Haul Sang Permata Ash Shiddiq

Kalam Ulama – Tepat hari ini, peringatan kelima puluh sembilan atas wafatnya Al-Imam Al-Mujahid Al-Hafidz Al-Mutqin Al-Mujtahid Asy-Syarif Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari ‘alaihi wa ‘ala alaihissalam.

Baca Juga : GUS DUR, Pergi Tak Pernah Kembali

Sayyid Abdul Aziz bin Muhammad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari, saudara kandung beliau, menulis dalam Autobiografinya yang berjudul Ta’riful Mu’tasi mengenai beliau:

شقيقي أبو الفيض، صاحب التآليف الكثيرة المفيدة، الحافظ الذي ألقت إليه علوم الرواية بالمقاليد، وحاز قصب السبق في مضمارها، وأتقن فنونها، فلا يوجد له نظير في مشرق الأرض ومغربها في الإحاطة بأصولها، وأقوال أئمتها، الحق أنه ابن حجر هذا العصر من غير منازع ولا مخالف، وتآليفه شاهدة بهذا لمن قرأها وسبر غورها.

“Saudaraku, Abul Faidl (Ahmad), adalah sosok yang memiliki banyak sekali karangan. Sosok Al-Hafidz yang aku dapati padanya berbagai ilmu riwayat dan perbendaharaannya. Tidak ada yang menyerupainya dari orang-orang terdahulu dalam mengulas dan menyempurnakan bidang yang ditulisnya. Tidak ditemukan orang yang sepadan dengannya, baik di timur maupun di barat, dalam penguasaannya terhadap kaidah-kaidah ushul dan perkataan para imam. Benar jika dikatakan bahwa ia adalah Ibnu Hajar di zaman ini, kebenaran tanpa keraguan dan perbedaan. Karya tulisnya menjadi saksi atas hal ini bagi mereka yang ingin membaca dan menelitinya lebih dalam.”

Beliau wafat di permulaan Jumadil Akhir tahun 1380 Hijriyah di Kairo dan dikebumikan di pekuburan Al-Ghafir, kompleks pemakaman keluarga Awwad. Makam beliau terkenal dan banyak diziarahi.

Baca Juga : Kisah Datangnya Para Nabi Kepada Siti Aminah Saat Mengandung Nabi Muhammad

Bogor, 3 Jumadil Akhir 1439
Adhli Al-Qarni