Kajian Kitab Aqidatul Awam #01 Sejarah kitab Aqidatul Awam Kalam Ulama - Segala puji milik Allah yeng telah memberikan nikmat atas hamba-Nya yang mukmin dengan cara memuliakannya berupa melihat-Nya di surga nanti. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada seorang hamba yang telah diutus untuk memberikan rahmat bagi seluruh manusia, seumpama tanpa beliau niscaya keadaan manusia lebih buruk daripada hewan,  atas keluarga nabi yang mulia, dan atas sahabat nabi yang menjadi lampu dalam kegelapan, serta para tabiin sampai hari dimana lisan terkunci dan semua anggota badan berbicara. Sebelum membahas kitab Aqidatul Awam, hendaknya sangat perlu diketahui latar belakang/sejarah ditulisnya kitab nadhom ini, yang telah dua abad lebih menjadi pedoman umat muslim sedunia. Suatu ketika nadhim kitab aqidatul awam yaitu Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki bermimpi bertemu Rasulullah SAW dalam tidurnya di akhir malam Jum’at pada awal bulan Rajab hari ke tujuh tahun 1258 H. Pada saat itu, sahabat nabi sedang berdiri disekitar nadhim. Terjadi percakapan singkat sebagai berikut : Nabi SAW  bersabda : “Bacalah nadhom tauhid yang mana bila seseorang menghafalnya, maka akan masuk surga dan akan hasil maksudanya dari setiap kebaikan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.” Nadhim bertanya : “apakah nadhoman itu ya Rasulullah?” Sahabat menyahut dan berkata kepada nadhim: “Dengarlah ! apa yang akan diucapkan oleh Rasulullah SAW” Rasulullah SAW berkata : “ katakanlah ! abda’u bismillahiwarrohmani...” Rasulullah SAW membacakan nadhom pertama yaitu “abdau bismillahiwarrohmani” hingga akhir nadhom yang berbunyi “washuhuful kholili wal kalimi # fiha kalamul hakamil alimi”. Kemudian nadhim membacakan nadhom tersebut dihadapan Rasulullah dan para sahabat.  Rasulullah pun mendengarkannya. Setelah bangun dari tidurnya maka nadhim membaca nadhom yang telah diajarkan oleh Rasulullah di dalam mimpinya. Atas izin Allah, nadhim telah hafal nadhom tersebut dari awal hingga akhir. Suatu ketika di malam Jum’at yaitu malam ke-18 bulan Dzul qo’dah, nadhim bermimpi bertemu Rasulullah untuk yang kedua kalinya di waktu sahur. Terjadi perbincangan singkat, Rasulullah berkata : “Bacalah ! apa yang telah kamu dapatkan sebelumnya” Kemudian nadhim membacanya (dalam hal ini hafal) dari awal hingga akhir. Pada saat itu posisi nadhim dalam keadaan berdiri di depan Rasulullah SAW. Sedangkan para sahabat berdiri diantaranya seraya berkata “Amiin” setelah dibacakan akhir setiap nadhom.  Setelah selesai membacanya, Rasul berkata kepada nadhim : “Allah akan memberikan pertolongan kepadamu terhadap apa yang telah Allah ridhoi  dan Semoga Allah menerimamu atas nadhom tersebut. Semoga Allah memberkahi atas kamu dan atas orang-orang mukmin. Semoga nadhoman  ini bermanfaat bagi hamba-hamba Allah”. Adapun bait selanjutnya yaitu dari bait “wakulluma ata bihirrasulu # fa haqquhuttaslimu wal qabulu” hingga akhir kitab, nadhim menambahkannya sendiri. Berikut sejarah ditulisnya nadhom aqidatul awam, penulis menyarankan kepada pembaca semuany untuk menghafal nadhom tersebut, insyaAllah akan mendapat manfaatnya seperti yang disabdakan Rasulullah dalam mimpi nadhim. Untuk pembahasan selanjutnya, setiap nadhom akan diberikan penjelasan dari Al-qur’an dan kitab kitab tauhid lainnya, seperti syarah aqidatul awam, nurudholam karya Syekh Nawawi al-Bantani, kemudian Jalailul afham karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-maliki. Semoga penulis diberikan kekuatan oleh Allah sehingga mampu menulis hingga akhir bait kitab aqidatul awam.   Wallahu a’lam bishowaab. Oleh: Hamzah Alfarisi   Keterangan: Nadhim : Pengarang kitab aqidatul awam.  Nadhom : Rangkaian kata dalam bahasa arab sehingga membentuk pola yang indah dan memiliki makna yang padat.
