KalamUlama.com – KH. Baha’uddin Nursalim lahir terhadap tanggal 15 Maret 1977 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kyai yang akrab dipanggil Gus Baha ini adalah putra seorang ulama’ pakar Qur’an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pada umur yang tetap sangat belia, Gus Baha’ sukses mengkhatamkan hafalan al-Qur’an beserta Qiro’ahnya bersama lisensi yang ketat dari ayahnya. Gemblengan keilmuan yang ayah beliau jalankan memanglah sesuai layaknya karakteristik murid-murid Mbah Arwani Kudus yang menerapkan keketatan di dalam tajwid dan makhorijul huruf terhadap setiap huruf al-Qur’an.

Riwayat pendidikan beliau, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu. Pernah suatu kala ayahnya tawarkan kepada beliau untuk mondok di Rushoifah atau Yaman. Namun beliau lebih menentukan untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyyah PP. Al Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA.

KalamUlama.com - KH. Baha'uddin Nursalim lahir terhadap tanggal 15 Maret 1977 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kyai yang akrab dipanggil Gus Baha ini adalah putra seorang ulama' pakar Qur'an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pada umur yang tetap sangat belia, Gus Baha' sukses mengkhatamkan hafalan al-Qur'an beserta Qiro'ahnya bersama lisensi yang ketat dari ayahnya. Gemblengan keilmuan yang ayah beliau jalankan memanglah sesuai layaknya karakteristik murid-murid Mbah Arwani Kudus yang menerapkan keketatan di dalam tajwid dan makhorijul huruf terhadap setiap huruf al-Qur’an. Riwayat pendidikan beliau, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu. Pernah suatu kala ayahnya tawarkan kepada beliau untuk mondok di Rushoifah atau Yaman. Namun beliau lebih menentukan untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi'iyyah PP. Al Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA. Di Al Anwar inilah beliau muncul sangat menonjol di dalam fan-fan pengetahuan Syari'at layaknya Fiqih, Hadits dan Tafsir. Hal ini terbukti dari lebih dari satu amanat prestisius keilmiahan yang diemban oleh beliau sepanjang mondok di Al Anwar, layaknya Rois Fathul Mu'in dan Ketua Ma'arif di jajaran kepengurusan PP. Al Anwar. Saat mondok di Al Anwar ini pula beliau mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap bersama matan, rowi dan sanadnya. Selain Shohih Muslim beliau termasuk mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika arab layaknya 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik. Menurut Prof. Quraisy Syihab, Gus Baha merupakan Ulama yang memahami dan hafal detail-detail Al-Qur'an sampai detail-detail fiqh yang tersirat di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Tafsir Jalalain Tafsir al-Jalalain adalah sebuah kitab tafsir al-Qur'an terkenal, yang mulanya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli terhadap th. 1459, dan lantas dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi terhadap th. 1505. Kitab tafsir ini umumnya diakui sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, dikarenakan diakui enteng dimengerti dan terdiri dari hanya satu jilid saja. Sungguh tidak mengherankan jika Tafsir Jalalain digunakan Gus Baha sebagai salah satu referensi utama didalam tiap tiap pengajian yang beliau ajar. Kumpulan Kajian Tafsir Gus Baha MP3 : 1. Al hikam Ibnu Athaillah Kitab Al Hikam merupakan hikmah-hikmah Ibnu Athaillah sehingga hidup Anda tidak saja terarah dan bermakna, tetapi termasuk tenteram dan indah! Al-Hikam menjelaskan orang Islam untuk berjalan menuju Allah, lengkap dengan rambu-rambu, peringatan, dorongan, dan penggambaran keadaan, tahapan, dan juga kedudukan rohani. Al-Hikam dipandang sebagai kitab kelas berat bukan saja dikarenakan susunan kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan termasuk kedalaman makrifat yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat. Kitab Al Hikam memiliki bahasa yang luar biasa indah, kata dan arti saling mendukung, melahirkan ungkapan-ungkapan yang menggetarkan. 1. Gus Baha Kajian Hikam Hal 40-41 Kajian Nashoihul Ibad Kitab Nashoihul Ibad ini miliki takaran yang arti yang begitu didalam dan hakikatnya begitu tinggi, sehingga jika dimengerti dan dipraktekkan didalam kehidupan sehari-hari bisa mengantarkan kita kepada kesucian hati, kebersihan jiwa dan kesantunan budi pekerti, dan juga bisa mengingatkan kita bakal pentingnya sadar arti hidup yang hakiki. 1. Reputasi Keilmuan Beliau Selain Yogyakarta, beliau termasuk diminta untuk mengasuh pengajian Tafsir Al-Qur`an di Bojonegoro Jawa Timur. Jika Jogja di minggu terakhir, maka Bojonegoro di minggu ke-2 tiap bulannya. Hal ini beliau jalani secara teratur dari 2006 hingga kini. Gus Baha’ termasuk merupakan ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Bersama timnya yang terdiri dari para Profesor, Doktor, dan ahli-ahli Al-Qur`an dari semua penjuru Indonesia, seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib, dan para bagian Dewan Tafsir Nasional yg lain. Beliau pernah suatu kala ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, tetapi beliau tidak berkenan. Dalam jagad Tafsir Al-Qur’an di Indonesia, beliau termasuk pendatang baru, dan serupa sekali cuma satu bagian dari jajaran dewan tafsir nasional yg berlatar belakang pendidikan non resmi dan non gelar.Meskipun demikian, ke’aliman dan penguasaan keilmuan beliau terlalu diakui oleh para ahli Tafsir Nasional. Hingga suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof.Quraisy bahwa kedudukan beliau di dewan tafsir nasional tak hanya sebagai “Mufassir” tetapi termasuk sebagai “Mufassir Faqih”, dikarenakan penguasaan beliau terhadap ayat-ayat ahkam yang terdapat didalam A-Qur`an. Setiap kali lajnah “menggarap” tafsir dan mushaf Al-Qur’an, beliau senantiasa di dua posisi, yakni sebagai Mufassir seperti angota lajnah yang lain, termasuk sebagai Faqihul Qur`an, yang mempunyai tugas khusus mengurai takaran Fiqh didalam ayat-ayat ahkam Al-Qur`an. Kitab Karya Gus Baha' Rembang Kitab Karya Gus Baha Buku حفظنا لهذا المصحف berkenaan penjelasan rasm usmani disempurnakan umpama dan penjelasan yang disadur berasal dari buku al-Muqni' karya Abu 'Amr Usman bin Sa'id ad-Dani (w. 444 H.) Buku tipis yang ditulis oleh Ahmad Bahauddin bin Nur Salim berasal dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah ini amat berfaedah bagi saya untuk mengetahui bagaimana mengetahui karakteristik penulisan al-Qur’an di didalam mushaf rasm usmani. Dan ini sekaligus menjadi alasan saya menulis resensi ini, semoga bisa menambahkan faedah bagi yang membaca. Realitas hari bisa kita cross-ceck dengan di lapangan, bahwa banyak sekali para penghafal al-Qur’an namun tidak punyai kebolehan yang baik di didalam gramatika bhs arab. Dan banyak sekali yang mempunyai kebolehan gramatika bhs arab yang luar biasa namun tidak diberikan keutamaan hafal al-Qur’an. Belum lagi para mahasiswa yang menyita belajar al-Qur’an dan hadits, baik berasal dari yang strata satu, magister, bahkan doktoral, tidak semua hafal al-Qur’an. Dan lagi berapa pengajar yang termasuk tidak hafal al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa menurut saya yang mempunyai “dua pedang” berikut (baca: hafal dan menguasai gramatika arab) amat sedikit sekali. Gus Baha' (begitu sapaan akrab pengarang buku di atas) adalah salah satu berasal dari sedikit yang mempunyai dua pedang berikut (selengkapnya berkenaan Gus Baha' silakan baca: Sekilas Tentang Gus Baha' Rembang). Di didalam bukunya ia menyatakan bahwa sebenarnya rasm usmani merupakan warisan yang wajib dijaga. Cara menjaganya tidak hanya dengan menghafalkan, namun termasuk dicermati dengan detil bagaimana cara penulisan dan karakteristik rasm usmani tersebut. Sebab mushaf usmani ini tidak ditulis dengan metode imla' yang senantiasa sama di didalam al-Qur’an. Hal inilah yang mendasari alasan Gus Baha' yang berpendapat bahwa bhs itu riwayat, tidak hanya sekedar kaidah. Oleh karena itu banyak sekali penulisan-penulisan atau lafadz-lafadz yang benar secara kaidah i'lal, disaat tidak cocok dengan bhs arab secara sama'i maka tidak bisa dikiyaskan. Misalnya di didalam penulisan مالك (mim ditulis panjang dengan alif di pada mim dan lam) –ini menurut qira’at 'Ashim riwayat berasal dari Hafs– penulisan layaknya ini benar dan diperbolehkan. Namun ternyata penulisan layaknya itu bukan menurut rasm usmani. Sedangkan di didalam rasm usmani ditulis dengan ملك (mimnya dibaca pendek, ini menurut qira’atnya Qalun). Pada penulisan سُكارى dengan mengikuti wazan فُعالى namun di didalam rasm usmani ditulis سَكْرى ini mengakomodir qira’at Hamzah dan Kisa’i dengan mengikuti wazan فَعْلى . Dari kedua umpama di atas berkenaan perbedaan-perbedaan qira’at dan cara penulisan rasm usmani bisa ditarik hepotesisnya bahwa amat urgen sekali untuk diketahui oleh pecinta al-Qur’an. Sebab ternyata mushaf cetakan Indonesia banyak yang tidak mengikuti standar rasm usmani, kendati perihal layaknya demikianlah tidak dilarang. Namun jikalau jikalau membaca sebagian macam mushaf dan menemukan penulisan yang asing, pembaca tidak kebingungan bagaimana bacanya. Keistimewaan berasal dari buku ini yakni disempurnakan dengan tabel-tabel yang menyatakan postingan asli rasm usmani dan style penulisan yang kontemporer. Jadi pembaca tidak wajib membaca dengan detil ulasan-ulasannya, cukup dengan mencermati tabel saja. Hal ini amat menunjang termasuk di didalam mengidentifikasi perbedaan-perbedaan yang ada di didalam sebagian mushaf. Buku ini amat menunjang sekali di didalam menambah perhatian para pecinta al-Qur’an, baik yang menghafalkan maupun yang mengkaji. Ini termasuk anggota berasal dari bisnis beliau di didalam menjaga keotentikan rasm usmani yang tidak hanya dijaga secara hafalan, namun termasuk dengan penulisan. Semoga Allah senantiasa merahmati guru saya ini (Bahauddin). Banyak kekurangan di didalam penulisan udah sepatutnya saya sebagai manusia. Ada kebenaran di dalamnya sekedar dikarenakan keutamaan berasal dari Allah.Di Al Anwar inilah beliau muncul sangat menonjol di dalam fan-fan pengetahuan Syari’at layaknya Fiqih, Hadits dan Tafsir. Hal ini terbukti dari lebih dari satu amanat prestisius keilmiahan yang diemban oleh beliau sepanjang mondok di Al Anwar, layaknya Rois Fathul Mu’in dan Ketua Ma’arif di jajaran kepengurusan PP. Al Anwar. Saat mondok di Al Anwar ini pula beliau mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap bersama matan, rowi dan sanadnya. Selain Shohih Muslim beliau termasuk mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu’in dan kitab-kitab gramatika arab layaknya ‘Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Menurut Prof. Quraisy Syihab, Gus Baha merupakan Ulama yang memahami dan hafal detail-detail Al-Qur’an sampai detail-detail fiqh yang tersirat di dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

Tafsir Jalalain

Tafsir al Jalalain adalah sebuah kitab tafsir al-Qur’an terkenal, yang mulanya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli terhadap th. 1459, dan lantas dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi terhadap th. 1505. Kitab tafsir ini umumnya diakui sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, dikarenakan diakui enteng dimengerti dan terdiri dari hanya satu jilid saja. Sungguh tidak mengherankan jika Tafsir Jalalain digunakan Gus Baha sebagai salah satu referensi utama didalam tiap tiap pengajian yang beliau ajar. Kumpulan Kajian Tafsir Gus Baha MP3 :

Al hikam Ibnu Athaillah

Kitab Al Hikam Ibnu Athaillah merupakan hikmah-hikmah Ibnu Athaillah sehingga hidup Anda tidak saja terarah dan bermakna, tetapi termasuk tenteram dan indah! Al-Hikam menjelaskan orang Islam untuk berjalan menuju Allah, lengkap dengan rambu-rambu, peringatan, dorongan, dan penggambaran keadaan, tahapan, dan juga kedudukan rohani. Al-Hikam dipandang sebagai kitab kelas berat bukan saja dikarenakan susunan kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan termasuk kedalaman makrifat yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat. Kitab Al Hikam memiliki bahasa yang luar biasa indah, kata dan arti saling mendukung, melahirkan ungkapan-ungkapan yang menggetarkan.

1. Gus Baha Kajian Hikam Hal 40-41

Kajian Nashoihul Ibad

Kitab Nashoihul Ibad ini miliki takaran yang arti yang begitu didalam dan hakikatnya begitu tinggi, sehingga jika dimengerti dan dipraktekkan didalam kehidupan sehari-hari bisa mengantarkan kita kepada kesucian hati, kebersihan jiwa dan kesantunan budi pekerti, dan juga bisa mengingatkan kita bakal pentingnya sadar arti hidup yang hakiki.

Reputasi Keilmuan Beliau

Selain Yogyakarta, beliau termasuk diminta untuk mengasuh pengajian Tafsir Al-Qur`an di Bojonegoro Jawa Timur. Jika Jogja di minggu terakhir, maka Bojonegoro di minggu ke-2 tiap bulannya. Hal ini beliau jalani secara teratur dari 2006 hingga kini.

Gus Baha’ termasuk merupakan ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Bersama timnya yang terdiri dari para Profesor, Doktor, dan ahli-ahli Al-Qur`an dari semua penjuru Indonesia, seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib, dan para bagian Dewan Tafsir Nasional yg lain. Beliau pernah suatu kala ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, tetapi beliau tidak berkenan. Dalam jagad Tafsir Al-Qur’an di Indonesia, beliau termasuk pendatang baru, dan serupa sekali cuma satu bagian dari jajaran dewan tafsir nasional yg berlatar belakang pendidikan non resmi dan non gelar.Meskipun demikian, ke’aliman dan penguasaan keilmuan beliau terlalu diakui oleh para ahli Tafsir Nasional. Hingga suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof.Quraisy bahwa kedudukan beliau di dewan tafsir nasional tak hanya sebagai “Mufassir” tetapi termasuk sebagai “Mufassir Faqih”, dikarenakan penguasaan beliau terhadap ayat-ayat ahkam yang terdapat didalam A-Qur`an. Setiap kali lajnah “menggarap” tafsir dan mushaf Al-Qur’an, beliau senantiasa di dua posisi, yakni sebagai Mufassir seperti angota lajnah yang lain, termasuk sebagai Faqihul Qur`an, yang mempunyai tugas khusus mengurai takaran Fiqh didalam ayat-ayat ahkam Al-Qur`an.

