Kajian Islam (Kalam Ulama). Dirikanlah Sholat, Allah Akan Mencukupi Rezeki-mu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Coba kita cermati ayat diatas, Allah SWT memberikan perintah kepada kaum mukminin untuk taat kepada-Nya. Pada lafad selanjutnya kata “athi’uu” diulang kembali, itu menunjukkan bahwa taat kepada rasul seakan-akan tidak perlu menengok kembali apakah bertentangan dengan perintah Allah ataupun tidak. Memang pada kenyetaannya Rasul adalah utusan Allah yang tidak mungkin bertentangan dengan Allah, kalaupun melenceng pasti langsung ditegur Allah. Namun pada lafad selanjutnya kata “athi’uu” pada Ulil amri tidak diulang kembali. Artinya kalau kita taat kepada Ulil amri harus menengok kembali apakah perintahnya bertentangan dengan Allah dan Rasulnya. Jika perintah itu bertentangn maka tidak perlu dikerjakan, seperti sabda Nabi SAW :

وقال الإمام أحمد: حدثنا عبد الرحمن، حدثنا همام، حدثنا قتادة، عن أبي مرابة، عن عمران بن حصين، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “لا طاعة في معصية الله” المسند ٤/٤٢٦  

Imam Ahmad berkata “Bercerita padaku Abdur rahman dari Hammam dari Abu Muraabah Imran Bin Husein dari Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam “Tidak ada ketaatan dalam maksiat pada Allah” (HR. Ahmad dalam Musnadnya IV/426)

Kalau perintah taat dikaitkan dengan kehidupan berkeluarga mengandung hikmah yang sangat dalam dan para ulama terkagum-kagum dengan firman Allah berikut Surat Thahaa ayat 132:

 ( وأمر أهلك بالصلاة واصطبر ) اصبر ( عليها لا نسألك ) نكلفك ( رزقا ) لنفسك ولا لغيرك ( نحن نرزقك والعاقبة ) الجنة ( للتقوى ) لأهلها.

(Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu) teguh dan sabarlah kamu (dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta kepadamu) tidak membebankan kepadamu (rezeki) untuk dirimu dan tidak pula untuk orang lain (Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu) yakni pahala surga (hanyalah bagi ketakwaan) bagi orang yang bertakwa. Qs. Thahaa ayat 132 ; (Tafsir Jalalain)

Para Ulama terkagum-kagum melihat ayat ini karena Allah berfirman dalam ayat tersebut “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat” kemudian setelah berfirman demikian Allah perintah untuk bersabar dalam mengerjakannya “Kami tidak meminta kepadamu rezeki Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Tidak ada suami yang memenuhi hak Allah, menunaikan kewajiban Allah pada istrinya dan keluarga, memberikan nasihat padanya, mengingatkannya sampai berdiri keluarga yang mentaati Allah dan mencari ridho Allah kecuali Allah mencukupinya (suami) urusan dunia.

Dapat diambil hikmah dari penjelasan ayat  dan penjelasan ulama’ di atas, bahwa di dalam perintah taat ada jalan barokah dalam hal rizki dan jalan kebaikan dalam hal nikmat atas keluarga muslim yang mentaati Allah dan mencintai Allah. Dengan demikian wasiat Allah kepada kamu mukminin ketika ingin menikah, hendaknya memilih perempuan sholihah yang iman dan beragama. Karena perempuan sholehah selalu menunaikan perintah Allah dalam keluarganya. Demikian dijelaskan dalam kitab “Umdatul fiqhi” karya as-Syankithi al-Hanbali, Semoga Allah merahmati beliau.

Oleh : @alfarisi_hamzah