 Kajian Kitab Aqidatul Awam #01 Sejarah kitab Aqidatul Awam
Kalam Ulama – Segala puji milik Allah yeng telah memberikan nikmat atas hamba-Nya yang mukmin dengan cara memuliakannya berupa melihat-Nya di surga nanti. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada seorang hamba yang telah diutus untuk memberikan rahmat bagi seluruh manusia, seumpama tanpa beliau niscaya keadaan manusia lebih buruk daripada hewan,  atas keluarga nabi yang mulia, dan atas sahabat nabi yang menjadi lampu dalam kegelapan, serta para tabiin sampai hari dimana lisan terkunci dan semua anggota badan berbicara.
Sebelum membahas kitab Aqidatul Awam, hendaknya sangat perlu diketahui latar belakang/sejarah ditulisnya kitab nadhom ini, yang telah dua abad lebih menjadi pedoman umat muslim sedunia. Suatu ketika nadhim kitab aqidatul awam yaitu Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki bermimpi bertemu Rasulullah SAW dalam tidurnya di akhir malam Jum’at pada awal bulan Rajab hari ke tujuh tahun 1258 H. Pada saat itu, sahabat nabi sedang berdiri disekitar nadhim. Terjadi percakapan singkat sebagai berikut :
Nabi SAW  bersabda : “Bacalah nadhom tauhid yang mana bila seseorang menghafalnya, maka akan masuk surga dan akan hasil maksudanya dari setiap kebaikan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.” Nadhim bertanya : “apakah nadhoman itu ya Rasulullah?” Sahabat menyahut dan berkata kepada nadhim: “Dengarlah ! apa yang akan diucapkan oleh Rasulullah SAW”
Rasulullah SAW berkata : “ katakanlah ! abda’u bismillahiwarrohmani…”
Rasulullah SAW membacakan nadhom pertama yaitu “abdau bismillahiwarrohmani” hingga akhir nadhom yang berbunyi “washuhuful kholili wal kalimi # fiha kalamul hakamil alimi”. Kemudian nadhim membacakan nadhom tersebut dihadapan Rasulullah dan para sahabat.  Rasulullah pun mendengarkannya. Setelah bangun dari tidurnya maka nadhim membaca nadhom yang telah diajarkan oleh Rasulullah di dalam mimpinya. Atas izin Allah, nadhim telah hafal nadhom tersebut dari awal hingga akhir.
Suatu ketika di malam Jum’at yaitu malam ke-18 bulan Dzul qo’dah, nadhim bermimpi bertemu Rasulullah untuk yang kedua kalinya di waktu sahur. Terjadi perbincangan singkat, Rasulullah berkata : “Bacalah ! apa yang telah kamu dapatkan sebelumnya” Kemudian nadhim membacanya (dalam hal ini hafal) dari awal hingga akhir. Pada saat itu posisi nadhim dalam keadaan berdiri di depan Rasulullah SAW. Sedangkan para sahabat berdiri diantaranya seraya berkata “Amiin” setelah dibacakan akhir setiap nadhom.
 Setelah selesai membacanya, Rasul berkata kepada nadhim : “Allah akan memberikan pertolongan kepadamu terhadap apa yang telah Allah ridhoi  dan Semoga Allah menerimamu atas nadhom tersebut. Semoga Allah memberkahi atas kamu dan atas orang-orang mukmin. Semoga nadhoman  ini bermanfaat bagi hamba-hamba Allah”. Adapun bait selanjutnya yaitu dari bait “wakulluma ata bihirrasulu # fa haqquhuttaslimu wal qabulu” hingga akhir kitab, nadhim menambahkannya sendiri.
Berikut sejarah ditulisnya nadhom aqidatul awam, penulis menyarankan kepada pembaca semuany untuk menghafal nadhom tersebut, insyaAllah akan mendapat manfaatnya seperti yang disabdakan Rasulullah dalam mimpi nadhim. Untuk pembahasan selanjutnya, setiap nadhom akan diberikan penjelasan dari Al-qur’an dan kitab kitab tauhid lainnya, seperti syarah aqidatul awam, nurudholam karya Syekh Nawawi al-Bantani, kemudian Jalailul afham karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-maliki. Semoga penulis diberikan kekuatan oleh Allah sehingga mampu menulis hingga akhir bait kitab aqidatul awam.
 
Wallahu a’lam bishowaab.
Oleh: Hamzah Alfarisi
 
Keterangan:
Nadhim : Pengarang kitab aqidatul awam
Nadhom : Rangkaian kata dalam bahasa arab sehingga membentuk pola yang indah dan
memiliki makna yang padat.