kalamulama.com- Gus Dur Dimata Kiai Buchori Masruri. Dalam sebuah ceramahnya Kiai Buchori Masruri mengatakan:

kalamulama.com– Gus Dur Dimata Kiai Buchori Masruri. Dalam sebuah ceramahnya Kiai Buchori Masruri mengatakan:

“Saya kenal Gus Dur dari kecil. Tahun 1955, saya di Pondok Krapyak Yogyakarta itu, sudah ngerti Gus Dur. Pada waktu itu Gus Dur juga sama masih kecil.

(Waktu) itu bawaannya Gus Dur sudah The Holy Quran. Jaman dulu tahun 1955, Gus Dur itu bawaannya sudah Al-Quran terjemah Bahasa Inggris

Saya tahu gitu, “Itu bisa baca atau nggak?” gitu batin saya.

Pabrik(Nya) sudah tidak mengeluarkan (produk) orang seperti itu.

Gus Dur membaca buku The Satanic Verses, Ayat-ayat Setan karangan Salman Rushdie, yang menjelek-jelekkan Kanjeng Nabi dalam bahasa Inggris

Dibaca mulai dari lapangan terbang Soekarno Hatta ke Surabaya sampe di Juanda sudah tamat.

Saya diceritain begitu itu tidak percaya. Apa iya?

Ketika saya jadi ketua NU Wilayah (Jawa Tengah) kirim surat ke Gus Dur, saya antar sendiri. Beliau sebagai Ketua Umum PBNU.

“Gus, ini surat dari (Pengurus) Wilayah.” Bacanya itu begini ini. Lihat! Bacanya itu begini ini.

Terus tanya gini, “Terus gimana, Mas Bukhori?” Loh, apa sudah dibaca itu tadi? .
Ternyata dengan menempelkan kertas di matanya itu seperti scanner. Kayak fotocopy, scanner itu kan, fotocopy itu kan scanner
cuma lewat, sreeet, gini doang.

Itu sudah masuk. Sudah masuk ke otak Gus Dur. Ternyata nggak ngawur, apa yang saya tulis di surat itu, ditanyakan satu per satu.

Yang saya heran, yang seneng beliau orang se-Indonesia. Bukan cuma orang NU saja. Orang beragama Budha, Hindu juga seneng dengan Gus Dur.

Lha saya pernah diundang ngaji di Gereja Randusari. Aneh kan? Saya mau itu (karena) meniru Gus Dur.

Pendeta banyak sekali, Pendeta kristen banyak sekali kumpul, Gus Dur dimintai tausiyah. Geger orang-orang sedunia. Gimana
Gus Dur ini?

Saya mengadu ke Guru saya, Kiai Ali Maksum (Krapyak). “Bagaimana itu Gus Dur kok diundang Pendeta disuruh ceramah kok mau?”

“Lha kalau nggak mau, Pendeta (bisa) mendengarkan (ayat-ayat) Al-Quran kapan?” jawab Kiai Ali Maksum. Kalau begitu benar
ya Gus Dur itu.

Orang sedunia menganggap Gus Dur salah, ternyata orang yang lebih pintar, waskita, ya gurunya Gus Dur, Kiai Ali Maksum berkata gitu.

“Lha kalau Durrahman nggak mau, Pendeta (bisa) mendengarkan (ayat-ayat) Al-Quran kapan?” kata Kiai Ali Maksum.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here