi angkasa raya. Sehingga pepohonan dan tanam-tanaman tumbuh subur di mana-mana, sungai-sungai dipenuhi air yang mengalir, dan hewan-hewan piaraan menjadi gemuk dan deras air susunya. Maka, semakin lengkaplah kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan penduduk Makkah saat itu. Bahkan serentak dengan ijin Alloh SWT, pada tahun itu, tidak ada wanita yang hamil anak perempuan, semuanya dianugerahi Allah SWT hamil anak laki-laki, sebagai perhormatan Alloh SWT kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dan sebagaimana disebutkan oleh Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami di kitabnya An-Ni’matul Kubra ‘Alal-‘Aalam hal 44 bahwa;

…….”Ibunda Rosululloh Muhammad SAW berkata; Sesungguhnya tatkala aku mengandung putraku tercinta (Rosululloh Muhammad SAW), pada bulan pertama tepatnya pada Bulan Rojab Al-Ashom, suatu malam di saat aku terlelap tidur, tiba-tiba datang kepadaku seorang laki-laki yang indah wajahnya, semerbak harum baunya dan diliputi cahaya yang berkemilauan. Dan dia berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad SAW. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”.

Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Adam AS bapaknya seluruh umat manusia”. Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بسيد البشر

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandungNabi Agung Junjungan seluruh umat manusia ……

Pada bulan yang kedua, datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad SAW wahai Utusan Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Syits AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب التأويل والحديث

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandungNabi Agung yang kelak dianugerahi Alloh SWT ilmu ta’wil dan Al-Hadits…

Sesungguhnya, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Madarijush-Shu’uud hal 12 bahwa; manakala Sayyidah Aminah sudah genap hamil 2 bulan, ayahanda tercinta Baginda Nabi Muhammad SAW Sayyiduna Abdullah wafat di Madinah. Seketika para malaikat berkata kepada Alloh SWT; “Ya Alloh Tuhan dan Sesembahan kami, Nabi terkasih-Mu sekarang telah yatim, tidak punya ayah”. Maka, Alloh SWT Berfirman menjawab para malaikat tersebut;


أنا وليه وحافظه وحاميه وربه وعونه ورازقه وكافيه فصلوا عليه وتبركوا بإسمه

“Ketahuilah olehmu wahai para malikat. Sesungguhnya Aku (Alloh SWT) sendiri yang akan menjaga, melindungi dan merawatnya, Serta akan Aku limpahkan bantuan /pertolongan dan rezeki kepadanya. Dan Aku sendiri pula yang akan mencukupi ( segala urusannya). Maka, panjatkanlah selalu oleh kalian sholawat kepadanya dan dapatkanlah keberkahan bagi kalian dengan berwasilah menyebut namanya”

Pada bulan kehamilan yang ketiga datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Nabi Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Idris AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

 

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الرئيس

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak menjadi pemimpin yang sangat agung.

Pada bulan yang keempat datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Kekasih Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Nuh AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

 

أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب النصر والفتوح

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandungNabi Agung yang kelak dianugerahi Alloh SWT pertolongan dan kemenangan besar.

Pada bulan yang kelima datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Pilihan Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Hud AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;


أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب الشفاعة العظمى في اليوم الموعود

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Alloh SWT syafa’at yang agung pada hari kiamat.

Pada bulan yang keenam datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Rahmat Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Ibrohim AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

 

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الجليل

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi yang diagungkan Alloh SWT…

Pada bulan yang ketujuh datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Nabi yang dipilih Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Ismail AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

 

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الرجيح المليح

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Alloh SWT keunggulan dan kesantunan yang sangat luar biasa……..

Pada bulan yang kedelapan datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Pilihan Alloh SWT. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Musa putra Imron AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;


أبشري يا آمنة فقد حملت بمن ينزل عليه القرآن

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Alloh SWT kitab suci Al-Qur’an.

Pada bulan yang kesembilan datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad SAW, telah dekat waktu kedatanganmu wahai Rosululloh. Salam sejahtera Alloh SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Isa putra Maryam AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;


أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي المكرم والرسول المعظم صلى الله عليه وسلم وزال عنك البؤس والعنا والسقم والألم

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandungNabi yang sangat mulia dan Utusan Alloh yang sangat agung. Rahmat Belas Kasih Sayang Alloh SWT dan Salam Sejahtera-Nya senantiasa melimpah kepadanya. Sungguh, Alloh SWT akan menjauhkan darimu segala kesengsaraan, kepayahan dan juga akan memberimu segala kemudahan.

Dan Imam Al-Hafidh Abul Fida’ Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah Wan-Nihayah juz 1 hal 163 menyebutkan tentang ilham yang diberikan Allah SWT kepada Ibunda tercinta Baginda Rosululloh SAW Sayyidah Aminah Binti Wahab;


قال الإمام ابن كثير في البداية والنهاية الجزء الأول ص163
قال محمد بن إسحق فكانت آمنة أم رسول الله صلى الله عليه وسلم تحدثت أنها أتيت حين حملت برسول الله صلى الله عليه وسلم فقيل لها إنك قد حملت بسيد هذه الأمة -فإذا وقع فسميه محمدا فإن إسمه في التوراة أحمد يحمده أهل السماء و أهل الأرض واسمه في الإنجيل أحمد يحمده أهل السماء وأهل الأرض واسمه في القرآن محمد .

Yang artinya kurang lebih;
“Sesungguhnya Ibunda tercinta Baginda Rosululloh Muhammad SAW berkata; Tatkala aku mengandung putraku tercinta (Baginda Rosululloh SAW), datang seorang utusan Alloh SWT (malaikat) kepadaku, Dia berkata; Wahai Aminah, (beruntunglah Engkau). Engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak menjadi Junjungan dan Pemimpin seluruh umat manusia. Maka, apabila telah lahir kelak, berilah Beliau nama “Muhammad”. Karena di Kitab Suci Taurat dan Injil Beliau adalah bernama Ahmad, insan sempurna yang dipuji oleh seluruh penghuni langit dan bumi. Dan di Kitab Suci Al-Qur’an Beliau bernama Muhammad.”

Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’i di kitabnya An-Ni’matul Kubro ‘Alal ‘Aalam hal. 61 telah menyebutkan ;

Bahwa sesungguhnya pada bulan kesembilan kehamilan Sayyidah Aminah (bulan Robi’ul Awwal), saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad sudah semakin dekat, Alloh SWT semakin melimpahkan berbagai macam anugerahnya kepada Sayyidah Aminah, mulai malam tanggal satu hingga malam tanggal 12 Bulan Robi’ul Awwal malam kelahiran Baginda Rosululloh Muhammad SAW;

Pada malam tanggal 1 Alloh SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga Beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam tanggal 2 datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Alloh SWT.

Pada malam tanggal 3 datang seruan memanggil kepadanya…”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya Engkau akan melahirkan Nabi Agung Rosululloh Muhammad SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh SWT”.

Pada malam tanggal 4 Sayyidah Aminah mendengar beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan sangat jelas sekali.

Pada malam tanggal 5 Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabiyyulloh Ibrohim AS Kholilulloh.

Pada malam tanggal 6 Sayyidah Aminah melihat cahaya Rosululloh SAW memenuhi segala penjuru alam semesta.

Pada malam tanggal 7 Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira, sehingga kebahagiaan dan kedamaiannya semakin memuncak.

Pada malam tanggal 8 Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut sangat jelas mengumandangkan….”Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat saat kelahiran Nabi Agung Kekasih Alloh SWT Pencipta alam semesta..”

Pada malam tanggal 9 Alloh SWT semakin mengucurkan limpahan Belas Kasih Sayangnya kepada Sayyidah Aminah, sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah atau sakit dalam diri dan jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam tanggal 10 Sayyidah Aminah melihat tanah Khoif dan Mina ikut bergembira ria menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW .

Pada malam tanggal 11 Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Maka, pada malam 12 Bulan Robi’ul Awwal, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun, saat itu Sayyid Abdul Mutholib sedang bermunajat kepada Alloh SWT di sekitar Ka’bah, dan Sayyidah Aminah sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang menemaninya, tiba-tiba Beliau Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah, dan perlahanan-lahan muncul empat wanita yang sangat anggun nan cantik jelita dan diliputi cahaya yang memancar berkemilauan serta semerbak harum wewangian memenuhi seluruh ruangan. Tiba-tiba wanita pertama datang dan berkata kepada Sayyidah Aminah;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung junjungan alam semesta Baginda Nabi Muhammad SAW. Kenalilah olehmu sesungguhnya aku ini adalah Hawwa’ Ibunda seluruh umat manusia. Aku diperintahkan Alloh SWT untuk menemanimu….

