Oleh : KH Salim Azhar

——————————————————

Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qolyubi menulis,
Diceritakan bahwa pada suatu hari Iblis bertamu pada Fir’aun,
Dalam bercengkerama, Fir’aun bertanya kepada Iblis :
” Apa yang engkau lihat untuk diriku ?”,
Iblis menjawab : “Engkau melebihi kejelekanku satu prilaku”,

Fir’aun bertanya : “Apa itu ?”,
Iblis menjawab : “Keberaniamu pada Alloh,
Bahwa kamu mengaku sebagai Tuhan,
Pada hal saya lebih tua dan lebih banyak ilmu dari pada kamu,
Dan saya lebih kuat dari pada kamu,
Tetapi saya tidak berani mengaku sebagai Tuhan”,

Fir’aun sadar dan berkata : “Benar kamu,
Kalau begitu aku bertaubat dari mengaku sebagai Tuhan”,
Iblis menjawab : “Nanti dulu …. ! Jangan lakukan hal itu,
Sebab penduduk Mesir telah menerimamu sebagai Tuhan,
Jika engkau cabut pengakuanmu sebagai Tuhan,
Maka mereka meninggalkanmu dan mengikuti musuhmu,
Mereka pun akan melepas kerajaanmu dan engkau menjadi hina”,

Fir’aun berkata : “Benar kamu,
Tetapi Adakah di atas bumi ini yang lebih buruk dari pada kita ?”,
Iblis menjawab : “Ada”,
Fir’aun bertanya : “Siapa itu ?”,
Iblis menjawab :
“Dia adalah orang yang dimintai ma’af namun tidak mema’afkan,
Dia lebih buruk dari pada kita berdua”,

Subhanallooh,
Setelah itu Iblis berpamitan keluar dan pergi,
( An Nawadir : 43 )