Kajian Fiqih Manhaji #01 Mengenal Jarimah dan Jinayah dalam Islam Oleh Zuhal Qobili Kalam ulama - Satu di antara yang membedakan agama Islam dengan agama-agama lainnya adalah bahwa Islam tidak hanya agama yang ajarannya tentang akidah dan tata cara beribadah saja, tetapi juga mempunyai syariat yang mengatur kehidupan manusia dari segala sisinya. Mulai urusan jasmani dan rohani serta kehidupan sebagai seorang individu maupun sebagai anggota masyarakat (hubungan individu dengan individu lainnya). Sehingga ketika aturan – aturan tersebut di taati maka manusia akan hidup dalam tentram dan menentramkan. Baca Juga : Hukum Menyentuh, Membawa dan Membaca Al-Qur’an bagi Wanita Haidh dan Nifas Kendati demikian, banyak sekali kita saksikan apalagi akhir – akhir ini argumen – argumen yang menyatakan bahwa Islam adalah agama teroris, Islam aturan-aturannya banyak yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan sebagainya. Padahal dalam kitab sucinya, dengan tegas al Qur’an menyatakan   وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [al Anbiya : 107]. Nabi Muhammad, Nabi umat Islam diutus oleh Allah tidak hanya sebagai penebar rahmat bagi pemeluk agamanya saja, melainkan sebagai penebar rahmat untuk seluruh alam. Maka jika Islam memang agama yang benar, asli dari Tuhan semesta alam, tidak mungkin ada dalam ajaran-ajarannya yang tidak sesuai dengan akal sehat atau bersifat merugikan. Sehingga, kemungkinan kenapa banyak yang berargumen tidak jelas seperti di atas ada kalanya karena mereka tidak mengetahui lebih dalam ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, atau karena mereka memang mempunyai kedengkian terhadap Islam. Dengan demikian membuat mereka tidak mau menggunakan akal yang jernih untuk mencari kebenaran melainkan mempelajari Islam dengan dangkal mencari hal-hal yang secara nampak luar buruk padahal tidak demikian, dan ini sangat membahayakan bagi pemeluk Islam yang masih awam.  Dengan latar belakang tersebut membuat kami ingin mengkaji tentang “JARIMAH DAN JINAYAH DALAM ISLAM”, karena permasalahan jarimah dan jinayah ketika hanya dilihat sekilas luarnya seakan-akan hukum-hukumnya kebanyakan melanggar HAM atau kejam. Walaupun kajian ini tidak akan mendalam maupun mendetail semoga bisa memberikan wawasan baru bagi yang belum pernah mempelajarinya dan menjadikan kita para pemeluk Islam semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang rahmat penuh kasih sayang. Dan bagi non muslim agar tahu bahwa Islam tidak seperti yang para pendengki gambarkan. DEFINISI JARIMAH DAN JINAYAH   A. JARIMAH Jarimah (جريمة) secara etimologi bermakna ذنب (dosa) atau perbuatan yang tidak sesuai dengan keadilan. Allah berfirman : ولا يجرمنكم شنآن قوم على ألا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa” [al Maidah : 8]. Sedangkan secara terminologi ulama fikih, jarimah mempunyai dua makna : Bermakna umum, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya. Sehingga dengan definisi ini kata jarimah mencakup seluruh perbuatan maksiat kepada Allah. Bermakna khusus, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya yang memiliki hukuman dunia dilaksanakan oleh seorang hakim. B. JINAYAH Jinayah (جناية) secara etimologi bermakna perbuatan buruk. Sedangkan secara terminologi, jinayah adalah perbuatan-perbuatan yang dilarang berkaitan dengan pembunuhan atau melukai anggota badan. Namun ada juga sebagian ulama yang mendefinisikan jinayah semakna dengan jarimah, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya yang memiliki hukuman dunia dilaksanakan oleh seorang hakim.   MACAM-MACAM JARIMAH      Jarimah mempunyai pembagian-pembagian jika di tinjau dari berbagai sudut : 1. Niat Pelaku Macam-macam jarimah ditinjau dari niat pelakunya terbagi menjadi dua : a.       Sengaja, yaitu perbuatan terlarang yang dilaksanakan oleh seseorang dengan kehendaknya sendiri dan dia tahu bahwa perbuatan tersebut di larang yang akan membuatnya di hukum. b.      Tidak sengaja, yaitu perbuatan terlarang yang dilaksanakan oleh seseorang tidak dengan kehendaknya sendiri atau dengan kehendaknya sendiri tetapi dia tidak tahu kalau perbuatan tersebut dilarang.         2. Hukuman Macam-macam jarimah di tinjau dari hukuman akibat melakukan jarimah tersebut terbagi menjadi tiga : a.  Jarimah hudud, yaitu jarimah yang hukumannya sudah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah, sehingga tidak akan kurangmaupun lebih dari yang ditetapkan. b. Jarimah qishas dan diyat, yaitu jarimah berupa pembunuhan atau melukai anggota badan. Hukumannya adalah di qishas (di balas sesuai jarimah yang dilaksanakan) atau membayar diyat. c.   Jarimah takzir, yaitu jarimah yang hukumannya atas dasar kebijaksanaan hakim karena tidak terdapat di dalam al Qur’an dan Hadis, tidak seperti jarimah hudud dan jarimah qishas.          3. Objek Jarimah Macam-macam jarimah ditinjau dari objek jarimahnya terbagi menjadi dua : a.    Jarimah terhadap hak Allah, yaitu jarimah yang berkaitan dengan kemaslahatan umat, bukan individu tertentu. b. Jarimah terhadap hak hamba, yaitu jarimah yang objeknya adalah individu tertentu. Demikian kajian pertama tentang “jarimah dan jinayah dalam Islam”, mengenai definisi jarimah dan jinayah serta macam-macam bentuknya. Insya Allah kajian ke depan akan lebih fokus tentang pembagian kedua, yaitu macam-macam jarimah ditinjau dari hukumannya serta hikmah yang terkandung di dalamanya. Adapun minggu depan akan membahas tentang macam-macambentuk hukuman jarimah, karakteristik dan tujuannya. Wallahu A’lam..   Baca Juga tulisan selanjutnya : Kajian Fiqih Manhaji #02 “Macam-Macam Hukuman dalam Syariat Islam”   Sumber : kitab لجناية على النفس وما دونها فى الفقه الإسلامي karya Dr. Abdul Fattah dan Dr. Al-Mursi Abdul Aziz, diktat fikih komparasi tingkat tiga Universitas al Azhar tahun akademik 2014/2015.

Kajian Fiqih Manhaji #01 Mengenal Jarimah dan Jinayah dalam Islam

Oleh Zuhal Qobili

Kalam ulama – Satu di antara yang membedakan agama Islam dengan agama-agama lainnya adalah bahwa Islam tidak hanya agama yang ajarannya tentang akidah dan tata cara beribadah saja, tetapi juga mempunyai syariat yang mengatur kehidupan manusia dari segala sisinya. Mulai urusan jasmani dan rohani serta kehidupan sebagai seorang individu maupun sebagai anggota masyarakat (hubungan individu dengan individu lainnya). Sehingga ketika aturan – aturan tersebut di taati maka manusia akan hidup dalam tentram dan menentramkan.

Baca Juga : Hukum Menyentuh, Membawa dan Membaca Al-Qur’an bagi Wanita Haidh dan Nifas

Kendati demikian, banyak sekali kita saksikan apalagi akhir – akhir ini argumen – argumen yang menyatakan bahwa Islam adalah agama teroris, Islam aturan-aturannya banyak yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan sebagainya. Padahal dalam kitab sucinya, dengan tegas al Qur’an menyatakan   وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [al Anbiya : 107]. Nabi Muhammad, Nabi umat Islam diutus oleh Allah tidak hanya sebagai penebar rahmat bagi pemeluk agamanya saja, melainkan sebagai penebar rahmat untuk seluruh alam. Maka jika Islam memang agama yang benar, asli dari Tuhan semesta alam, tidak mungkin ada dalam ajaran-ajarannya yang tidak sesuai dengan akal sehat atau bersifat merugikan. Sehingga, kemungkinan kenapa banyak yang berargumen tidak jelas seperti di atas ada kalanya karena mereka tidak mengetahui lebih dalam ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, atau karena mereka memang mempunyai kedengkian terhadap Islam. Dengan demikian membuat mereka tidak mau menggunakan akal yang jernih untuk mencari kebenaran melainkan mempelajari Islam dengan dangkal mencari hal-hal yang secara nampak luar buruk padahal tidak demikian, dan ini sangat membahayakan bagi pemeluk Islam yang masih awam.

 Dengan latar belakang tersebut membuat kami ingin mengkaji tentang “JARIMAH DAN JINAYAH DALAM ISLAM”, karena permasalahan jarimah dan jinayah ketika hanya dilihat sekilas luarnya seakan-akan hukum-hukumnya kebanyakan melanggar HAM atau kejam. Walaupun kajian ini tidak akan mendalam maupun mendetail semoga bisa memberikan wawasan baru bagi yang belum pernah mempelajarinya dan menjadikan kita para pemeluk Islam semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang rahmat penuh kasih sayang. Dan bagi non muslim agar tahu bahwa Islam tidak seperti yang para pendengki gambarkan.

DEFINISI JARIMAH DAN JINAYAH  
A. JARIMAH
Jarimah (جريمة) secara etimologi bermakna ذنب (dosa) atau perbuatan yang tidak sesuai dengan keadilan. Allah berfirman :
ولا يجرمنكم شنآن قوم على ألا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى
Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa” [al Maidah : 8].
Sedangkan secara terminologi ulama fikih, jarimah mempunyai dua makna :
  1. Bermakna umum, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya. Sehingga dengan definisi ini kata jarimah mencakup seluruh perbuatan maksiat kepada Allah.
  2. Bermakna khusus, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya yang memiliki hukuman dunia dilaksanakan oleh seorang hakim.

B. JINAYAH

Jinayah (جناية) secara etimologi bermakna perbuatan buruk. Sedangkan secara terminologi, jinayah adalah perbuatan-perbuatan yang dilarang berkaitan dengan pembunuhan atau melukai anggota badan. Namun ada juga sebagian ulama yang mendefinisikan jinayah semakna dengan jarimah, yaitu segala sesuatu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau larangannya yang memiliki hukuman dunia dilaksanakan oleh seorang hakim.
 
MACAM-MACAM JARIMAH
     Jarimah mempunyai pembagian-pembagian jika di tinjau dari berbagai sudut :
1. Niat Pelaku
Macam-macam jarimah ditinjau dari niat pelakunya terbagi menjadi dua :
a.       Sengaja, yaitu perbuatan terlarang yang dilaksanakan oleh seseorang dengan kehendaknya sendiri dan dia tahu bahwa perbuatan tersebut di larang yang akan membuatnya di hukum.
b.      Tidak sengaja, yaitu perbuatan terlarang yang dilaksanakan oleh seseorang tidak dengan kehendaknya sendiri atau dengan kehendaknya sendiri tetapi dia tidak tahu kalau perbuatan tersebut dilarang.
 
      2. Hukuman
Macam-macam jarimah di tinjau dari hukuman akibat melakukan jarimah tersebut terbagi menjadi tiga :
a.  Jarimah hudud, yaitu jarimah yang hukumannya sudah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah, sehingga tidak akan kurangmaupun lebih dari yang ditetapkan.
b. Jarimah qishas dan diyat, yaitu jarimah berupa pembunuhan atau melukai anggota badan. Hukumannya adalah di qishas (di balas sesuai jarimah yang dilaksanakan) atau membayar diyat.
c.   Jarimah takzir, yaitu jarimah yang hukumannya atas dasar kebijaksanaan
hakim karena tidak terdapat di dalam al Qur’an dan Hadis, tidak seperti jarimah hudud dan jarimah qishas.
 
       3. Objek Jarimah
Macam-macam jarimah ditinjau dari objek jarimahnya terbagi menjadi dua :
a.    Jarimah terhadap hak Allah, yaitu jarimah yang berkaitan dengan kemaslahatan umat, bukan individu tertentu.
b. Jarimah terhadap hak hamba, yaitu jarimah yang objeknya adalah individu tertentu.
Demikian kajian pertama tentang “jarimah dan jinayah dalam Islam”, mengenai definisi jarimah dan jinayah serta macam-macam bentuknya. Insya Allah kajian ke depan akan lebih fokus tentang pembagian kedua, yaitu macam-macam jarimah ditinjau dari hukumannya serta hikmah yang
terkandung di dalamanya.
Adapun minggu depan akan membahas tentang macam-macambentuk hukuman jarimah, karakteristik dan tujuannya.
Wallahu A’lam..
 
Sumber : kitab
لجناية على النفس وما دونها فى الفقه الإسلامي
karya Dr. Abdul Fattah dan Dr. Al-Mursi Abdul Aziz, diktat fikih komparasi tingkat tiga Universitas al Azhar tahun akademik 2014/2015.