Kitab Karya Gus Baha’ Rembang

KalamUlama.com - KH. Baha'uddin Nursalim lahir terhadap tanggal 15 Maret 1977 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kyai yang akrab dipanggil Gus Baha ini adalah putra seorang ulama' pakar Qur'an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pada umur yang tetap sangat belia, Gus Baha' sukses mengkhatamkan hafalan al-Qur'an beserta Qiro'ahnya bersama lisensi yang ketat dari ayahnya. Gemblengan keilmuan yang ayah beliau jalankan memanglah sesuai layaknya karakteristik murid-murid Mbah Arwani Kudus yang menerapkan keketatan di dalam tajwid dan makhorijul huruf terhadap setiap huruf al-Qur’an. Riwayat pendidikan beliau, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu. Pernah suatu kala ayahnya tawarkan kepada beliau untuk mondok di Rushoifah atau Yaman. Namun beliau lebih menentukan untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi'iyyah PP. Al Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA. Di Al Anwar inilah beliau muncul sangat menonjol di dalam fan-fan pengetahuan Syari'at layaknya Fiqih, Hadits dan Tafsir. Hal ini terbukti dari lebih dari satu amanat prestisius keilmiahan yang diemban oleh beliau sepanjang mondok di Al Anwar, layaknya Rois Fathul Mu'in dan Ketua Ma'arif di jajaran kepengurusan PP. Al Anwar. Saat mondok di Al Anwar ini pula beliau mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap bersama matan, rowi dan sanadnya. Selain Shohih Muslim beliau termasuk mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika arab layaknya 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik. Menurut Prof. Quraisy Syihab, Gus Baha merupakan Ulama yang memahami dan hafal detail-detail Al-Qur'an sampai detail-detail fiqh yang tersirat di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Tafsir Jalalain Tafsir al-Jalalain adalah sebuah kitab tafsir al-Qur'an terkenal, yang mulanya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli terhadap th. 1459, dan lantas dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi terhadap th. 1505. Kitab tafsir ini umumnya diakui sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, dikarenakan diakui enteng dimengerti dan terdiri dari hanya satu jilid saja. Sungguh tidak mengherankan jika Tafsir Jalalain digunakan Gus Baha sebagai salah satu referensi utama didalam tiap tiap pengajian yang beliau ajar. Kumpulan Kajian Tafsir Gus Baha MP3 : 1. Al hikam Ibnu Athaillah Kitab Al Hikam merupakan hikmah-hikmah Ibnu Athaillah sehingga hidup Anda tidak saja terarah dan bermakna, tetapi termasuk tenteram dan indah! Al-Hikam menjelaskan orang Islam untuk berjalan menuju Allah, lengkap dengan rambu-rambu, peringatan, dorongan, dan penggambaran keadaan, tahapan, dan juga kedudukan rohani. Al-Hikam dipandang sebagai kitab kelas berat bukan saja dikarenakan susunan kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan termasuk kedalaman makrifat yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat. Kitab Al Hikam memiliki bahasa yang luar biasa indah, kata dan arti saling mendukung, melahirkan ungkapan-ungkapan yang menggetarkan. 1. Gus Baha Kajian Hikam Hal 40-41 Kajian Nashoihul Ibad Kitab Nashoihul Ibad ini miliki takaran yang arti yang begitu didalam dan hakikatnya begitu tinggi, sehingga jika dimengerti dan dipraktekkan didalam kehidupan sehari-hari bisa mengantarkan kita kepada kesucian hati, kebersihan jiwa dan kesantunan budi pekerti, dan juga bisa mengingatkan kita bakal pentingnya sadar arti hidup yang hakiki. 1. Reputasi Keilmuan Beliau Selain Yogyakarta, beliau termasuk diminta untuk mengasuh pengajian Tafsir Al-Qur`an di Bojonegoro Jawa Timur. Jika Jogja di minggu terakhir, maka Bojonegoro di minggu ke-2 tiap bulannya. Hal ini beliau jalani secara teratur dari 2006 hingga kini. Gus Baha’ termasuk merupakan ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Bersama timnya yang terdiri dari para Profesor, Doktor, dan ahli-ahli Al-Qur`an dari semua penjuru Indonesia, seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib, dan para bagian Dewan Tafsir Nasional yg lain. Beliau pernah suatu kala ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, tetapi beliau tidak berkenan. Dalam jagad Tafsir Al-Qur’an di Indonesia, beliau termasuk pendatang baru, dan serupa sekali cuma satu bagian dari jajaran dewan tafsir nasional yg berlatar belakang pendidikan non resmi dan non gelar.Meskipun demikian, ke’aliman dan penguasaan keilmuan beliau terlalu diakui oleh para ahli Tafsir Nasional. Hingga suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof.Quraisy bahwa kedudukan beliau di dewan tafsir nasional tak hanya sebagai “Mufassir” tetapi termasuk sebagai “Mufassir Faqih”, dikarenakan penguasaan beliau terhadap ayat-ayat ahkam yang terdapat didalam A-Qur`an. Setiap kali lajnah “menggarap” tafsir dan mushaf Al-Qur’an, beliau senantiasa di dua posisi, yakni sebagai Mufassir seperti angota lajnah yang lain, termasuk sebagai Faqihul Qur`an, yang mempunyai tugas khusus mengurai takaran Fiqh didalam ayat-ayat ahkam Al-Qur`an. Kitab Karya Gus Baha' Rembang Kitab Karya Gus Baha Buku حفظنا لهذا المصحف berkenaan penjelasan rasm usmani disempurnakan umpama dan penjelasan yang disadur berasal dari buku al-Muqni' karya Abu 'Amr Usman bin Sa'id ad-Dani (w. 444 H.) Buku tipis yang ditulis oleh Ahmad Bahauddin bin Nur Salim berasal dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah ini amat berfaedah bagi saya untuk mengetahui bagaimana mengetahui karakteristik penulisan al-Qur’an di didalam mushaf rasm usmani. Dan ini sekaligus menjadi alasan saya menulis resensi ini, semoga bisa menambahkan faedah bagi yang membaca. Realitas hari bisa kita cross-ceck dengan di lapangan, bahwa banyak sekali para penghafal al-Qur’an namun tidak punyai kebolehan yang baik di didalam gramatika bhs arab. Dan banyak sekali yang mempunyai kebolehan gramatika bhs arab yang luar biasa namun tidak diberikan keutamaan hafal al-Qur’an. Belum lagi para mahasiswa yang menyita belajar al-Qur’an dan hadits, baik berasal dari yang strata satu, magister, bahkan doktoral, tidak semua hafal al-Qur’an. Dan lagi berapa pengajar yang termasuk tidak hafal al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa menurut saya yang mempunyai “dua pedang” berikut (baca: hafal dan menguasai gramatika arab) amat sedikit sekali. Gus Baha' (begitu sapaan akrab pengarang buku di atas) adalah salah satu berasal dari sedikit yang mempunyai dua pedang berikut (selengkapnya berkenaan Gus Baha' silakan baca: Sekilas Tentang Gus Baha' Rembang). Di didalam bukunya ia menyatakan bahwa sebenarnya rasm usmani merupakan warisan yang wajib dijaga. Cara menjaganya tidak hanya dengan menghafalkan, namun termasuk dicermati dengan detil bagaimana cara penulisan dan karakteristik rasm usmani tersebut. Sebab mushaf usmani ini tidak ditulis dengan metode imla' yang senantiasa sama di didalam al-Qur’an. Hal inilah yang mendasari alasan Gus Baha' yang berpendapat bahwa bhs itu riwayat, tidak hanya sekedar kaidah. Oleh karena itu banyak sekali penulisan-penulisan atau lafadz-lafadz yang benar secara kaidah i'lal, disaat tidak cocok dengan bhs arab secara sama'i maka tidak bisa dikiyaskan. Misalnya di didalam penulisan مالك (mim ditulis panjang dengan alif di pada mim dan lam) –ini menurut qira’at 'Ashim riwayat berasal dari Hafs– penulisan layaknya ini benar dan diperbolehkan. Namun ternyata penulisan layaknya itu bukan menurut rasm usmani. Sedangkan di didalam rasm usmani ditulis dengan ملك (mimnya dibaca pendek, ini menurut qira’atnya Qalun). Pada penulisan سُكارى dengan mengikuti wazan فُعالى namun di didalam rasm usmani ditulis سَكْرى ini mengakomodir qira’at Hamzah dan Kisa’i dengan mengikuti wazan فَعْلى . Dari kedua umpama di atas berkenaan perbedaan-perbedaan qira’at dan cara penulisan rasm usmani bisa ditarik hepotesisnya bahwa amat urgen sekali untuk diketahui oleh pecinta al-Qur’an. Sebab ternyata mushaf cetakan Indonesia banyak yang tidak mengikuti standar rasm usmani, kendati perihal layaknya demikianlah tidak dilarang. Namun jikalau jikalau membaca sebagian macam mushaf dan menemukan penulisan yang asing, pembaca tidak kebingungan bagaimana bacanya. Keistimewaan berasal dari buku ini yakni disempurnakan dengan tabel-tabel yang menyatakan postingan asli rasm usmani dan style penulisan yang kontemporer. Jadi pembaca tidak wajib membaca dengan detil ulasan-ulasannya, cukup dengan mencermati tabel saja. Hal ini amat menunjang termasuk di didalam mengidentifikasi perbedaan-perbedaan yang ada di didalam sebagian mushaf. Buku ini amat menunjang sekali di didalam menambah perhatian para pecinta al-Qur’an, baik yang menghafalkan maupun yang mengkaji. Ini termasuk anggota berasal dari bisnis beliau di didalam menjaga keotentikan rasm usmani yang tidak hanya dijaga secara hafalan, namun termasuk dengan penulisan. Semoga Allah senantiasa merahmati guru saya ini (Bahauddin). Banyak kekurangan di didalam penulisan udah sepatutnya saya sebagai manusia. Ada kebenaran di dalamnya sekedar dikarenakan keutamaan berasal dari Allah.

