Doa Rindu Berjumpa Sang Kekasih - Doa KH Maimoen Zubair Menjelang Wafat

KalamUlama.com – Doa Rindu Berjumpa Sang Kekasih – Doa KH Maimoen Zubair Menjelang Wafat. Khidmah Mengurus Jenazah Mbah Maemun.

Setelah mendengar KH Maimoen Zubair sedo (wafat), saya dan Pak Menteri Agama langsung meluncur menuju rumah sakit an-Nur untuk mengurus jenazahnya. Setelah selesai proses administrasi jenazah dibawa ke masjid Muhajirin untuk dimandikan dan dikafani. Selama perjalanan saya menyaksikan rintik hujan ikut menyertai di beberapa ruas jalan yang dilewati jenazah Mbah Mun. Matahari nampak temaram suasana sejuk, teduh, suhu cuaca 33 derajat padahal biasanya 44 derajat.
Saya mendapatkan kesempatan ikut menggotong jenazah beliau dengan mencium tangannya sbg santri yang menaruh rasa hormat yang mendalam kepada beliau. Sebelum jenazah Mbah Mun ditutup saya diberi kesempatan mencium kening Mbah Maemun.
Ada kisah yang disampaikan santri yang mendampingi Mbah Mun sejak dari Sarang hingga saat beliau sedo (wafat). Mbah Mun ketika thawaf dan sai doa yang dibaca tidak seperti doa biasanya tapi doa KH Maimoen Zubair adalah doa-doa kerinduan terhadap perjumpaan dengan Sang Kekasih. Menjelang wafat sekitar jam 03.00 beliau ambil air wudhu lalu minta minum air zamzam dan air susu. Setelah itu beliau seperti orang yang tertidur. Setengah jam berikutnya tim dokter memastikan Mbah Mun sedo. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Lahu alfatihah

oleh: Dr KH Ali M. Abdillah (Tim amirul haj Indonesia 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here