make up

kalamulama.com -Bagaimana hukumnya make up yang terbawa ketika wudlu?
Apakah Anda salah seorang perempuan yang suka berhias? Jika ya, maka tidak masalah jika berhias tersebut diniatkan mempercantik diri di hadapan suami. Jika bukan untuk suami maka berhiaslah sewajarnya tidak diniatkan untuk mengundang orang lain tertarik pada Anda. Hanya saja ada beberapa poin yang terkadang diremehkan atau malah tidak diketahui oleh kalangan perempuan. Salah satunya terkait wudlu. Bagaimana hukumnya makeup yang terbawa ketika wudlu?
Perlu menjadi perhatian bahwa air wudlu harus sampai meresap ke kulit (anggota wudlu) tanpa terkecuali wajah. Hal itu menjadi syarat sahnya wudlu. Ketika wajah seorang perempuan dihias menggunakan makeup, membuat kulit wajahnya tertutupi oleh makeup tersebut. Apalagi makeup yang jenis water proof yang tidak akan hilang meskipun dibasuh air. Makeup jenis ini bahan dasarnya terbuat dari minyak silicon (silicon based oil), banyak disenangi para perempuan karena awet dan tidak mudah pudar. Contohnya eyeliner waterproof yang dipakai perempuan untuk mempertajam dan mempertegas mata.
Secara fiqih, sebagaimana dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji alal Madzhabisy Syafi’i dijelaskan bahwa wajib meratakan basuhan air wudlu ke seluruh rambut dan kulit bagian anggota wudhu. Jika di bawah kuku-kukunya terdapat kotoran yang menghalangi sampainya air, atau cincin (yang dipakai dapat menghalangi sampainya air) maka tidak sah wudhunya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَجَعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِمَاءٍ بِالطَّرِيقِ تَعَجَّلَ قَوْمٌ عِنْدَ الْعَصْرِ فَتَوَضَّئُوا وَهُمْ عِجَالٌ فَانْتَهَيْنَا إِلَيْهِمْ وَأَعْقَابُهُمْ تَلُوحُ لَمْ يَمَسَّهَا الْمَاءُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ ».

Artinya : “Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata, ‘Kami kembali bersama Rasulullah SAW dari Kota Mekkah menuju Madinah sampai ketika kami menemukan air di tengah perjalanan, maka sekelompok orang (kaum) segera bergegas shalat ashar, mereka pun berwudlu dengan tergesa-gesa, sampai kami berakhir sedangkan tumit mereka jelas sekali masih kering tidak tersentuh air. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah bagi tumit-tumit itu karena api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.”
Ada pula hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa terdapat laki-laki yang berwudlu dan meninggalkan tempat kuku-kukunya atas tumitnya. Nabi yang melihatnya mengatakan, “Ulangi lagi! Perbaiki wudlumu.” Maka ia kembali berwudlu dan shalat. Dua hadits ini menunjukkan bahwa tidaklah cukup wudlu jika bagian anggota yang wajib dibasuh tidak terkena basuhan.
Seringkali banyak perempuan yang meninggalkan shalat hanya takut makeupnya terhapus, atau malah sengaja tetap berwudlu dan shalat padahal makeupnya belum terhapus. Oleh karena itu, hendaknya berhati-hatilah dalam berwudlu agar tidak termasuk dalam golongan yang diancam neraka oleh Nabi SAW karena sembrono dalam masalah wudhu.

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here