Kemudian Ibu Hawwa’ duduk di samping kanan Sayyidah Aminah. Dan mendekat lagi wanita yang kedua kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Baginda Nabi Muhammad SAW, seorang Nabi Agung yang dianugerahi Alloh SWT kesucian yang sempurna pada diri dan kepribadiannya. Nabi Agung yang ilmunya sebagai sumber seluruh ilmunya para Nabi dan para kekasihnya Alloh SWT. Nabi Agung yang cahayanya meliputi seluruh alam. Dan ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku ini adalah Sarah istri Nabiyyulloh Ibrohim As, aku diperintahkan Alloh SWT untuk menemanimu.”

Kemudian Sayyidah Sarah duduk di sebelah kiri Sayyidah Aminah. Maka, wanita ketigapun kemudian mendekat dan menyampaikan berita gembira kepadanya;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad SAW Kekasih Alloh SWT yang paling agung, dan insan sempurna yang paling utama mendapati pujian dari Alloh SWT dan dari seluruh makhuk-Nya. Perlu engkau ketahui sesungguhnya aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh SWT untuk menemanimu”.

Kemudian sayyidah Asiyah binti Muzahim tersebut duduk di belakang Sayyidah Aminah. Sejenak Sayyidah Aminah semakin kagum, karena wanita yang ke empat adalah lebih anggun berwibawa dan memiliki kecantikan luar biasa. Kemudian mendekat kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad SAW yang dianugerahi Alloh SWT berbagai macam mukjizat yang sangat agung dan sangat luar biasa, Beliaulah junjungan seluruh penghuni langit dan bumi, hanya untuk Beliau semata segala bentuk Sholawat (Rahmat Ta’dzhim) Alloh SWT dan Salam Sejahtera-Nya yang sempurna. Ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku adalah Maryam Ibunda Nabiyyulloh Isa AS. Kami semua ditugaskan Alloh SWT untuk menemanimu demi menyambut kehadiran Baginda Rosululloh Muhammad SAW.

Kemudian Sayyidah Maryam Ibunda Nabiyyulloh Isa AS duduk mendekatkan diri di depan Sayyidah Aminah. Maka, keempat wanita suci mulia nan agung di sisi Alloh SWT tersebut kemudian merapat dan mengelilingi diri Ibunda Rosululloh Muhammad SAW Sayyidah Aminah Binti Wahab, sehingga Ibunda Rosululloh SAW semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan dalam jiwanya. Kebahagiaan dan keindahan yang dialami oleh Ibunda Rosululloh SAW saat itu, tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Dan peristiwa demi peristiwa yang sangat agung, semakin Alloh SWT limpahkan demi penghormatan besar kepada Baginda Rosululloh Muhammad SAW.

Keajaiban berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya saling berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Alloh SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda-beda.

Detik berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh Beliau berbagai macam bintang-bintang di angkasa raya yang sangat indah berkilauan yang saling berterbangan di langit ke segenap penjuru angkasa yang sangat cerah dipenuhi cahaya.

Maka, detik berikutnya adalah Alloh SWT perintahkan kepada Malaikat Ridlwan penjaga surga agar mengomandoi semua bidadari surga supaya berdandan rapi cantik jelita dan memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutera dengan bermahkotakan emas, intan permata yang gemerlapan dan menebarkan wewangian surga yang harum semerbak ke segala arah demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, Alloh SWT limpahkan mandat khusus kepada Malaikat Jibril AS untuk mengemban tugas agung dalam momen yang paling agung dan bersejarah bagi seluruh makhluk Alloh SWT, Firman Alloh SWT kepadanya;


يا جبريل صف راح الأرواح في أقداح الشراب يا جبربل انشر سجادات القرب والوصال لصاحب النور والرفعة والإتصال يا جبريل مر مالكا أن يغلق أبواب النيران يا جبريل قل لرضوان أن يفتح أبواب الجنان يا جبريل البس حلة الرضوان يا جبريل اهبط إلى الأرض بالملائكة الصافين والمقربين والكروبيين والحافين يا جبريل ناد في السموات والأرض في طولها والعرض قد آن أوان اجتماع المحب بالمحبوب والطالب بالمطلوب

Yang artinya kurang lebih;

