JEMARI SANG AHLI IBADAH

Oleh : Muhammad Azka

Dari Wahab bin Munabbih, ia berkata: “Pada zaman dahulu, ada seorang yang ahli ibadah dari Bani Israil yang sedang beribadah di tempat pertapaannya. Lalu sekelompok orang mendatangi seorang PSK dan mereka berkata: “mungkin kau mau menggoda laki-laki ahli ibadah itu.” Lalu pada suatu malam yang hujan dan gelap gulita, PSK tersebut mendatangi seorang ahli ibadah tersebut. PSK itu memanggil laki-laki tadi dan laki-laki itu pun langsung memberikan aba-aba kepadanya. “Wahai orang yang taat ahli ibadah, tolonglah aku agar aku bisa sampai kesitu”, pinta sang PSK. Laki-laki itu tidak peduli dengan PSK itu dan ia tetap melanjutkan sholatnya, sedangkan lampunya masih menyala. PSK itu menyeru lagi: “wahai hamba Allah, aku akan segera kesitu, tidakkah engkau melihat sekarang sedang hujan dan gelap gulita ?” Sesaat PSK itu tetap di tempatnya, namun akhirnya ia bisa sampai ke tempat laki-laki itu. Lalu PSK itu tidur terlentang di dekat laki-laki itu dan ia memperlihatkan kecantikannya supaya laki-laki itu tertarik padanya. Kemudian laki-laki itu berkata: “Tidak ! Demi Allah, sampai aku melihat kesabaranmu terhadap api neraka.” [Maksudnya, takutlah kamu pada api neraka]. Lalu laki-laki tersebut menuju ke arah lampu (atau lampu tidur) dan menaruh jarinya diatas lampu itu sampai terbakar. Kemudian ia kembali mengerjakan sholat, akan tetapi nafsunya masih saja mengajak untuk berbuat cabul dengan PSK tadi. Setelah itu, ia mengulangi lagi dengan membakar jarinya yang lain. Namun nafsunya tetap saja bergejolak. Ia kembali lagi membakar jarinya hingga semua jari jemarinya terbakar. PSK tadi terperangah melihat perbuatan laki-laki itu. Akhirnya PSK itu pingsan yang menyebabkannya meninggal dunia.”

Sumber: Dzammul Hawa karya al-Hafizh Ibnul Jauzi (wafat 597 H), halaman 249: