ym1

[FOTO]: Aramgah-e-Danyal, atau Makam Nabi Danial di kota Susan (Susa atau Shush) – Iran.

=============================

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Ketika baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam menyatakan dirinya sebagai Rosul sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Isa yang diutus oleh Alloh untuk menyeru kepada ajaran monotheisme (Tuhan yang satu) peninggalan Nabi Ibrohim, maka para rabbi / rahib Yahudi melakukan uji ‘validitas’ kerosulan Muhammad dengan mengajukan tiga pertanyaan.

Yang mana tiga hal ini hanya bisa dijawab dengan benar oleh Rosul (utusan) Alloh. Jika Nabi Muhammad bisa menjawabnya, maka benar beliau adalah utusan Alloh sebagaimana Musa dan Isa.

Tiga pertanyaan tersebut adalah tentang sekelompok pemuda yang mengasingkan diri dari kaumnya?, kemudian tentang pengembara yang melakukan ekspedisi ke ujung barat dan ujung timur?, dan tentang ruh?

Allohu Subhanahu Wa Ta’ala kemudian menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjawab ketiga pertanyaan tersebut dalam suroh al-Isro dan suroh al-Kahfi.

Pengembara yang melakukan ekspedisi ke ujung barat dan ujung timur itu disebutkan dalam suroh al-Kahfi sebagai Dzulqornain.

(*Ket: Qorn dalam bahasa Arab berarti “Tanduk” atau “Kerajaan”, sehingga Dzulqornain berarti “si dua Tanduk” atau maknanya “si pemilik dua Kerajaan”)

Siapakah sebenarnya Dzulqornain sang pembangun tembok Yakjuj Makjuj ini? Mengapa para rabbi/rahib Yahudi menjadikan kisahnya sebagai uji validitas terhadap kerosulan Muhammad SAW?

Tentunya bukan tanpa alasan. Nabi Muhammad SAW mengklaim dirinya sebagai Rosululloh (utusan Alloh) sebagaimana Musa dan Isa bin Maryam, maka logikanya wahyu yang diterima oleh beliau (SAW) haruslah memiliki keterkaitan dengan wahyu yang tercantum dalam kitab-kitab sebelumnya.

Kaum Yahudi pastilah memiliki informasi tentang “si dua tanduk” (Dzulqornain), nama ini bukanlah nama yang asing bagi mereka. Namun ketika menanyakan perihal itu kepada Nabi Muhammad, mereka tidak secara eksplisit menyebut nama Dzulqornain, melainkan “seorang pengembara yang melakukan perjalanan ke barat dan ke timur”.

————————————–

Dalam alkitab, nama Dzulqornain “si dua tanduk” disebutkan dalam mimpi Nabi Daniel (Danial). Berikut adalah kutipan ayat alkitab tersebut (Daniel ayat 1-4, terjemahan oleh sabda.org):

(8:1) Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu.

(8:2) Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai.

(8:3) Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.

(8:4) Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.

Kalimat “A ram with two horns” (domba jantan dengan dua tanduk) dalam mimpi Nabi Daniel ini selanjutnya dengan jelas disebutkan dalam ayat ke-20. Malaikat Jibril menjelaskan kepada Nabi Daniel mengenai takwilnya. (Daniel ayat 15-22, terjemahan oleh sabda.org):

(8:15) Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;

(8:16) dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”

(8:17) Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!”

(8:18) Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali.

(8:19) Lalu berkatalah ia: “Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.

(8:20) Domba jantan yang kau lihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.

(8:21) Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.

(8:22) Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.

—————————-

Yang dimaksud dengan “si dua tanduk” dalam mimpi Nabi Daniel adalah Raja Medes (Media) dan Persia, yakni Raja Cyrus (559-530 SM) yang berhasil menyatukan Medes dan Persia dalam satu kekuasaan.

Terbongkar sudah teka-teki para rahib Yahudi untuk menguji validitas kerosulan Muhammad SAW. Alloh mewahyukan kepada Nabi Muhammad tentang cerita “si dua tanduk” ini.

Dzulqornain adalah seorang penguasa yang beriman pada Alloh, bijaksana, tidak memerangi negara lain kecuali diserang terlebih dahulu, menerapkan hukum dengan adil, menundukkan wilayah lain tanpa melakukan genosida atau pembantaian massal, tidak menerima pembayaran upeti atau upah atas kebijakan yang dilakukan, membebaskan kaum lain yang tertindas oleh penguasa dzholim.

Apakah benar semua sifat yang luar biasa tersebut kesemuanya ada pada diri raja Cyrus (Cyrus the great)?

Jika Cyrus The Great adalah benar Dzulqornain, maka bagaimana dengan Alexander the great sang penguasa Macedonia (Iskandar al-Makduni) yang meluaskan wilayah penaklukannya hingga ke Mesir?

Nantikan kelanjutannya pada bagian #3… (bersambung)

wAllohu a’lam bishshowaab..

Baca Juga : Kajian Akhir Zaman #1: Benarkah Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur?

===================================

Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi dari berbagai sumber

[Jakarta Timur, 09 Februari 2016 | 16:00 UTC+7]