cinta
Cinta Tak Perlu Dali?

kalamulama.com– Cinta Tak Perlu Dalil?. Konon untuk mencintai tidak perlu pakai dalil, bahkan kadang cinta juga tidak ada logikanya. Boleh saja seperti itu. Tapi bagaimana dengan cinta kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam? Jelas sekali dalilnya.

1. Hadis Imam Ahmad dan Muslim

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ اﻟْﺒَﺎﺩِﻳَﺔِ ﺃَﺗَﻰ اﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻣَﺘَﻰ اﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ؟

Anas berkata bahwa ada orang dari perkampungan datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam dan berkata: “Kapankah kiamat?”

ﻗَﺎﻝَ: ” ﻭَﻳْﻠَﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻋْﺪَﺩْﺕَ ﻟﻠﺴﺎﻋﺔ؟ ” ﻗَﺎﻝَ: ﻣَﺎ ﺃَﻋْﺪَﺩْﺕُ ﻟَﻬَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﺇِﻻَّ ﺃَﻧِّﻲ ﺃُﺣِﺐُّ اﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ

Nabi bertanya: “Apa yang kau persiapkan dengan kiamat?” Dia menjawab: “Tidak ada persiapan bagiku menghadapi kiamat. Hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya”

ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ “.

Nabi menjawab: “Kau bersama orang yang kau cintai”

ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻪُ: ﻧَﺤْﻦُ ﻛَﺬَﻟِﻚَ؟ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻧَﻌَﻢْ، ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻛَﺬَﻟِﻚَ “. ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻔَﺮِﺣُﻮا ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻓَﺮَﺣًﺎ ﺷَﺪِﻳﺪًا

Para Sahabat bertanya: “Apakah kami seperti itu juga?” Nabi menjawab: “Ya, sama”. Para Sahabat sangat senang di hari itu (HR Ahmad)

2. Hadis Imam Bukhari

ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻊَ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻫُﻮَ ﺁﺧِﺬٌ ﺑِﻴَﺪِ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ اﻟﺨَﻄَّﺎﺏِ

Kami bersama dengan Nabi shalallahu alaihi wasallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khattab

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻋُﻤَﺮُ: ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ، ﻷََﻧْﺖَ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣﻦ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْءٍ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦْ ﻧﻔﺴﻲ

Umar berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau paling aku cintai melebihi apapun kecuali dari diriku sendiri”

ﻓَﻘَﺎﻝَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «ﻻَ، ﻭَاﻟَّﺬِﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻚَ»

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak. Demi Allah yang aku dalam kuasa-Nya, (imanmu sempurna) hingga Aku lebih kau cintai dibanding dirimu sendiri”

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻋُﻤَﺮُ: ﻓَﺈِﻧَّﻪُ اﻵﻥَ، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ، ﻷََﻧْﺖَ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻲ، ﻓَﻘَﺎﻝَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «اﻵﻥَ ﻳَﺎ ﻋُﻤَﺮُ»

Umar berkata kepada Nabi: “Sekarang demi Allah, Engkau lebih aku cintai dibanding diriku sendiri”. Nabi bersabda: “Sekarang (imanmu sempurna), wahai Umar”

•] Ngaji Maulid di Pondok Tjandra. Ada pondoknya tapi tidak ada kyainya, kata Gus Achmad Shampton Masduqie

Sumber: FB K.H. Makruf Khozin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here