Buku حفظنا لهذا المصحف berkenaan penjelasan rasm usmani disempurnakan umpama dan penjelasan yang disadur berasal dari buku al-Muqni’ karya Abu ‘Amr Usman bin Sa’id ad-Dani (w. 444 H.)

Buku tipis yang ditulis oleh Ahmad Bahauddin bin Nur Salim berasal dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah ini amat berfaedah bagi saya untuk mengetahui bagaimana mengetahui karakteristik penulisan al-Qur’an di didalam mushaf rasm usmani. Dan ini sekaligus menjadi alasan saya menulis resensi ini, semoga bisa menambahkan faedah bagi yang membaca.

Realitas hari bisa kita cross-ceck dengan di lapangan, bahwa banyak sekali para penghafal al-Qur’an namun tidak punyai kebolehan yang baik di didalam gramatika bhs arab. Dan banyak sekali yang mempunyai kebolehan gramatika bhs arab yang luar biasa namun tidak diberikan keutamaan hafal al-Qur’an. Belum lagi para mahasiswa yang menyita belajar al-Qur’an dan hadits, baik berasal dari yang strata satu, magister, bahkan doktoral, tidak semua hafal al-Qur’an. Dan lagi berapa pengajar yang termasuk tidak hafal al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa menurut saya yang mempunyai “dua pedang” berikut (baca: hafal dan menguasai gramatika arab) amat sedikit sekali. Gus Baha’ (begitu sapaan akrab pengarang buku di atas) adalah salah satu berasal dari sedikit yang mempunyai dua pedang berikut (selengkapnya berkenaan Gus Baha’ silakan baca: Sekilas Tentang Gus Baha’ Rembang).

Di didalam bukunya ia menyatakan bahwa sebenarnya rasm usmani merupakan warisan yang wajib dijaga. Cara menjaganya tidak hanya dengan menghafalkan, namun termasuk dicermati dengan detil bagaimana cara penulisan dan karakteristik rasm usmani tersebut. Sebab mushaf usmani ini tidak ditulis dengan metode imla’ yang senantiasa sama di didalam al-Qur’an. Hal inilah yang mendasari alasan Gus Baha’ yang berpendapat bahwa bhs itu riwayat, tidak hanya sekedar kaidah. Oleh karena itu banyak sekali penulisan-penulisan atau lafadz-lafadz yang benar secara kaidah i’lal, disaat tidak cocok dengan bhs arab secara sama’i maka tidak bisa dikiyaskan.

Misalnya di didalam penulisan مالك (mim ditulis panjang dengan alif di pada mim dan lam) –ini menurut qira’at ‘Ashim riwayat berasal dari Hafs– penulisan layaknya ini benar dan diperbolehkan. Namun ternyata penulisan layaknya itu bukan menurut rasm usmani. Sedangkan di didalam rasm usmani ditulis dengan ملك (mimnya dibaca pendek, ini menurut qira’atnya Qalun). Pada penulisan سُكارى dengan mengikuti wazan فُعالى namun di didalam rasm usmani ditulis سَكْرى ini mengakomodir qira’at Hamzah dan Kisa’i dengan mengikuti wazan فَعْلى .

Dari kedua umpama di atas berkenaan perbedaan-perbedaan qira’at dan cara penulisan rasm usmani bisa ditarik hepotesisnya bahwa amat urgen sekali untuk diketahui oleh pecinta al-Qur’an. Sebab ternyata mushaf cetakan Indonesia banyak yang tidak mengikuti standar rasm usmani, kendati perihal layaknya demikianlah tidak dilarang. Namun jikalau jikalau membaca sebagian macam mushaf dan menemukan penulisan yang asing, pembaca tidak kebingungan bagaimana bacanya.

Keistimewaan berasal dari buku ini yakni disempurnakan dengan tabel-tabel yang menyatakan postingan asli rasm usmani dan style penulisan yang kontemporer. Jadi pembaca tidak wajib membaca dengan detil ulasan-ulasannya, cukup dengan mencermati tabel saja. Hal ini amat menunjang termasuk di didalam mengidentifikasi perbedaan-perbedaan yang ada di didalam sebagian mushaf. Buku ini amat menunjang sekali di didalam menambah perhatian para pecinta al-Qur’an, baik yang menghafalkan maupun yang mengkaji. Ini termasuk anggota berasal dari bisnis beliau di didalam menjaga keotentikan rasm usmani yang tidak hanya dijaga secara hafalan, namun termasuk dengan penulisan.

Semoga Allah senantiasa merahmati guru saya ini (Bahauddin). Banyak kekurangan di didalam penulisan udah sepatutnya saya sebagai manusia. Ada kebenaran di dalamnya sekedar dikarenakan keutamaan berasal dari Allah.