“Hai Jibril, serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, para Rosul dan para Wali agar berkumpul berbaris rapi menyambut kedatangan Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat Al-Qurb dan Al-Wishol kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang memiliki Nur dan Maqom luhur di Sisi-Ku. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu neraka. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Ridlwan agar membuka seluruh pintu surga. Hai Jibril, pakailah olehmu Hullah Ar-Ridlwan (pakaian khusus yang diliputi Keridloan-Ku) demi menyambut Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat, para Malaikat Muqorrobin, para Malaikat Karubiyyin, para Malaikat yang selalu mengelilingi ‘Arasy, suruh mereka semua turun ke bumi dan berbaris rapi demi memuliakandan mengagungkan kedatangan Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad SAW. Hai Jibril, kumandangkanlah seruan di seluruh penjuru langit hingga lapis ke tujuh dan di segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakan kepada seluruh makhluk-Ku bahwa sesungguhnya …Sekarang telah tiba saatnya kedatangan Nabi akhir zaman, Nabi Agung kekasih Alloh SWT, Baginda Nabi Muhammad SAW ………….

Kemudian seketika itu pula Malaikat Jibril AS secepat kilat langsung melaksanakan seluruh mandat khusus dan agung dari Alloh SWT tersebut. Serentak Beliau bawa seluruh pasukan malaikat turun ke bumi hingga memenuhi seluruh gunung-gunung Makkah dan berbaris rapi meliputi seluruh tanah suci Makkah. Sayap-sayap mereka terlihat laksana mega-mega putih berkilauan memenuhi angkasa. Dan saat itu pula seluruh hewan-hewan yang ada di segenap penjuru di bumi, di lautan dan di angkasa bersuka cita demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ibunda Rosululloh SAW Sayyidah Aminah berkata; Saat itu pula, dengan ijin Alloh SWT, bisa terlihat jelas olehku gedung-gedung yang ada di Syiria dan Palestina. Aku juga melihat tiga pilar bendera yang dibawa oleh para malaikat. Yang satu ditancapkan di jagad timur, yang satu ditancapkan di jagad barat dan yang satunya lagi di atas Ka’bah Baitulloh.

Dalam keadaan yang dipenuhi oleh misteri segala keajaiban yang sedemikian rupa, seketika pula datang serombongan burung-burung bercahaya yang indah memenuhi ruanganku, datang silih berganti. Paruh dan sayapnya adalah berupa mutiara zamrud dan yaqut yang indah sekali. Burung-burung tersebut menebarkan berbagai macam mutiara dan permata yang beraneka ragam indahnya di ruanganku. Setelah itu mereka serentak memanjatkan puja-puji dan tasbih kepada Alloh SWT.

Dan aku lihat pula para malaikat datang bergerombolan dan silih berganti sambil membawa mabkhoroh (tempat dupa) berupa emas merah dan emas putih yang berisikan dupa-dupa wewangian surga yang semerbak harum baunya memenuhi seluruh jagad raya, sambil bergemuruh suara mereka mengucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Agung Rosululloh Muhammad SAW.

Seketika itu pula aku lihat bulan terbelah di atasku laksana qubah, dan bintang-bintang gemerlapan berjajar rapi di atas kepalaku laksana mata rantai emas intan permata. Dan tiba-tiba telah ada di sisiku secangkir minuman putih bening melebihi susu. Seketika aku meminumnya, dan terasa nikmat sekali, kelezatan manisnya melebihi gula dan madu, dan kesejukkannya melebihi salju (es). Maka seketika lepaslah segala dahagaku. Sangat terasa nikmat, segar dan lezat sekali yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Seketika cahaya yang luar biasa meliputi diriku.

Kemudian, datanglah burung putih berkilauan cahaya mendekati dan mengusapkan sayapnya pada diriku. Saat itulah tanda-tanda kelahiran mulai aku rasakan dan aku bersandar pada para wanita yang ada di sekelilingku. Seketika lahirlah Nabi Agung akhir zaman, Kekasih Alloh SWT yang sempurna, Rosululloh Muhammad SAW, dan saya tidak melihat kecuali hanya sinar cahaya yang sangat agung. Tidak lama kemudian, aku melihat putraku (Rosululloh Muhammad SAW) telah berada di sampingku terselimuti dengan sutera putih di atas hamparan sutera hijau dalam keadaan sujud mengiba ke hadirat Alloh SWT dengan mengangkat jari telunjuknya. Dan saya mendengar Beliau Rosululloh SAW mengucapkan ;


ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا

……….”Alloh Maha Besar dengan segala Keagungan-Nya, Segala Puji bagi Alloh atas segala anugerah-Nya, Maha Suci Alloh kekal abadi selama-lamanya………”

wAllohu a’lam bishshowaab.

Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi melalui kitab Nurul Mushthofa yang dirangkum oleh Al-Habib Murtadho bin Abdullah Alkaf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here