ilmu fiqih

kalamulama.com– Definisi Ilmu dan fiqih dalam Perspektif Syaikh Zarnuji

Ilmu adalah suatu sifat dimana orang yang memilikinya menjadi faham (mengerti) terhadap objek tertentu. Sebuah keragu-raguan dan ketidaktahuan dikeluarkan dari kategori ilmu. Begitu juga dengan taqlid (ikut), karena taqlid merupakan sebuah “simpul” (ketidaktahuan) dalam pikiran, sedangkan ilmu bersifat membentangkan dan membuka simpul itu.

Ilmu fiqih yaitu tools yang digunakan untuk mengetahui kelembuatan2 ilmu. Imam Abu Hanifah mendefinisilan ilmu sebagai sebuah media untuk mengetahui diri terhadap sesuatu yang bermanfaat dan merugikan baginya. Definisi ini sifatnya lebih umum daripada ilmu fiqih itu sendiri. Imam Abu Hanifah menambahkan bahwa tidak ada ilmu kecuali denagan mengamalkannya, yaitu meninggalkan sesuatu yang bermotif dunia dan berpindah kepada tujuan yang bermotif akhirat.

Mengomentari pendapat Imam Abu Hanifah, Syaikh Zarnuji berpesan untuk, (1) selalu ingat dengan hakikat siapa diri kita (yang dipenuhi dengan kefanaan dan kebodohan) dengan sesuatu yang bermanfaat (ibadah-taat) dan merugikan (maksiat-mungkar) bagi kita, baik di dunia dan di akhirat, dan (2) mengerjakan perintah taat dan menjauhi larangan supaya tidak menjadikan akal dan ilmu sebagai hujjah (dasar, tameng) terhadap hal-hal yang merugikan. Karena yang demikian akan memperparah siksaan Allah (Naudzubillah min dzalik).

Oleh ustadz Hamzah AlFarisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here