Kalam Ulama – Fatwa Abah Luthfi Seputar Zakat Fitrah dan Profesi.  Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947; tanggal lahirnya bertepatan dengan 27 Rajab 1367 H) adalah pendakwah (syekh) kelahiran Kota Pekalongan berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi ketua MUI Jawa Tengah.

Kiai Jaruddin menyampaikan kepada kami, dengan adaptasi bahasa dari saya, bahwa: Saya (KH. Ahmad) tadi malam di Duren Sawit meminta fatwa Abah Luthfi seputar zakat. Beliau memberi jawabab yang tegas.

Masalah pertama: Apakah para kiai, guru mengaji, dan ustaz-ustaz bisa digolongkan Fi Sabilillah?

Abah menjawab: Ya jelas, sebab hidup mereka tersebut digunakan untuk menghidupkan agama. Mereka membeli beras untuk makanan para santri, bahkan membeli gula dan teh untuk menyuguhi umat. Itu semua kalau bukan Fi Sabilillah terus apa namanya?

Baca juga : Kalam Ulama #180: Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri tentang Zakat

Masalah kedua: Bagaimana pendapat Abah mengenai zakat fitrah dengan uang?

Abah menjawab: Kalo saya tidak sependapat. Zakat fitrah harus dengan beras (atau bahan makanan pokok sesuai daerah masing-masing). Masalah ada orang yang memaksa mengeluarkan zakat dengan uang, maka panitia harus mengantisipasi dengan menyiapkan beras untuk orang yang semacam itu tatkala mengeluarkan zakat.

Masalah ketiga: Mengenai zakat profesi, apa pendapat Abah?

Abah menjawab: Saya masih berpedoman dengan sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa alihi wa sallam dengan penjelasan ulama salaf mengenai macam-macam zakat. Macam-macam zakat terbatas hanya itu saja (sesuai yang dijabarkan ulama-ulama salaf), jangan ditambahi dengan jenis zakat lainnya agar nanti tidak menambah ruwet aturan dan kaidah dasar zakat.
____________
Demikian fatwa Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais ‘Am Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah, mengenai permasalahan zakat di zaman ini. Semoga bermanfaat!

Jakarta, 20 Ramadan 1439
@adhlialqarni

Baca Juga : 15 Hal Pengundang Bencana